Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Rumah wita


__ADS_3

" Cantik banget gue pakai baju seperti ini, ini kesempatan bagus untuk memiliki Dewa seutuhnya, gue tidak mau kehilangan Dewa lagi, gue ingin segera menikah dengan Dewa." ucap WITA.


WITA segera berangkat ke salon, tidak lupa ia juga membawa baju yang telah ia siapkan sedari pagi


Tin.... Tin.... Tin..


Klakson mobil yang berada di depan rumah WITA berbunyi.


" Eh, den Dewa, langsung masuk saja den, non WITA sudah menunggu di dalam den." ucap Satpam rumah WITA.


" Terima kasih ya pak, oh iya pak ini ada sedikit rejeki dari saya dan ibu untuk bapak sama mbok Yem, tapi jangan bilang siapa siapa ya pak " ucap Dewa


" Eh, terima kasih ya den, Alhamdulillah rejeki anak saya den, untuk bayar sekolah anak saya dek." ucap pak Asep.


" Sama sama pak, kalau begitu saya ke dalam ya pak." ucap Dewa dan di anggukin kepala oleh pak Asep


Tok Tok Tok


Dewa mengetuk pintu.


Ceklek


Pintu terbuka.

__ADS_1


" Assalamualaikum." Dewa mengucap salam.


" Waalaikumsalam, den Dewa, gimana kabar nya den? sudah lama Aden tidak maen ke sini." ucap mbok Yem.


" Alhamdulillah baik mbok, iya lagi sibuk ngajar mbok, jadi lama tidak maen ke sini, WITA ada mbok?." tanya Dewa.


" Eh, maafin mbok ya den, Aden sampai tidak di persilahkan masuk, no WITA ada di dalam den, silahkan masuk." jawab mbok Yem.


" Terima kasih ya mbok." jawab Dewa.


Dewa masuk lalu duduk di sofa ruang tamu.


" Maaf ya Wa, kamu lama menunggu aku." ucap WITA yang baru saja sampai di ruang tamu.


" Kamu cantik Wit, kalau benar penampilan kamu seperti ini, namun ini semua hanya topeng kamu belaka." ucap Dewa dalam hati.


" Wa, kamu kenapa?." tanya WITA.


" Hah, oh tidak apa apa kok Wit, kamu sudah siap, kalau begitu jalan sekarang aja." ucap dewa berdiri dan WITA hanya mengangguk kepala nya.


" Lho sudah mau jalan den non?." tanya mbok Yem.


" Iya mbok, titip rumah ya, assalamualaikum mbok." jawab Dewa sedangkan WITA hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari mbok Yem.

__ADS_1


Setelah kepergian Dewa dan WITA, pak Asep dan mbok Yem masih di gerbang rumah WITA.


" Mbok, ini ada titipan dari den Dewa, tadi den Dewa berpesan jangan bilang siapa siapa." ucap pak Asep sambil memberikan amplop berwarna putih.


" Alhamdulillah, pak Asep ini benar dari den Dewa? tapi kok tebal ya pak, apa den dewa tidak salah kasih ke kita?." tanya mbok Yem.


" Tidak mbok, aku juga dapat sama seperti punya mbok Yem." Jawab Pak Asep.


" Alhamdulillah, Den Dewa baik baik banget ya pak, semoga saja den Dewa di lancarkan rejeki nya, Amiiinnn." ucap mok Yem.


Pak Asep juga mengamini ucapan mbok Yem barusan.


" Tapi jujur ya pak, mbok kok kasihan ya sama den Dewa, den Dewa tahu nya non WITA seperti tadi, kalau tahu yang sebenarnya gimana ya pak?." tanya mbok Yem.


" Kita berdoa yang terbaik saja ya mbok, kalau emang jodoh mau bagaimana pun tetap bersama, kalau emang nanti jodoh nya non WITA adalah Den Dewa, ya semoga saja den dewa bisa merubah non WITA menjadi lebih baik lagi." ucap Pak Asep.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2