Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Berkaca kaca


__ADS_3

" Bu, KIA pamit pulang ya." ucap Kia


" Lo kenapa nak, kok keburu pulang, ini saja putra ibu baru saja datang." tanya Bu Ningsih


" Itu Bu, bunda Sama ayah mau nyampek rumah, jadi Kia pulang saja, kasihan kalau ayah bunda sudah nyampek rumah tapi Kia malah tidak ada di rumah." jawab Kia


" Baiklah, kalau begitu hati hati, sering sering ke sini ya, seperti biasa nya, Dewa ibu minta tolong, tolong antarkan KIA ya, WITA biar di sini sama ibu,." pinta Bu Ningsih.


Dewa menganggukkan kepala nya namun segera di cegah oleh KIA.


" Eh tidak usah Bu pak, ini Kia sudah pesan taksi kok, mungkin sebentar lagi nyampek." ucap Kia


" Kalau begitu Kia pamit ya Bu, pak Dewa dan Tante.....?." ucap Kia menggantung.


" WITA nak." jawab Bu Ningsih


" siapa yang kamu panggil Tante?." tanya WITA.

__ADS_1


" Lha terus panggil apa? kalau kakak seperti nya tidak cocok." jawab Kia


" Kamu....." ucap WITA menggantung, dia lupa kalau dia sekarang ada di rumah Dewa.


" Awas saja Lo ya, coba kalau tidak di sini, sudah Gie robek robek tuh mulut." ucap WITA dalam hati nya


" Sudah sudah jangan berantem, ya sudah kalau begitu hati hati ya." ucap Bu Ningsih, Sedangkan Dewa sedikit tersenyum mendengar keusilan dari KIA, sudah lama ia tidak melihat keusilan KIA.


" Ya sudah Bu, KIA pulang dulu." ucap Kia sambil menyalami satu per satu orang yang di sana, di saat setelah menyalami Dewa, KIA berdiri tepat di sebelah Dewa, kIA berkata


" Selamat ya pak, semoga SaMaWa ya, KIA senang melihat pak Dewa bahagia." ucap Kia dengan begitu lirih, bahkan WITA dan Bu Ningsih tidak bisa mendengar nya, namun Dewa yang mendengar itu bukan nya bahagia tapi sedih, karena Kia berkata dengan suara seperti orang sedih.


WITA dan Kia saling berbisik.


" Lo jangan macam macam sama gue, dan jauh jauh dari Dewa dan keluarga nya." ucap WITA pelan


" Tante tenang saja, KIA kasih saran ya Tan, make up nya jangan tebal tebal biar tidak seperti lenong berjalan." ucap Kia setelah itu berjalan keluar rumah setelah mengucapkan Salam.

__ADS_1


Di luar rumah Kia tiba tiba mata nya menetes air mata nya, entah itu air mata apa, namun ia seperti lebih bahagia karena ia melihat orang yang ia sayangi bahagia.


" Gue tidak boleh sedih, gue harus bahagia melihat pak Dewa mau menikah dan bahagia, bukan nya dari awal gue hanya ingin usilin pak Dewa saja, ngapain juga hati ini tidak terima saat pak Dewa membawa calon istri nya, tapi seperti nya gue sangat familiar dengan Tante WITA, kira kira ketemu dimana ya, oh iya di cafe dan mall, eh tapi tidak mungkin sih, jelas jelas berbeda, kalau di cafe sama mall kan tidak berhijab, lha tadi pakai hijab, ah ngapain juga gue urusin orang lain


30 menit yang kemudian.


WITA berpamitan kepada Bu Ningsih.


" Wa, kenapa kamu selalu pakai mobil kalau dengan ku, kenapa tidak pakai motor kamu?." tanya WITA


" Lebih enak naik mobil Wit, lebih aman, kamu sendiri kan yang bilang kalau lebih suka naik mobil dari pada motor dan kamu juga takut kalau make up kamu hilang." jawab Dewa langsung masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan WITA yang masih berdiri di depan pintu.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...


__ADS_2