CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
tanpa bisa di ungkapkan dengan kata kata


__ADS_3

arif terlihat begitu khawatir...matanya pun terlihat sembab,


dan nana hanya melirik sekilas ke arah nya.


"mas...aku lapar..."ucapan pertama yang muncul dari bibir


nana,seketika membuat mata arif terbelalak menatap ke arah nya dengan tidak percayanya.


ia melongo mendengarnya,matanya menatap tanpa berkedip ke arah nana.


"sayang...kau benar benar lapar sayang?"


ucap arif seketika sambil mengambil wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya dan menatap lekat wajah yang sedikit pucat itu.


dan nana hanya mengangguk mengiyakan perkataan arif barusan.


"baik lah...baik...aku akan belikan di luar ya sayang...kamu...kamu tunggu sebentar oke..."ucapnya yang langsung mengecup puncak kepala nana dan pergi begitu saja meninggalkan nana sendirian.


"nana...pertahankan...meski kamu tidak menginginkannya...kamu tidak suka...lakukan lah...demi bunda,ayah,yang sudah seperti orang tua kandung bagimu,dan tentunya...rama.bayangkan rama akan tersenyum bahagia melihatmu dari surga."


ucap nana dalam hati yang lagi lagi mencoba menguatkan hatinya sendiri.karena ia tahu...ia tidak punya siapa siapa lagi yang bisa menghiburnya kecuali dirinya sendiri.


setengah jam lebih sudah arif keluar,nana sudah benar benar kelaparan.


hingga terdengar suara pintu kamar nya terbuka lalu di tutup.


nana sekilas melirik ke arah nya,terlihat arif datang membawa dua kantong kresek yang berisi makanan dan sekantong kresek panjang yang berisi satu cup kopi dan satu cup teh susu kesukaan nana yang tersusun,dengan senyum hangatnya nana menyambut kedatangan arif yang baru tiba di sampingnya.


"sayang...maaf menunggu lama...kau bosan menunggu ya?"tanya arif yang terlihat sedikit khawatir di raut wajahnya.namun nana hanya menggeleng geleng pelan untuk menjawab pertanyaan suaminya itu.


"mari kita makan sayang...aku tadi beli...siomay daging dua porsi...kentang krispi...dan juga tumis daging lada hitam,tadi aku nyari nyari lumayan jauh...sempat tanya tanya orang sini juga...kamu mau yang mana sayang?"


tanya arif sambil menunjukkannya satu per satu pada nana.


"aku...mau tumis daging lada hitam nya sama nasi dulu deh mas kayaknya...dan...itu apa mas?"tanya nana yang mencoba bersikap biasa biasa saja pada suaminya.

__ADS_1


ia tersadar tadi saat sayup sayup melihat arif yang begitu khawatir nya ketika masih berada di dalam mobil dan masih perjalanan menuju rumah sakit.ia tahu...mungkin arif di masa lalu sudah melakukan kesalahan,namun nana patut memberikan kesempatan kedua bagi nya.


"oh...ini teh susu kesukaan mu sayang...kau mau meminumnya sekarang?"tanya arif sambil membuka teh susu itu dan mendekat kannya pada bibir nana,


arif mulai meminumkannya perlahan lahan.


"mas...aku mau kamu suapi...tangan kanan ku masih sakit mas..."ucap nana lagi lagi yang membuat arif melongo hampir tak percaya di buat nya.


"maaas...kok diem aja sih?"kata nana lagi yang menyadarkan arif dari lamunannya yang ia anngap tidak nyata itu.arif tersentak.


"ooooh...oooo....ii...iiiyaaa...sayang..."ucap nya dengan tangan gemetaran membuka bungkus bungkus makanan yang akan ia berikan pada nana,


"maaaas...kenapa?nanti makanannya bisa bisa tumpah loh jika tangan mas masih gemetaran seperti ini..."


ucap nana dengan tangan yang menggenggam jemari arif yang masih sibuk membuka makanan,dan sontak arif menghentikan aktivitasnya,tangan nya berbalik menggenggam jemari nana dengan erat.


"sayang...kau nana istriku bukan?istriku yang aku nikahi sembilan tahun lalu bukan?istriku yang tadi pagi terlihat kesal dan pergi meninggalkanku?istriku yang..."


ucapan nerocos arif yang tiba tiba terhenti seketika.


"cup."tiba tiba tangan nana menarik dagu arif mendekat ke arah nya dan mengecup ringan di bibirnya.


dengan wajah memerahnya keduanya berbagi makanan dalam satu tempat makan,dengan sigap arif menyuapi istrinya.


setelah semua telah habis di makan keduanya,dan terlihat yang tersisa hanya kopi cup dan juga teh susu saja.


arif membereskan sisa sisa makanan dan mengumpulkan sampahnya kedalam satu kresek saja lalu membuangnya ke tempat sampah.


"sayang...bagaimana ke adaan mu?"tanya arif sambil duduk di kursi samping tempat tidur nana.


"emmmz...aku baik baik saja mas...gimana hasil pemeriksaan tubuhku mas?"tanya nana balik pada suaminya.


"sejauh ini kata dokter...nggak ada yang serius kok sayang...hanya lecet luka luar saja."ucap arif menerangkan.


"emmmz.. maafkan aku ya...karena aku..."ucap arif lagi lagi tertahan.

__ADS_1


"nggak apa apa mas...itu kan sudah masa lalu...dan selalu ada kesempatan ke dua."ucap nana yang begitu dewasanya.arif pun langsung menggenggam jemari nana dan mengecup lembut punggung tangan istrinya.


"terimakasih sayang..."ucap nya dengan wajah berbinar senang.


"tapi...aku harus berkata apa sama bunda dan ayah sayang?karena aku...kau jadi seperti ini."


ucap arif dengan nada sedih nya.


"kenapa bingung mas...aku sudah ambil cuti untuk ikut posko..dengan keadaan ku ini sudah nggak memungkinkan kembali kesana mas...apa mas juga bisa ambil cuti?"tanya nana ingin tahu.


"tentu itu soal mudah sayang...temanku beda sift selalu mau menggantikanku kok..."ucap arif seketika.


lalu terlihat beberapa saat arif sibuk dengan ponsel nya,


ia sedang menelephone seseorang,


"sayang...apa tiga hari cukup?"tanya arif dengan sedikit teriakan dan kepala menoleh ke arahnya.


nana hanya mengangguk saja mengisyaratkan bahwa ia pasti sudah pulih dalam beberapa hari saja,karena keningnya hanya benjol...dan lengannya hanya tergores saja.arif yang begitu lebay memaksa memberi kasa yang melingkari keningnya.


"sudah sayang...aku sudah izin untuk tiga hari ke depan mulai dari besok,kamu bisa istirahat di sini dengan tenang sayang..."ucap arif sambil memberikan teh susu lagi kepada nana.


"mas...kenapa luka seperti ini saja harus sampai nginep di sini berhari hari sih...sekarang pun aku sudah sehat dan nggak apa apa...pasti sekarang pun sudah boleh pulang sayang..."ucap nana yang membuat arif kebingungan.


"lho...aku sudah terlanjur izin tiga hari lo sayang...dan juga...kita sepakat karena lukamu biar sembuh dulu kan...sekarang kok kamu malah nggak mau nginep sini sih?"tanya arif yang begitu polos nya.membuat nana makin gregetan di buat nya.


sebenarnya nana malu mengatakannya...namun arif ini terlalu dini untuk memikirkan hal hal yang di luar kendali nya,mau tidak mau nana harus menjabarkan rinciannya secara detail.


"mas...ini di kota bukan?"tanya nana perlahan lahan.


"iya sayang...ini kota...kenapa?"tanya balik arif yang masih tidak mengerti jalan pikiran istrinya itu.


"selain rumah sakit...untuk nginap aku...pasti ada kan mas?nggak mungkin mas nggak bawa uang bukan?kalau mas nggak bawa...aku selalu bawa kok.."ucap nana dengan sedikit malu malu nya.


"oooh.....appppaaaa???!!"ucap arif seketika dengan sedikit teriakan kaget nya.

__ADS_1


"mas...jangan teriak teriak ah..."ucap nana sambil menutup telinganya.


"ki....kita...nginap di hotel sayang?kamu yakin?kamu nggak khawatir aku macam macam dan khilaf?"tanya arif dengan sedikit terbata bata.dan nana hanya membalasnya dengan senyuman hangat nya.begitu pula arif yang saat ini hatinya begitu ber bunga bunga tanpa bisa di ungkapkan dengan kata kata.


__ADS_2