
Arif berjalan mendahului istrinya dengan senyum kemenangannya,ia berharap dalam hatinya semoga saja istrinya bisa segera menerimanya,karena bunda dan ayah pastilah menginginkan cucu segera dari nya,
tangannya terus menggenggam jemari istrinya,hingga berjalan sampai ke tempat dimana mobilnya terparkir,kedua tangan tersebut tetap menyatu.
"sayang...masuklah..."ucap Arif saat sudah membukakan pintu mobil untuk istrinya,namun nana hanya terdiam mematung dan belum masuk ke dalam mobil juga.
"kenapa sayang?kamu nggak mau masuk?"tanya Arif pada sang istri,dan terlihat senyum nya yang mengembang.
"mas...gimana aku mau masuk jika mas nggak mau lepas tangan aku!"ucap nana sambil mengangkat tangannya yang masih di genggam oleh sang suami.
"oh...maaf sayang...aku nggak berasa loh..."ucap nya sambil melepas perlahan tangannya,
nana kemudian masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah terbuka tersebut sambil mengusap usap tangannya yang sedikit berkeringat menurutnya.
"emmmmb...mas...kita mau jalan kemana sih?"tanya nana pada suaminya,
"emmmb....makan lagi aja ya kayaknya..."canda arif pada istrinya,mereka memang mendapatkan makan sarapan gratis dari hotel yang mereka tempati,namun itu keduanya memilih untuk sarapan di kamar tadi pagi dengan pesan antar sarapan kesukaan sang istri,dan kini nana terkaget oleh perkataan suaminya,
"mas...kok makan lagi sih...tuh perut apa karet mas?"tanya nana dengan terkejutnya.
"emmmz...bercanda sayang...kamu tu ya...nggak pernah liat aku bercanda sih..."gumam Arif sambil terus mengemudikan mobil yang ia kendarai.
"emang nggak pernah liat mas arif bercanda sih...yang ada juga...mas arif yang suka marah dan bentak bentak...se enaknya sendiri."dengus nana dengan gerutu gerutunya yang lumayan lirih,hingga samar samar arif mampu mendengarnya dengan jelas.
"maafkan aku sayang...sungguh aku terlalu bodoh dahulu hingga menyia nyiakanmu sayang..."ucap dalam hati arif sambil menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya dengan sekerika.
"mas nggak apa apa?"tanya nana sambil menatap ke arah suaminya dan melihat raut wajah suaminya yang berubah sedikit sendu dan datar.
"nggak apa apa kok sayang...aku baik baik aja..."ucapnya sambil menoleh ke arah nana lalu menggenggam jemarinya.
"mas...tangan dua dong nyetirnya...aku masih mau bersamamu lebih lama lo..."ucap nana yang berniat menghibur suaminya,karena dari tadi ia melihat wajah sendu suaminya.Arif hanya membalas sang istri dengan senyum dan melepas genggaman tangannya.
kini Arif fokus menatap ke arah jalan dan sesekali menatap gps pada mobilnya,dimana ia akan mengunjungi mall yang ada di kota tersebut.
terlihat mobilnya mulai memasuki area mall dan mencari tempat parkir untuk mobilnya.
beberapa saat setelah mobil terparkir,arif tidak langsung keluar dari dalam mobilnya,
ia masih terduduk di kursi kemudinya dengan menghadap ke arah sang istri.
"ada apa mas?kenapa nggak keluar?"tanya nana saat menyadari suaminya tengah menatap ke arah nya dan mencoba meraih tangan nana untuk di genggamnya.
arif hanya tersenyum menatap sang istri sambil sedikit mata arif berkaca kaca.Arif hanya menggeleng untuk menjawab pertanyaan sang istri,Arif lalu menarik tangan nana dan memeluk tubuh istrinya,ia sungguh sangat bersyukur...dimana saat ini benar benar nyata ia bisa bersama dengan sang istri,ketika ia mengingat masa lalu yang begitu kelam untuk sang istri,mungkin jika arif saat itu di posisi nana,mungkin saat ini arif masih tidak mempedulikan perasaannya,namun berbeda dengan nana...ia begitu dewasa dan sangat pemaaf.
__ADS_1
"maaas...ada apa sih?"tanya nya lagi,namun Arif hanya menyudahi pelukannya dan mengajak sang istri keluar dari dalam mobilnya.
"baiklah sayang...mari kita belanja sepuasnya...kamu bisa ambil apapun yang kamu mau...silahkan..."ucap Arif sambil keluar dari dalam mobilnya dan sedikit berlari menuju pintu mobil sang istri dan membukakannya.
Dengan senang hati nana keluar dari dalam mobil sambil menyambut uluran tangan sang suami,keduanya berjalan menuju pintu masuk mall dengan bergandengan tangan.
"kemu senang?"tanya Arif sambil melirik ke arah sang istri.
"heeemmmz...cukup senang...namun...aku belum tahu...apakah akan puas...!"ucap nana sambil manggut manggut menatap suaminya.
"mau puas yang gimana sih?"tanya Arif sambil mengajak istrinya menuju ke toko pakaian yang ada di dalam mall.
"puas itu...saat apa yang kita inginkan...kita dapatkan lebih mas..."ucap nya sambil terlihat memilih milih pakaian yang akan ia coba kenakan,sebelum....ia pastikan untuk membelinya.
"mas...bagus nggak?"ucap nana sambil menempelkan satu pakaian yang terlihat mirip dress pendek se atas lutut dengan tanpa lengan.
"sayang...aku nggak bisa pastikan...jika kamu belum memakainya...ambilah...beberapa yang kamu kira pas untuk tubuhmu...nanti di coba satu persatu sayang..."ucap Arif sambil terlihat ikut memilih milih pakaian untuk sang istri.
"bisa saya bantu?anda ingin mencarikan pakaian untuk adik atau pacar nya?"tanya seorang penjaga toko baju yang ia datangi tersebut.
"emb...pasti anda beli untuk adik anda ya?anda terlihat masih muda...dan pasti belum punya pacar bukan?"
tanya penjaga toko baju tersebut sambil ikut serta memilih milih untuk Arif,namun arif tidak terlihat menggubrisnya sama sekali,bahkan hanya membalas pertanyaan sang penjual toko itu pun tidak.
Hingga dengan cueknya arif berlalu pergi meninggalkan penjaga toko tersebut.
Arif duduk di sofa tersebut sambil menyilangkan kakinya dan menyedekapkan kedua tangannya di depan dadanya.
"mas...ini...mungkin mas haus..."ucap penjaga toko yang menghampirinya sambil membawakan minuman pada arif,ia bermaksud menarik perhatian arif di sana.
"mas masih lajang?"tanyanya lagi saat minuman itu di ambil oleh arif,arif bermaksud akan memberikannya pada sang istri.
"huuuft...."dengus arif sambil membalas pertanyaan sang penjaga toko dengan senyum tertahannya.
lalu arif pun pergi meninggalkan tempat duduknya dan terlihat bergegas memilih milih pakaian untuk istrinya lagi.
meninggalkan si penjaga toko sendirian.
"lhoooh...mas arif kemana sih??tadi kayaknya di sini deh...
kok setelah aku keluar...nggak ada di sini ya??"gumam nana saat baru keluar dari kamar ganti dengan mencoba pakaian yang cantik.
"hemmmz...pasti ini selera mas arif kan...muda cantik segar."ucap dalam hati nana dan kemudian ia putuskan membeli dua yang seperti itu,karena ia tadi tanpa sengaja melihat arif bercakap cakap dengan penjaga toko yang masih sangat belia kelihatannya.
__ADS_1
Arif ternyata malah memilihkan pakaian atasan lengan sesiku dengan tali panjang di dadanya,di padukan dengan celana panjang yang kekinian untuk sang istri,menurutnya nana lebih cocok memakai pakaian yang seperti itu,terlihat anggun dan lebih nyaman jika di kenakan saat perjalanan jauh.Ia membeli dua atasan dan dua celana yang hampir mirip modelnya namun beda warna dan bentuknya,
arif tahu ukuran sang istri darinya dan juga pakaian nana seukuran saja.
terlihat Arif menuju kasir dengan membawa pakaian pakaian yang akan ia beli,semua ternyata adalah pakaian sang istri,ia lupa tidak membeli untuknya sendiri.
dengan cepat penjaga toko pun menghampiri petugas kasir dan mencoba menggantikan tugasnya,ia masih ingin meminta nomor ponsel laki laki tampan nan cuek tersebut,menjadi sebuah tantangan untuknya untuk mendapatkannya.
"hai mas...ketemu lagi...mas sudah selesai belanjanya?"
tanya si penjaga toko sambil bergeser menyuruh petugas kasir minggir.
"emb...sudah mbak..."ucap Arif sambil memasang wajah datar nya.
"emb...mas nggak nambah lagi?"ucap penjaga toko sambil melihat lihat pakaian yang di beli laki laki tampan di depannya ternyata semua kekinian dan model terbaru.
"mas...bisa tukeran nomor telephone?"tanya penjaga toko sambil mengambil pakaian pakaian dan menotalnya,
"beruuugk..."tiba tiba nana memberikan tumpukan baju yang ia bawa ke atas tumpukan baju yang sudah akan di total semua oleh penjaga toko.
dimana...disana terlihat satu kemeja lengan panjang laki laki dan dua kaos berkerah longgar di tambah celana pendek laki laki selutut,sedangkan pakaian yang ia ambil untuk dirinya sendiri hanya satu saja,dress pendek seatas lutut.
nana melihat suaminya hanya membelikan untuknya saja,namun tidak memikirkan dirinya sendiri.
"pak...dompet saya ketinggalan...bisakah anda sekalian membelikan ini untuk suami saya tercinta?dia sangat ceroboh soal pakaian...dia membelikan istrinya ini banyak pakaian tapi tidak beli untuk dirinya sendiri."ucap nana dengan mata berbinar menatap ke arah arif.
"mbak kok gitu sih...nggak tahu malu ih...nggak kenal juga minta di belikan...pakai modus nggak bawa dompet segala...masih mending aku cuma minta nomor ponselnya...itu pun belum dikasih...nah mbak sampai kayak gini...malu dikit napa mbak...tunggu antrian lah paling nggak...mas nya mau milih siapa."
ucap gadis muda itu dengan percaya dirinya,karena ia menilai...dirinya lebih muda dari nona nona yang ada di sampingnya itu,ia lebih cantik...karena make up tebal yang ia pakai di wajahnya,hingga terlihat sempurna di mata lawan jenis nya.sedangkan wanita di depannya begitu polos hanya dengan memakai lipstik ringan saja yang ia poles untuk bibirnya.
apa lagi permintaan nona itu sangat tidak masuk akal...membelikan pakaian untuk suaminya namun minta di bayarin orang lain.dan begitu tidak tahu malunya...pasti laki laki tampan di depannya itu langsung menolak modus lama seperti itu.Dengan senyum senang menghiasi bibirnya dan memisahkan pakaian wanita itu dengan pakaian laki laki yang beberapa sudah ia total tadi.
"nona...karena sepertinya anda sangat mencintai suami anda...dan sepertinya anda tulus membelikannya untuknya...baiklah...saya akan membelikannya untuk anda,"ucap Arif pada nana di sampingya.
"eeeeh...mas tunggu dong...ini apa apaan sih...kok jadi nurut aja sih sama wanita ini...anda kena hipnotis kah?"
tanya penjaga toko sambil keheranannya.
Namun tidak di gubris oleh Arif dan nana yang terlihat saling menatap berpandangan satu sama lain.
"oh ya pak...sepertinya...model baju itu...tidak terlalu buruk...selera anda ternyata sangat baik ya..."ucap nana dengan tangan terlihat mengambil beberapa dan melihatnya.
"mbak...anda ini cerewet sekali ya...udah baik di belikan mas nya ini...masih aja komentar...dasar....!!"dengus kesal si penjaga toko.
__ADS_1
"hemmmz...dia istri saya...jadi biarkan dia sesuka hatinya berkomentar tentang baju yang saya belikan...toh nanti dia juga yang akan memakainya."ucap Arif sambil merangkul pinggang nana dan memeluknya.
"jeddduuuuaaaarrrr!!!!"tiba tiba petir menyambar di kepala penjaga toko.seketika ia lunglai hingga petugas kasir yang asli menempati tempatnya lagi dan menotal semuanya dari awal lagi.Arif memeluk pinggang nana dan nana membalas pelukan suaminya yang ikut memeluk pinggang suaminya,dan tersenyum menatap satu sama lain.