
"udah mas...ayo pergi aja...ngapain nanggepin hal sepele kayak gini...nggak ada untungnya buat kita mas...ayo pergi aja mas...buarin saja lah...toh bentar lagi juga pulang mas..."ucap nana dengan badan yang sudah berbalik dan langkah sudah hampir melangkah, namun seketika langkah nya terhenti ketika tangan kekar suaminya tengah mencekal nya.
"bu...anda tahu siapa yang sedang anda kerjain ini?"
tiba tiba tanya arif dengan nada lembut nya,namun itu harus nya sebaliknya,dimana arif benar benar geram di buat oleh nya.
"maaf dokter arif...saya tidak tahu...dan memang benar dia tidak meminta saya melakukan apa pun seperti yang di tuduhkan nya pada saya." ucap elakan ibu si penjaga kantin, ia sangat percaya diri karena ada dokter tika yang berada di belakangnya hingga ia ngelunjak seperti itu.
"ouh...benarkah dokter na tidak melakukan apa apa disini?dan hanya memilih berdiri mematung dengan bodoh nya?"
tanya arif pada kedua asisten nana yang berada di belakang nya.
"tidak dokter arif...kami melihat nya sendiri dokter...dokter na meminta membungkuskan makan siang nya dan juga meminta untuk membungkus punya dokter arif juga dokter..."ucap kedua asisten nana yang sesungguh nya.
"tapi saya tidak merasa dokter...sungguh...itu fitnah bagi saya..."ucap penjaga kantin tersebut yang sudah mencoreng nama kebenaran. dan arif pun menjadi sangat geram oleh wajah polos si penjaga kantin.
"kau tahu yang sedang kau kerjai ini siapa?dia adalah istriku...istri sah ku...secara hukum dan secara agama...dan mudah saja bagiku untuk mencari tahu siapa yang bersalah di sini...bukan maksud aku untuk memihak antara kian...karena memang kita ada di negara hukum...yang salah harus di hukum bukan?caranya...lihat saja di kamera cctv yang ada di setiap pojok sana...dan di sini malah paling dekat ada di sana...wow sangat dekat bukan...baiklah mari kita mulai investigasi kita oke..."
ucap arif dengan gertakan nya, dan benar saja sudah membuat gemetaran tubuh penjaga kantin tersebut.
__ADS_1
"baik lah dokter... maaf pak dokter...untuk kebodohan saya pak...sungguh saya hanya main main saja kok pak dengan bu dokter baru ini pak...maaf..."ucap maaf berulang kali yang di tuturkan oleh ibu penjaga kantin tersebut. dengan tubuh sudah gemetaran.
"kau mulai besok nggak usah kerja di sini lagi...meaki hanya lelucon tapi leluconmu ini tidak lucu sama sekali,malah merugikan waktu orang lain...dan lagi sikap profesional nya mana....nggak ada...jadi anda dengan sikap anda ini resmi saya pecat...di tambah bukti dan saksi...aku harap anda besok tidak usah datang kemari lagi." ucap arif dengan sangat bijak nya,lalu menggandeng istrinya untuk pergi meninggalkan kantin khusus karyawan tersebut.
arif dan nana berjalan menuju ke ruangan kerja nana dan di ikuti kedua asisten nana yang turut serta ikut.
"mas...aku nggak apa apa kok...kenapa kamu se khawatir itu sih mas..."ucap nana yang memang tidak apa apa tapi cuma sebel dan dongkol di hatinya,
"aaakh...mungkin cuma aku yang begitu bodoh nya..."
ucap nana dalam hati sambil mengumpati kebodohan nya sendiri. hingga ke empat orang tersebut masuk ke dalam ruang kerja nana dan mendudukkan nana di kursinya.
"aaah...iya dokter tentu bisa...baiklah saya pesankan...saya sudah makan jadi saya akan memesan kan untuk anda berdua saja ya dok..."ucap aalah seorang asisten nana dan langsung mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi di penjual makanan online tersebut.
"brraaaaaakkkk!!!"tiba tiba seseorang datang dengan sangat marah nya hingga menggebrak pintu ruang kerja nana. ya...dia adalah tika...dokter umum.
"apa apaan ini pak?anda langsung memecat bibi saya yang sudah bertahun tahun kerja disini hanya karena dokter baru ini pak?anda nggak bisa seperti itu pak...!"
ucap dokter tika tersebut dengan sangat berapi api apa lagi melihat genggaman tangan dokter arif yang begitu erat di jemari dokter baru tersebut.
__ADS_1
"cukup dokter tika...anda menjunjung tinggi kebenaran bukan?kenapa anfa bisa terbakar hanya karena perkataan dari penjaga kantin saja,apa karena penjaga kantin itu bibi anda makanya anda marah marah seperti itu?coba telisik lebih lanjut...lihat di layar cctv yang ada di dwkat meja kantin bibi anda...anfa pasti akan tahu apa yang terjadi sesungguhnya. dan satu lagi...jika dia adalah bibi anda yang sangat anda percayai...kenalin ini istri saya...saya lebih percaya dia dari suapapun...dan untung nya dia juga tidak mempermainkan kepercayaan saya.
"jeeeduuuuaaaarrr!!!!"suara petir menggelegar di kepala dokter tika dan membuat ya beringaut pergi dan dengan tubuh sempoyongan nya ia keluar menuju ruang satpam dimana kendali cctv ada di sana, ia ingin mencari kebenaran agar semuanya mudah dan ia tidak salah memihak pada seseorang
kaki nya serasa lemas hingga akan terjatuh, ketika ia dapati orang yang ia cintai selama ini ter yata sudah memiliki istri...dan ia ber status dokter spesialis pula.
"pak tolong putar ulang tayangan antara pukul dya belas sampai pukul satu siang pak..."ucap dokter tika pada para satpam yang tengah memantau pada layar tv nya,dimana di sana terhampar jelas suasana apa saja yang terekam pada kamera cctv.
"duuuaaaaarrrr!!"lagi lagi suara petir menyambar menggelegar tatkala untuk kedua kalinya ia percaya pada orang yang salah.
"bibi...kenapa kau tega memperlakukan aku seperti ini?bibi..
kau membuatku seperti pecundang yang gampang di monopoli...astaga bibi...aku telah menyalahkan orang yang salah...istri dari dokter arif sepertinya ia gadis baik baik dan tidak memandang rendah bibi ku meaki di perlakukan bibi dengan sangat keterlaluan nya.
"aku malu jika harus meminta maaf padanya karena tadi sudah memperlakukannya dengan tidak sopan...sudah menerobos masuk ke dalam ruang kerjanya dengan sangat bar bar."ucap dalam hati domter tika lagi yang lagi lagi membuatnya merasa bersalah dan benar benar tidak habis pikir dengan tingkah polah bibi nya yang sangat tidak berperasaan.
di tempat nana, terlihat penjual makan siang online nya sudah datang dengan membawa dua box makan siang untuk nana dan arif.tidak luoa uang nya pun langsung di bayar lunas oleh arof bahkan ia lebih i untuk si penjual tersebut.
"mas...beneran nih mau makan disini?mas yakin?mas nggak ke ruang kantor nya saja makan nya mas?"tanya nana pada suaminya.
__ADS_1
"nggak sayang...aku masih ingin makan bersamamu...ini adalah ganti yang tadi saat kau merasa di sakiti namun aku dengan **** nya tidak berada di depanmu...maafkan aku ya sayang...maaf..." ucap arif yang berkali kali meminta maaf dan membuatnya terlihat lucu di hadapan sang istri.