
" Assalamualaikum pak Bu." ucap Dewa dengan berbisik, takut kalau Kita mendengar nya, tidak lupa Dewa juga mencium punggung tangan Pak Ari dan Bu Rosa.
" Waalaikumsalam." jawab Pak Adi dan Bu Rosa bergantian.
Bu Ningsih pun juga ikut menghampiri mereka semua.
" Kita kok berhenti, apa boleh Kia buka penutup mata nya." ucap Kia.
" Eh jangan Kia, ayok kita jalan lagi." ucap bunda setelah mendapatkan arahan dari Dewa.
Pak Ari, Bu Rosa, Bu Ningsih, Dewa dan KIA berjalan ke depan di mana di sana sudah ada sebuah meja yang di atas nya ada kue tart untuk Kia.
Setelah mereka ber lima sampai di depan, semua para teman Kia yang baru saja datang dan teman Dewa serta pegawai Cafe ikut berdiri dan pegawai yang bertugas untuk memberi bagian kejutan.
" Siap ya Kia, hitung mundur dari 3, bunda buka penutup mata nya." ucap bunda.
" 3....... 2....... 1......." ucap ayah
KIA langsung membuka mata nya dan masih menyesuaikan dengan lampu cahaya di tempat itu.
" Surprise." ucap semua orang di sana.
KIA bengong melihat di sana begitu banyak orang, baik para sahabat, dan guru nya, di sana ternyata juga ada Bu Ningsih.
" Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you." semua orang yang ada di sana menyanyikan lagu happy birthday to you untuk Kia.
Tiup lilin nya, tiup lilin nya, tiup lilin nya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga.
Sebelum meniup lilin, KIA memanjatkan doa, hanya KIA dan Allah yang tahu atas doa yang di ucapkan oleh KIA barusan.
__ADS_1
" Selamat ulang tahun ya sayang, semoga tambah Sholehah nya, jadi Anak yang tambah rajin dan bangun lebih pagi lagi." ucap bunda sambil mencium ke dua pipi putri nya.
" Selamat ulang tahun princess nya ayah, semoga jadi lebih dewasa lagi, jangan bandel lagi, dan selalu sukses untuk kamu ya nak." ucap ayah mencium kening KIA dengan begitu dalam.
Setelah itu semua para tamu juga ikut memberikan ucapan selamat kepada Kia.
dan yang paling terakhir memberikan ucapan adalah Dewa, posisi Dewa saat ini tepat di depan Kia sambil menatap KIA yang sejak diri nya ada di depan Kia, pandangan Kia selalu turun.
" KIA......" panggil Dewa.
" Iya pak." jawab Kia.
" Selamat ulang tahun ya, saya hanya bisa berdoa untuk kamu adalah doa terbaik saja, dan semoga Allah mendengar dan mengamini doa dari saya." ucap Dewa
" Terima kasih pak, terima kasih juga atas kejutan yang bapak berikan kepada saya, saya begitu bahagia atas kejutan dari bapak ini." Jawab Kia.
" KIA." panggil Dewa lagi, namun saat ini Dewa berjongkok di depan Kia dengan salah satu kaki nya yang di lipat.
" Aku di sini bukan untuk diriku sendiri. Aku di sini karena ketakutanku pada Tuhan. Seraya men jalankan titah Tuhan.
Aku di sini bukan tentang diriku sendiri. Hanya berharap tergolong dalam naungan sang Baginda Rasul dengan menjalankan sunnah Nya.
Aku di sini bukanlah untuk diriku sendiri. Melainkan untuk dirimu, yang suatu saat nanti akan menjadi prioritas dalam hidupku setelah Tuhan dan Nabi.
Aku ingin Kau menjadi perhiasan terindahku, yang kelak kan bersama mengarungi titian menuju Surga, menggapai ridho-Nya.
Izinkan aku dengan segala perasaan yang dititip kan Tuhan ini membuat pengakuan. Sudah sejak lama diri ini menyimpan rasa suka. Bukan aku tidak ingin memilikimu.
Aku hanya ingin menjagamu hingga halal bagiku menyentuhmu. Dan malam ini, aku ingin men gatakan dengan segenap kerinduanku. "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Jadilah pendamping hidupku, Mau kah kamu menjadi penyempurna dalam Agama ku, serta mau kah kamu menjadi ibu dari anak anak ku." Ucap Dewa.
__ADS_1
Suara tepuk tangan yang bergerumuh, tapi itu tidak membuat Kia dan Dewa terganggu, bahkan mereka berdua saling menatap.
" Nak, jawab dong atas pertanyaan dari nak Dewa." ucap Bunda yang menyadarkan KIA dari keterkejutan.
" Pak Dewa, bangun pak, ngapain bapak seperti ini." ucap Kia
Dewa berdiri tepat di sebelah KIA.
" Pak ini kan baru hari ke dua, kenapa bapak melamar Kia lagi, apa bapak perlu melamar KIA selama 3x dan pasti nya Kia akan memberikan sebuah piring cantik untuk bapak." canda KIA.
Semua orang yang di sana tertawa mendengar ucapan Kia barusan, sedangkan Rendi dan Zaki tidak percaya kalau Dewa sudah melamar gadis pujaan nya selama 2x pula, bahkan baru kali ini Dewa seperti itu, padahal di luaran sana, masih banyak gadis gadis yang mengantri sebagai pendamping nya kelak.
" Saya sudah tidak sanggup lama lama kia, kalau emang kamu mau mendampingi saya, Saya begitu senang KIA, tapi kalau emang kamu mau menolak saya, saya tidak a....." ucapan Dewa berhenti karena jari Kia menutup bibir Dewa.
" Bapak banyak ngomong sih, kalau bapak ngomong terus, terus Kia bagaimana nya untuk menjawab pertanyaan dari bapak." ucap kia.
" Maaf." ucap Dewa.
" Sebenarnya Kia tidak tahu bagaimana rasa nya jatuh cinta, bagaimana rasa nya nyaman dengan seseorang, karena baru bapak lah laki laki yang dekat dengan saya selain Roy, El dan Bayu, selain mereka ber tiga KIA tidak pernah dekat dengan laki laki lain, tapi saat Kia tanya sama ayah dan bunda bagaimana sih rasa nya jatuh cinta, dan bunda menjawab nya kalau jatuh cinta itu bisa merasakan nyaman saat dekat orang lain tersebut, jadi kia ingin menjawab pertanyaan dari bapak, sebelum terima kasih lagi atas kejutan yang bapak kasih kepada saya, dan saya....." Kia menghirup udara lalu membuang nya secara perlahan lahan.
" Kia mau.......menjadi pendamping hidup bapak, kia mau menjadi pelengkap untuk agama dan KIA mau menjadi ibu dari anak anak kita nanti nya, bimbing KIA agar bisa menjadi seorang istri yang bapak harap kan, bapak kan tahu sendiri Kia seperti apa, bahkan akhir akhir ini bapak pasti sudah tahu kan, kebiasaan kia seperti apa." ucap Kia dengan air mata yang jatuh di pipi nya.
" Terima kasih Kia, terima kasih." ucap Dewa, Dewa lalu memeluk sang ibu yang berada di samping nya, sedangkan Kia juga memeluk ayah dan bunda nya.
ucapan sekali lagi mereka katakan kepada Dewa dan KIA, bahkan wajah kia saat ini seperti udang yang masak
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...