
"tok tok tok...."terdengar duara ketokan dari arah luar pintu kamar pengantin baru itu.
"sayang...hayo...mau telat lagi kerjanya...bubda khusus nangunin nih...bunda masuk ya..."ucap bunda dengan sedikit teriakan nya dari arah luar pintu kamar.
"maaas...cepat maaas...nanti bunda masuk kemari loh maaas...cepet..."ucap nana sambil mengguncang guncang lengan suami ya dan arif pun langsung melonjak dari tempat tidurnya dan menyahut handuk mandinya untuk menutupi bagian bawahnya.
ia bergegas berjalan menuju ke arah pintu dan memegang knop pintu kamar nya tersebut.
"aaah...bunda...maaf bund...bunda filarang masuk ya...masih horor di dalam..."ucap arif hanya sambil menyembulkan kepalanya saja dari dalam pintu kamar menuju keluar. sedikit terlihat pundak arif yang tidak ada penutup disana, seketika bundanya pun mengwrti dan langsung berbalik memunggungi pintu kamar putera nya tersebut dan berbalik seraya berjalan maju meninggalkan arif yang masih berdiri mematung di dalam kamar, di belakang pintu kamar nya.
"cepat turun ya sayang...bunda nggak lihat apa apa loh...kita tungguin untuk aarapan ya sayang..."
ucap bunda dan lagi lagi dengan senyum cekikikannya seperti anak kecil yang sedang menyaksikan sesuatu yang menggelitik hatinya membuat nya ingin terus tersenyu. geli.
"apaan sih bunda...pakai di tambahin bilang bilang nggak liahat apa apa pula...emangnya bunda lihat apa sih? toh aku juga nggak kelihatan kan kalau hanya terlilit handuk seperti ini...uh...dasar bunda." ucap arif aambil berlalu dan menutup pintu kamar ya lagi.
ia berjalan perlahan sambil sedikit berjinjit mendekat ke arah sang istri yang masih tertidur di bawah selimut, pikirnya...ia tidak ingin istri nya itu terbangun karena langkah kakinya. ia mengendap endap seperti orang bodoh disana.
__ADS_1
"sayang...kamu ngapain seperti itu? bukannya mau mandi?kok menuju ke ranjang lagi sih...aku udah nih mandinya...mas mandi nggak?masuk kerja loh mas...ayo...aku tungguin entar turunnya sayang...cepet ya..." ucap nana yang ternyata sudah dari tadi di dalam kamar mandi dan baru saja keluar dari sana.
"astaga sayang...aku kura kamu masih tidur lagi tadi...aku hampir meringkusmu lagi dan membuatmu nggak biaa bangun...napa juha aku berjalan mengendap endap sih...aaaah...kamu mengecohku..."gerutu arif sambil ia terus duduk di samping ranjang, dimana bibirnya manyun seakan minta di kuncir.
"aaah...maaf maaf sayang...habisnya aku udah gerah...lengket semua ini badan sayang...tolong pengertiannya ya sayang...makasi loh mas...sini sini sini..."
ucap nana sambil langkah kakinya menuju ke arah suaminya yang berada di sisi ranjang dan menekankan kedua tangannya ke pundak suaminya kiri dan kanan,suaranya sedikit berbisik disana di telinga arif yang membuatnya seperti tiupan yang menghanyutkan.
"cup", lalu kecupannya mendarat di bibirnya, "maaf ya..." ucapnya sekali lagi dan melepaskan sang suami.
"emmmb...baiklah...kali ini aku maafkan...lain kali tidak...gimana?atau...gini aja sayang...bagaimana kalau nanti malam alu tambahin doaisnya biar kamu nggak mau pisah masa aku dan maunya lengket terus..." ucap arif dengan gidaan nya yang membuat nana merasa ingin tersenyum karena lucu nya.
arif melangkahkan kakinya pergi menuju kamar mandinya,disana ia mulai mengguyur tubuhnya dan membuatnya sangat rileks hingga be erapa saat badannya langsung terasa segar dan bersih seketika.
tepat setengah jam sudah arif bergulat dengan air yang mengguyurnya di dalam kamar mandi hingga tanpa terasa nana sudah mengetuk ngetuk pintu kamar mandinya itu dari luar pintu kamar mandi.
"tok tok tok...mas...aku mau ke bawah fulu nggak apa apa ya mas?mas nyusul ya nanti sayang...aku takut bubda kelamaan nungguinnya nanti sama ayah mas...mas yang cepet ya...nggak enak nih mas...beneran sayang..."
__ADS_1
ucap nana yang sudah berdiri mematung di dwpan pintu kamar mandi yang mana di dalam sana suaminya tengah asyik dengan acara mandinya.
"aaah...iya sayang kamu duluan aja gih...nanti aku nyusul sayang...oke...dan ingat...nanti berangkat kerjanya kita sama sama ya sayang...jangan sendiri sendiri loh...ingat...!"
ucap arif sambil mengingatkan sang istri agar menungguinya saat berangkat nanti, karena memang semua orang di kantor juga sudah mengetahui hubungan apa yang terjalin antara keduanya...dan juga sufah bukam ragasia umum lagi jika keduanya bersikap mesra di deoan semua irang...dan mesra itu ada batasannya bagi keduanya jika mereka sedang berada di tempat umum atau di tempat kerjanya.
"baiklah mas...aku keluar ya...aku tungguin di bawah..."ucap nama sambil betlalu pergi dari depan pintu kamar mandi nya dan berjalan melangkah pergi keluar dari kamarnya.nana berjalan menyusuri anak tangga yang lumayan banyak menuju ke bawah dimana disana langsung di sambut ayah dan bubdanya yang sudah menungguinya disana dengan senyum yang mengembang penuh bahagia.
"pagi ayah...bunda...maaf ya yah...bunda...nana kelamaan ya turunnya..."ucap nana yang sudah berjalan mendekat ke arah ayah dan bundanya itu,menyapa keduanya dengan senyuman hangatnya pula.
"nggak apa sayang...kamu ini kayak sama siapa aja sih...lah terus suamimu mana sayang?"tanya bunda tiba tiba saat ia dapati puteranya tidak turut serta ikut turun dengan menantunya.
"aaah mas arif tadi sih masih mandi bunda...ayah..
nanti juga akan nyulus katanya tadi..."ucap nama sambil ikut menyeret ke belakang kursi di meja makan nya tersebut dan ikut duduk di sana, di sebelah bundanya,sedangkan ayah nya duduk di kursi utama yang terletak di bagian ujung meja makan tersebut.
beberapa saat sudah ketiganya menunggui sambil mengobrol masalah rumah baru yang sudah mereka rencanakan be erapa hari yang lau itu,terlihat arif baru turun dari atas,menuruni anak tangga satu persatu hingga sampai di dekat semua yang menunggui ia di meja makan itu.tersunghing senyum cerah merekah mempesona disana di bibir arif.
__ADS_1
"pagi semua..."ucap arif dengan senyum merekahnya dan terlihat sangat segar di pandang semua mata.