CINTA MEMILIH TUANNYA

CINTA MEMILIH TUANNYA
saling tak suka


__ADS_3

tepat pukul tiga sore bunda dan nana pulang ke rumah keluwarga surya wijaya.


rumah mewah...denga dua tiang besar yang berdempetan di sisi kakan dan dua lagi di sisi kiri,


bertingkat dengan cat warna perpaduan putih dan biru,


terlihat sangat cerah jika dilihat dari luwar.


tepat sebelum memasuki pelataran...terdapat gerbang besar membentang dari ujung ke ujungnya,


setelah melewati gerbang...tampak taman bergunduk-gunduk yang di tumbuhi rumput hias denga rapi nya,dan bunga-bunga langka yang ikut menghiasi taman,pohon yang di kerdilkan dengan pot-pot besar tertata rapi dan indah saat di pandang.


"om surya wijaya adalah seorang pengusaha yang sukses,sedangkan bunda farida mempunyai bisnis pakaian dan sepatu ber merk,


rama surya wijaya adalah dokter spesialis penyakit kulit.


dan arif surya wijaya...adalah dokter spesialis kandungan.


semua orang di keluwarga surya wijaya...adalah orang pe bisnis dan mempunyai ke ahlian,


hanya nana calon istri rama yang tidak punya ke ahlian apapun,tapi keluwarga surya wijaya mau mencari dan menerima nana sebagai calon menantunya.


sesampainya di halaman rumah mewah tersebut...nana ikut turun mengikuti bunda yang lebih dahulu turun,


bunda mempersilakan nana masuk ke dalam rumahnya,


nana pun turut masuk bersamaan bunda,


sedangkan belanjaan sudah di ambil dan di bawakan asisten rumah tangga bunda,


saat melewati ruang keluwarga...nana melihat foto keluwarga yang berjajar rapi,


nana menatap lekat foto di sebelah kanan om surya,terlihat sosok yang mencuri perhatiannya,jas biru dengan kemeja dalaman putih dan dasi yang senada dengan jas nya,


tampak tampan dengan rambut yang di rapikannya ke belakang.meski badannya lebih kurus dari kedua orang yang berdiri berjajar di sampingnya.


"calon suamiku,"


gumamnya.


tanpa nana sadari arif lewat di belakangnya begitu saja dari dapur,


membawa se cangkir kopi di tangannya,


"aaaakkkhhh...."


pekik nana saat tiba-tiba di belakangnya ia menyenggol seseorang.


matanya melotot seakan mau meloncat ketika ia tahu itu adalah calon adik ipar nya,


arif.


sepertinya ia baru dari luar rumah...ia masih memakai kemeja biru nya yang sekarang berubah kehitaman karena tumpahan kopi di dadanya.


"kamu buta ya....matamu kamu kemanain si?"


tanya arif dengan nada marahnya.


"maaf...


maaf....


sungguh aku tidak tahu...kau ada di belalangku..."


ucap nana dengan terbata-bata.


"minggir,"


ucap arif dengan sangat marah nya.


tiba-tiba....


"ada apa ini ribut-ribut?"


tanya bunda sambil mendekat menuju ke arah arif dan nana,


"sayang ada apa?"


tanya bunda pada arif.


"tanya saja pada dia,"


ucap arif dengan sadisnya dan berlalu pergi begitu saja.


"ada apa nak?"


tanya bunda pada nana.


"itu bund...aku terpesona menatap foto mas rama...dan aku tak sengaja mundur dan menabrak nya tadi..."


ucap nana dengan jujur nya.


lalu keduanya menatap foto rama disana.

__ADS_1


foto berukuran besaaar...terpampang di dinding ..


bunda duduk di depan kursi sedangkan ayahnya berdiri,


di samping kanan ada mas rama,dan di samping kiri ada arif.


ke empatnya berpakaian senada yang sangat menawan.


tiba-tiba nana terkejut saat melirik bunda farida dengan genangan air mata seperti nya telah terjadi sesuatu tapi entahlah.


"bund...kenapa bund?...."


tanya nana pada bunda farida.


"tidak apa-apa nak...bunda hanya menangis bahagia...dua hari lagi akan ada kamu yang menemani bunda."


ucap bunda


namun nana tahu bunda farida sedang berbohong...jelas-jelas itu tangis kehilangan...bukan tangis bahagia,"


ucap nana dalam hati.


"baiklah nak...cepat bersihkan dirimu...lalu kita makan malam sama-sama,"


ucap bunda.


nana pun menuju kamar dimana yang di tunjukkan bunda padanya.


nana naik menyusuri anak tangga menuju kamar paling pojok di sebelah kanan lorong.


lalu ia pun membukanya...nana lalu masuk.


disana sangat rapi...kamar yang luas....benar-benar luas...lalu ia membuka lemari pakaian yang berhajar rapi...


terlihat banyak kemeja laki-laki dan jas tergantung di sana,


"pasti ini kamar mas rama,"


gumam nana,


lalu dengan sumringah nana pun menuju kamar mandi,


ia mulai mandi.


lalu saat nana sudah selesai mandi...ia mengeringkan rambutnya yang masih basah itu di kamar mandi.


sayup-sayup ia mendengar pintu yang batu saja menutup,


sayup-sayup...ada yang menyalakan televisi.


"apakah itu mas rama?ia pulang?ia tahu aku disini?di kamarnya?"


tanya nana dalam hatinya.


lalu pelan-pelan nana membuka pintu kamar mandi tanpa menutupnya.


dilihatinya...sosok laki-laki yang duduk di sofa sedang memunggunginya,


dan dari belakang...nana berjingkat tanpa bersuara mengendap-endap.


secepatnya mengulurkan tangannya membekap mata laki-laki di depannya itu dengan kedua telapak tangannya.


"mas rama....kau pulang?apa kau ingin bertemu denganku?"


ucap nana yang di sambut kubasan kasar di tangannya.


"kau bukan mas rama,"


pekik nana saat melihat postur tubuh tinggi yang lebih tinggi dan gagah dari calon suaminya.


seketika nana terperanjat seperti ingin tenggelam di laut saja.


melihat sosok laki-laki yang kini berbalik menghadapnya dan menatapnya.


arif


ia arif yang kini tengah marah di hadapannya.


"apa yang coba kau lakukan huh?"


ucap arif dengan nada marahnya.


"bunda yang menyuruhku mandi di kamar ini...bahkan aku berniat akan istirahat di sini...aku tidak tahu ini kamarmu,"


triak nana ganti.


"keluar"


ucap arif dengan nada marahnya.


nana masih terpaku...tidak percaya...kenapa bunda menyuruhnya masuk kedalam kamar setan ini...padahal bunda tahu aku calon istri rama,apa aku yang salah masuk?ia...pasti aku salah masuk!"


gumam dalam hati nana.

__ADS_1


dan...


"keluar....kataku apa kau tidak dengar?apa kau tidak tahu bahasa manusia hingga masih mematung disini?"


ucap arif yang sudah benar-benar murka.


lalu nana pun turut keluar dengan handuk yang masih mengalung di lehernya.


riba-tiba langkahnya terhenti.


"tunggu...ini kan handuk si setan itu..."


lalu nana pun berbalik...membuka pintu kamar arif...lalu melemparkan handuknya.


"nih...ku kembalikan milikmu bukan..."


ucap nana lalu menutup pintu kamar arif.


nana turun ke bawah...yang di lihatinya bunda farida sedang menata makan malam di meja makan.


"bund...bunda kenapa bisa salah kasih kamar sih?"


ucap nana...


"ah masak si nak...kayaknya tidak deh..."


ucap bunda.


"ah...mungkin aku nya aja bund...yang lemot nangkep nya .."


sahut nana.


"baiklah...tolong panggilkan arif ya di kamarnya untuk makan malam bersama..."


ucap bunda.


"baiklah bund...tunggu sebentar ya..."


ucap nana


"ya...baru aja turun...eh...naik lagi ke kamar setan..."


ucap nana dengan tarikan nafas dalam nya.


sampailah nana pada depan pintu kamar arif,


ia ingin mengetok nya namun lagi lagi di urungkannya,


dan saat ia mencoba memberanikan diri...


ia tutup matanya dan mengetok dengan sekerasnya di sana..


"auuuhhh....kau tak punya mata ya..."


kata arif mengaduh saat hidungnya kena ketok tangan nana.


"oh...pantas saja tidak terasa keras..."


sambil tertawa menahan sebisanya.


"maaf...maaf calon adik ipar...aku benar-benar tidak tahu"


kata nana jujur.


namun tidak di gubris sama sekali oleh arif,


ia hanya ngeloyor begitu saja masih sambil memegangi hidungnya


dan nana pun berjalan menuruni anak tangga di belakangnya dengan menundukkan kepalanya.


mencoba menahan tawanya.


tiba-tiba...


"dug"


ia menubruk kepala arif yang berada di dua tangga lebih rendah dari nya,


"kenapa berhenti mendadak sih..."


ucap nana ketus sambil mengusap usap keningnya.


"apa hakmu ketus seperti itu padaku,"


ucap arif.


"aku sangat tidak suka padamu,".


ucap arif lalu berlalu turun begitu saja.


"sama"


sahut nana seketika.

__ADS_1


__ADS_2