Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
129


__ADS_3

" Siapa yang bilang kue Bu Ningsih tidak enak, enak kok Bu, ini lihat badan saya, kebanyakan makan kue Bu Ningsih." ucap bunda dengan tersenyum.


" Terima kasih Bu, kalau ibu suka dengan kue saya, namun saya masih minder dan takut kalau orang tua bapak tidak menyukai kue dari saya." jawab Bu Ningsih.


Ke esokkan hari nya


Semua sudah berada di bandar untuk menuju ke Negara Sakura.


" Sudah siap semua kan, yuk kita berangkat, itu penerbangan kita sudah mau berangkat." ucap ayah


" Siap yah." jawab Dewa dan Kia


Setelah berdoa semua nya berjalan arah pesawat yang akan mereka naikki.


" Nak, ibu kok takut ya." ucap Bu Ningsih yang tepat berada di sebelah Dewa.


" Tenang saja ya Bu, kita berdoa saja, semoga kita selalu dalam Lindungan Allah SWT." ucap Dewa.


" Amiiinnnn." jawab Bu Ningsih dan KIA.


Di dalam pesawat, Dewa bersebelahan dengan Kia. Bu Ningsih dengan bunda Rosa. dan ayah duduk sendiri.


" Kamu kenapa sayang." tanya Dewa yang melihat Kia hanya diam saja.

__ADS_1


" Tidak ada apa apa mas, cuma lagi nikmati pemandangan saja, sudah lama Kia tidak ke rumah Oma dan opa." ucap KIA.


" Ya sudah, kalau capek istirahat saja, mas mau tidur dulu oke." ucap Dewa dan di angguki oleh KIA.


Tidak terasa waktu begitu cepat, sekarang rombongan Dewa sudah sampai di bandara Jepang.


" Ayo kita naik mobil, tadi ayah sudah hubungi sopir." ucap ayah.


" Lho, pasti papa sudah dong yah." ucap bunda.


" Tidak tahu Bun, ayah sudah kasih tahu jangan bilang ke siapa siapa, terutama ke mama dan papa." ucap ayah.


15 Menit kemudian


Di sebuah rumah berlantai 2, rumah sederhana tapi halaman nya yang begitu luas.


(Saya pakai bahasa Indonesia saja ya kakak.)


" Pa, mama rindu Ari, apa dia marah sama kita karena tidak bisa hadiri pernikahan Kia cucu kita?." tanya mama


" Tidak mungkin Ari marah sama kita ma, kamu tahu sendiri Ari seperti apa, mungkin Ari belum telp kita karena sibuk, kita doakan saja anak, mantu serta cucu kita selalu sehat dan bisa main ke....." ucap papa belum selesai namun....


" Opa ... Oma ... KIA cantik datang." ucap KIA dengan berteriak dari arah luar.

__ADS_1


" Pa, kamu dengar tidak, itu seperti suara Kia." ucap Mama


" Iya, papa juga dengar ma, tapi tidak mungkin mereka, Ari atau pun Rosa juga tidak kasih tahu kita kalau mereka mau datang." jawab papa.


Sedangkan di luar, semua nya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah KIA.


" Kamu harus sabar ya, nanti kamu di duakan sama Kia, KIA pasti akan di monopoli oleh Oma dan opa nya." ucap ayah dengan menepuk bahu Dewa.


Dewa hanya tersenyum.


" Masha Allah rumah nya indah sekali dan pasti nya sejuk banget." ucap Bu Ningsih.


" Harus betah ya Bu." ucap bunda.


" Oma opa, kenapa tidak berdiri, apa tidak rindu dengan Kia." ucap KIA dengan berteriak dan posisi nya masih jauh dari posisi Oma dan opa


Oma dan Opa membalikkan badan nya dan langsung berdiri.


" KIA.....


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...


__ADS_2