CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
keinginan


__ADS_3

setelah beberapa menit kemudian mobil yang di tumpangi arif dan nana tibalah di depan rumah arif,terlihat rumah sudah sepi saat itu,hanya pak satpam yang berjaga di pos satpamnya,


"bunda dan ayah apa sudah tidur ya mas kok sepi?"


tanya nana ingin tahu.


"mungkin sayang...akh sudah lah...ayo masuk saja,"


ucap arif yang terlebih dahulu turun dari dalam mobilnya di susul nana yang mengekor di belakangnya.


"dug,"kepala nana terkantuk punggung tinggi arif yang tiba tiba terhenti tepat di depannya.


"sayang...kau kenapa menyerudukku sih?"tanya heran arif,karena nana tiba tiba menatap nya.


"mas...kamu yang berhenti mendadak...kenapa?ada apa mas?"tanya nana ingin tahu.


"emmmz...apa kita nginap di hotel saja sayang...saat kau berteriak teriak nanti...nggak ada yang dengar,"ucap arif seketika dengan kerlingan nakal di sana.


"apa aku mau lahiran mas sampai teriak teriak segala,"

__ADS_1


ucap nana dengan senyum kememangan nya dan berlalu mendahului arif.


"akh....mas..."teriak sedikit kencang nana saat ia sudah menaiki anak tangga beberapa tingkat namun arif menariknya ke belakang hingga tubuhnya ambruk di pelukan suaminya.


"maas....apaan sih...jantungku mau copot nih mas..."


dengus kesal nana disana.


"yang aku maksud teriak seperti ini sayang...kau adalah kelinci buruanku...aku nggak akan melepaskanmu sayang..."ucap arif seketika yang membuat nana tersipu malu.


"udah ah mas...udah malam...ayo tidur saja ya...besok kerjaan numpukku udah menunggu."ucap nana tulus yang terpaksa di lepaskan arif.karena arif sudah janji nggak akan menuntut lebih dari sekedar ciuman.


"ehem...."tiba tiba deheman ayah membuat keduanya gelagapan.


"ayah...kirain udah tidur yah..."ucap arif tiba tiba sambil dengan nggak rela melepaskan dekapan dari tubuh nana.


"ayah dari dalam ruang kerja rif...kalian baru pulang?"tanya ayah dengan sedikit canggung nya.


"iya ayah...kami baru pulang..."balas nana mendahului ucapan yang akan arif katakan.

__ADS_1


"ya sudah...cepat naik ke atas istirahatlah..."


balas ayah dengan berjalan berlalu pergi.


lalu keduanya pun naik ke atas menuju kamar mereka.


"mas...aku masih ngecek file dulu...kamu mandi dulu nggak apa apa mas..."ucap nana sambil mengambil lalu membuka laptop nya dan menatap lurus ke layar nya.


dan tanpa kata arif pun masuk ke dalam kamar mandi,sejenak ia menyandarkan punggungnya di pintu dalam kamar mandi.wajahnya mendongak menerawang langit langit.


"kenapa ayah dan bunda selalu saja mengganghu sih...emangnya mereka nggak pingin secepatnya punya cucu apa,huh..."dengus arif dengan kesalnya karena ia gagal mencium isterinya.


"kenapa saat ini aku menginginkan anak dari nya?kenapa?kenapa tidak dari dulu?kenapa aku harus menyakitinya dulu baru aku menyadari perasaanku pada nya?"


pertanyaan pertanyaan bodoh yang memenuhi pikirannya.lalu ia melepas pakaiannya dan mulai mengguyur tubuhnya.


sepuluh menit kemudian arif keluar dari dalam kamar mandi,dengan dada hanya mengenakan handuk yang melingkari pinggangnya sampai atas lutut nya.sedangkan rambutnya masih terlihat begitu basah.


ia menatap nana yang tersungkur tertidur di atas laptop nya.lalu arif pun mendekat ke arah nana dan mengalihkan laptopnya.memindahkan tubuh nana ke atas tempat tidur dan menyelimutinya.

__ADS_1


__ADS_2