
"mas...kok gitu sih sama henri?mas cemburu padanya ya?"
tanya nana pada arif suaminya.saat panggilan telephone nya sudah di matikan.
"iya sayang...aku cemburu...apa kau percaya itu?"
tanya arif pada nana dengan tatapan tajamnya.
"iya aku mulai percaya,"ucap nana seketika yang membuat arif bahagia.
"kau mau kita bulan madu kemana sayang?keluar negeri?atau kemana?"tanya arif ingin tahu jawaban nana dengan elusan di pundak nana,karena dari tadi arif memeluk merangkul pundak nana.
"aku saja baru pulang dari luar negeri mas...aku ingin di sini saja mas...dekat dekat sini..."ucap nana begitu saja.
"tapi kau sungguh mau sayang?kau tidak keberatan saat aku nanti memintanya?menginginkannya?"
tanya arif pada isterinya.
"hemmmmz...mungkin nggak mas..."balas nana dengan kerlingan di matanya,dan seketika arif pun menjadi gemas tanpa henti jemarinya mengelus pipi istrinya.
"mas...ini di tempat umum...jangan berlebihan deh..."
__ADS_1
kata nana yang tersipu malu oleh ulah suaminya.
entahlah...mungkin saat ini arif berhasil mengintip ke pintu hatinya yang membuat nana terpesona dan tersipu dengan malu.
"baik sayang...mari kita pulang ya...aku ingin melanjutkan yang tadi lebih lagi...kau mau kan sayang?"tanya arif yang langsung membuat nana makin malu.
dan ia lebih memilih untuk diam tidak membalas nya,ia hanya menurut saja saat arif suaminya itu menarik menggenggam jemarinya untuk turut berjalan pergi bersamanya.
"sayang...tunggu di sini ya...aku ambil mobil dulu ya,"
ucap arif pada isterinya itu,dan kemudian berlalu pergi meninggalkan nana yang mematung sendiri di tepi jalan raya.dan sebentar saja arif sudah datang dengan mengendarai mobil nya,
"sayang ayo naik,"teriaknya pada nana yang masih di luar mobil,lalu nana pun masuk ke dalam mobil suaminya itu.
"dddddrrrrrt....dddrrrttt...."getaran ponsel arif yang ada di depan kemudi.di japit alat menghadap ke arah arif dan nana,seketika itu pula arif mengangkat panggilan video call nya,dan terlihat seorang perempuan.
"dokter arif...selamat malam...bagaimana?sudahkan kamu pikirkan mengenai soal tadi siang?"tanya seseorang wanita itu pada arif yang sedang mengemudi.
"dokter...saya dengan senang hati membantu anda...tapi..."
ucap arif sambil melirik ke arah isterinya itu.
__ADS_1
lalu nana pun mengangguk memberi isyarat pada arif,karena nana tahu apa yang sedang di bahas barusan.nana juga ikut terjun membantu bencana tersebut.
"baiklah dok...saya ikut ke posko..."ucap arif seketika dengan mantap nya.
"aaakh..."teriak nana seketika saat benturan kecil membuat kepalanya terkantuk ke samping.
"sayang kau tidak apa apa?apa kau baik baik saja sayang?maaf ya...tadi ada orang lewat...makanya aku mengerem mendadak,"ucap arif seketika pada nana yang tanpa sadar panggilan videonya masih belum di matikan.dan otomatis dokter wanita itu pun melihat dan mendengar ekspresi arif barusan,namun ia tidak melihat wajah wanita di sampingnya.
nana hanya tersenyum menatap ke arif suaminya itu dengan gelengan ringan di sana.
"dokter sudah punya pacar?"tanya dokter perempuan itu tiba tiba karena penasaran,karena dokter wanita itu pun menyukai dokter arif.
"bukan hanya pacar...saya sudah menjadi miliknya,"ucap arif seketika yang membuat kecewa di wajah dokter wanita muda itu dengan begitu jelasnya.
lalu tanpa sadar sambungan telephone itu sudah di matikannya.
"kan mas...kau membuat kecewa fans kamu lagi..."canda nana pada suaminya.
"salahnya sendiri lah sayang...ngefans sama suami orang..."balas arif dengan candaan pula.
"kau bisa bercanda ya mas...aku kira nggak bisa,"
__ADS_1
ucap nana seketika yang membuat arif merasa tidak enak.
"kamu mau lebih sayang?aku bisa..."balas arif dengan senyum licik di sana.