
Di bangku Rumah sakit.
Mereka berdua duduk di bangku taman rumah sakit, meskipun mereka hanya ngobrol berdua tapi duduk mereka tidak berdekatan, karena baik Kia maupun Dewa tidak mau terjadi ke salah pahaman dan pasti nya akan menjadi fitnah untuk ke depan nya.
" ternyata kamu putri nya pak Ari!!!!." Seru Dewa.
" iya, emang kenapa pak?." tanya Kia
" Tidak menyangka saja kalau pak Ari memiliki seorang putri seperti kamu." jawab Dewa.
" Ha ha ha pasti bapak tidak percaya ya, tenang saja pak, seperti yang pak Dewa tadi dengar, meskipun saya nakal dan selalu bikin onar, tapi saya bisa menjaga kehormatan saya, dan untuk Roy, El dan Bayu, 3 sahabat laki laki saya itu adalah bagi saya dan Salsa adalah pelindung seperti saudara sendiri, mereka tidak sedikit pun berbuat yang tidak pantas kepada kita, mereka selalu menjadi garda terdepan untuk kita berdua, itu lah saya begitu sayang sama mereka." jawab Kia dan Dewa hanya mengangguk anggukan kepala nya saja.
" Persahabatan yang solid ya." ucap Dewa
__ADS_1
" Bukan sahabat lagi pak, kita ber lima seperti saudara, bahkan orang tua kami juga saling kenal satu sama lain, kita tidak ada yang panggil Om Tante, semua nya sama memanggil nya, oh iya gimana kabar Bu Ningsih pak?." tanya KIA.
" Alhamdulillah, ibu sehat, kamu sudah lama tidak ke rumah ibu, ibu cerita ke saya, oh iya terima kasih ya, beberapa bulan yang lalu kamu sudah tolongin ibu. " ucap Dewa.
" Ah sama sama pak, bukan nya sesama manusia harus saling tolong menolong, benar bukan pak?." ucap Kia sambil menarik turun kan ke dua alis nya dan itu membuat Dewa tertawa lebar sambil geleng geleng kepala.
Deg .....
" Masha Allah manis nya senyuman bapak." ucap Kia dengan polos nya dan itu sukses membuat Dewa menghentikan tawa nya.
" Ih bapak ini, bikin rambut Kia berantakan, salam ya pak buat ibu, salam kangen dari KIA, dan maaf kalau Kia jarang ke rumah lebih tepat nya nanti yang ke sana mungkin hanya bunda saja pak, karena saya tidak mau di cap sebagai pelakor, lihat tatapan dari cewek bapak uhhhh bikin serem tahu pak, kelihatan banget kalau tidak suka sama Kia, oh iya kapan bapak merried nya?." tanya KIA.
Dewa langsung termenung dengan ucapan Kia, Beberapa hari yang lalu ibu nya cerita kalau Kia sudah lama tidak main ke rumah dan ibu merasa kehilangan seorang anak perempuan, sejak ibu mengenal Kia seperti mempunyai warna baru di hidup nya, begitu pun dengan diri nya, sejak ia memperkenalkan WITA sebagai kekasih nya, sikap Kia sangat terlihat kalau ia begitu menjaga jarak, mungkin benar apa yang dikatakan oleh Kia barusan, kalau Kia tidak mau di sebut sebagai pelakor.
__ADS_1
" Kalau untuk nikah belum tahu Kia, masih minta petunjuk sama Allah untuk di bukakan pintu jodoh nya, dan yang terbaik buat saya dan ibu, bagaimana pun juga nanti istri saya juga harus menerima ibu saya." ucap dewa dan Kia mengangguk anggukan kepala nya.
" Pak, KIA boleh bertanya?????." tanya KIA.
---------------
Jeng jeng jeng, apa coba yang akan di tanyakan Kia kepada Dewa.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...