
Hari berganti hari, di sekolah Kia sudah tidak membuat Dewa pusing, dan itu sukses membuat Dewa merasa ada yang hilang di hidup nya.
KIA seperti mengerti kalau dirinya sekarang sudah tidak sendiri lagi, bagi Dewa ini sebuah kenyamanan yang baik buat dia di sekolah, tapi hati nya terasa kosong, sudah tidak ada yang mengganggu diri nya lagi.
Dia rindu masa masa dimana Kita selalu bikin kepala pusing, mulai dari perilaku di sekolah dan perilaku pada diri nya.
Tapi ini adalah jalan yang sudah ia ambil, ia harus menerima konsekuensi nya, ia ingat apa yang di katakan teman nya saat di pantai, jujur di hati nya, ia ada rasa terhadap Kia, tapi itu tidak mungkin, ia dan Kia bagaikan langit dan bumi, ia sangat jauh di bawah KIA, ia pernah membaca biodata KIA, ia sempat minder dengan apa yang tertulis di situ.
Tapi yang bertanya tanya di hati nya adalah apakah ia dan WITA bisa ada cinta, selama ini hanya ada rasa nyaman saja, bahkan yang mengutarakan cinta bukan diri nya melainkan WITA, dan diri nya juga belum tahu kehidupan WITA seperti apa, selama menjalin hubungan dengan WITA baru sekali bertemu dengan ke dua orang tua nya.
Dewa di liputi hati yang sangat resah
" Astaghfirullah, hati dan fikiran ku lagi tidak karuan, ini kenapa ya, ini jalan yang sudah aku ambil, kenapa harus begini, Ya Allah berilah hamba ini ketenangan hati." ucap Dewa dalam hati
__ADS_1
Dewa ingat apa yang di ucapkan oleh ibu nya beberapa hari yang lalu, Dewa sudah melaksanakan tapi sampai sekarang belum ada petunjuk nya.
Sedangkan di tempat lain.
KIA sepulang sekolah tidak langsung pulang, ia pergi ke mall untuk membeli buku, namun saat ia berhenti, karena ia melihat seseorang yang ia kenal, meskipun ia belum tahu nama nya, tapi wajah nya sangat ia kenal, seorang cewek yang beberapa hari yang lalu tidak sengaja bertemu di cafe dan duduk nya di meja sebelah nya pula, siapa lagi kalau bukan WITA
Tapi ada yang aneh, ini kenapa cewek itu berjalan dengan seorang om om, bisa di katakan lebih tepat nya cocok sebagai ayah nya, tapi kalau ayah nya kenapa cewek itu bergelanjut manja di lengan laki laki itu.
" Hmm, ngapain juga gue mikirin tuh cewek, apa urasan nya dengan gue, ayo Kia jangan kepo sama hidup orang, nanti bikin pusing kepala Lo sendiri." ucap Kia sambil menggetok kepala nya pelan.
1 bulan kemudian
Kia yang saat ini sedang makan bersama di restoran dengan ayah dan bunda nya.
__ADS_1
" Yah, tumben nih, ada apa acara apa ayah ngajak KIA sama bunda makan di sini?." tanya KIA
" Ya mumpung ayah punya waktu buat putri ayah yang bawel ini dan istri ayah yang paling cantik." jawab Ayah.
" HM,, pasti Kia di katain bawel, Bun ayah nih, katanya KIA bawel." adu Kia pada sang bunda.
" Lho emang benar, kamu itu bawel KIA." jawab bunda, dan ayah tertawa karena putri nya tidak ada yang membela
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...