
" Assalamualaikum ibu." KIA mengucap salam.....
Bunda dari arah belakang memukul bahu putri nya itu, bagaimana tidak memukul kalau putri nya itu bertindak tidak sopan di rumah orang yang baru saja di kenal.
" Bunda ih, sakit tahu." jawab Kia sambil mengelus elus bahu nya.
" Kamu itu sopan sedikit kenapa Kia, jangan di samakan seperti kamu di rumah sendiri." ucap bunda.
" Tidak apa apa Bu, kalau nak KIA seperti itu, saya malah senang, berarti nak KIA sudah menganggap seperti rumah sendiri." ucap seseorang dari arah dalam rumah.
" Eh, ibu, tuh Bun dengerin, ibu saja tidak masalah, kenapa bunda marah marah." ucap Kia.
Bunda hanya tersenyum masam mendengar ucapan dari putri nya, putri nya bertingkah seperti tidak pernah di ajarin sopan santun saja.
" Eh, ibu, kenalin nih bunda nya Kia." ucap Kia.
__ADS_1
Bunda dan Bu Ningsih bersalaman
" Rosa Bu." ucap bunda Rosa
" Saya Ningsih, mari Bu, silahkan masuk, maaf Bu, kita malah ngobrol di depan rumah." jawab Bu Ningsih.
Setelah duduk dan ibu minta tolong pada bik Darmi untuk membuatkan 3 gelas minum dan kue
" Eh non KIA." ucap bik Darmi setelah masuk ke ruang tamu.
" KIA......!!!!." seru bunda, bunda merasa tidak enak karena putri nya seperti kenal banget sama keluarga ini
" Tidak apa Bu Rosa." sahut Bu Ningsih sebelum Kia menjawab, bahkan Kia hanya menyengir saja.
" Em, begini Bu, saya minta maaf sebelumnya, karena saya bertamu tanpa memberitahu ibu dulu, saya tanya Kia mengenai no telp, jawab nya malah tidak punya." ucap bunda
__ADS_1
" Tidak apa apa Bu, saya malah senang kalau ibu Rosa dan nak KIA kesini, rumah malah rame, maklum Bu putra saya orang nya sibuk, jarang di rumah, ketemu saja pasti jam jam sore banget, tapi maaf ya Bu, rumah nya jelek." Jawab Bu Ningsih.
" Wah Bu Ningsih terlalu merendah, kita sama Bu, kalau ibu kesepian bisa main kerumah saya Bu, kita bisa hang out sama sama, saya juga seperti ibu, suami saya sibuk banget, sedang punya putri satu tapi sibuk dengan teman teman nya." Jawab Bunda.
" Em, begini Bu, kemarin Kia kan pulang di bawain oleh oleh sama ibu, dan rasa nya sangat enak, bahkan suami saya juga senang banget bu, terus kedatangan saya ke sini, apa ibu menjual kue kue dan masakan ibu?." tanya bunda dengan hati hati, karena takut menyakiti hati Bu Ningsih..
" Alhamdulillah kalau ibu sama suami suka dengan kue dan masakan saya, memang benar saya jualan kue Bu, tapi untuk masakan saya belum berani Bu, karena saya hanya di temani dengan baik Darmi." jawab Bu Ningsih.
" Saya jualan juga buat bantu bantu putra saya Bu, meskipun putra saya tidak pernah meminta, tapi sebagai ibu saya tidak mau merepotkan putra nya, dia punya mimpi dan pasti dia akan membuang mimpi nya agar ibu nya ini bisa makan dan hidup enak, suami saya sudah meninggal lama Bu, aduh maaf ya Bu, saya malah cerita pribadi saya." ucap Bu Ningsih.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak