
" Bagaimana pak?." tanya KIA setelah mengerjakan soal yang di berikan oleh Dewa.
Dewa meneliti apa yang telah di kerjakan oleh KIA di depan kelas.
Dewa merasa takjub, bagaimana tidak takjub kalau Kita mengerjakan dengan begitu bagus dan sesuai dengan apa yang di buku, padahal materi tersebut belum ia jelaskan.
" Bagus." ucap Dewa singkat.
" Silahkan duduk, baik anak anak, kalian bisa mencontoh teman kalian tadi, jadi kita akan belajar lebih mudah kalau kalian semua belajar dengan giat di rumah.
" Baik pak." jawab mereka serempak.
-----------------
__ADS_1
Beberapa hari kemudian Dewa yang sedang istirahat di ruang guru mendengar suara gaduh seperti suporter yang terus memanggil nama KIA, Dewa yang penasaran berdiri lalu berjalan keluar menuju depan ruang guru.
" Ada apa pak Imam?." tanya Dewa yang berada di sebelah pak Imam.
" Oh, itu pak, KIA sedang beraksi, lihat pak, meskipun dia tergolong siswi yang sering bikin Onar, dan setiap harinya mesti masuk ke ruang BP tapi dia itu tergolong siswi yang berprestasi, bahkan semua guru lebih banyak kagum nya dari pada jengkel nya." ucap pak Imam.
Dewa melihat ke arah depan, dia juga merasakan seperti itu, sejak pertama kali bertemu dengan KIA, dia sudah sangat jengkel setengah mati, bahkan dia berdoa agar saat di memiliki istri nanti nya, sifat dan tingkah laku nya tidak seperti siswi nya tersebut, eh eh kok ngomongin tentang istri, pacar saja belum punya, tapi Kia adalah seorang wanita satu satu nya yang dekat dengan diri nya.
Dewa menggeleng gelengkan kepala nya, bahkan pak Imam melihat Dewa.
" Ti... tidak pak, ngapain juga saya suka dengan dia, yang jelas jelas kalau dia itu siswi kita sendiri, kan tidak boleh pak guru pacaran dengan siswi nya." elak Dewa.
" Kalau suka juga tidak apa apa pak, KIA juga sebentar lagi lulus, dan siapa juga yang melarang, memang sekolah ini mempunyai aturan tapi kalau di luar kan tidak pak, tidak apa apa pak gas poll pak, KIA juga cantik kok, tapi bapak harus kerja keras ya pak, karena siswa di sini banyak sekali yang menaruh hati kepada Kita, coba bapak lihat, yang sebelah kanan itu dari kelas XII dan sebelah kiri itu dari kelas X dan XI,." ucap pak Imam sambil menepuk bahu Dewa dengan pelan lalu meninggalkan Dewa yang hanya diam saja disana,.
__ADS_1
Dewa meresapi kata kata yang di ucapkan oleh pak Imam barusan, apa benar kalau dia sudah menyukai gadis bawel tersebut.
Dewa menghembuskan nafas berat nya, bagaimana bisa dia menyukai gadis yang dari keluarga sangat kaya, bahkan diri nya dan Kia bagaikan bumi dan langit, diri nya yang hidup sederhana sedangkan Kia adalah putri tunggal dari pengusaha yang nama nya sudah melambung tinggi.
Papa KIA pasti memilih untuk calon menantu nya kelak.
Dewa juga masih memiliki tanggung jawab terhadap ibu nya yang saat ini sedang sibuk membuat kue kue yang di pesan oleh para tetangga nya di sana.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak