
" Bapak tahu nggak beda nya rumus kimia dengan bapak?." tanya Kia dan Dewa menggeleng kan kepala nya, Dewa belum tahu kalau Kita sedang menggombali nya.
" Kalau rumus Kimia susah di hafalin, kalau bapak susah di lupain." Jawab Kia.
" Hah!!!." Dewa tiba tiba ngeblang dan itu membuat siswa di kelas tersebut tertawa melihat ekspresi dari Pak Dewa.
" Stop stop, bisa diam tidak kalian semua, untuk kamu Kia, saya hukum, kamu tadi kan bilang tentang rumus kimia, jadi sekarang kamu katakan rumus rumus kimia." ucap Dewa.
" Siap calon imam ku." jawab Kia dengan senyuman yang indah, dan itu selalu ia tunjukkan kepada Dewa saja.
KIA juga tidak mengerti, apa dia hanya menggoda atau benar benar suka kepada Dewa.
Dewa yang melihat senyum itu selalu terpesona, ia sangat gemas dengan tingkah KIA, tapi ia harus tegas sama siswa nya kalau berbuat yang aneh aneh.
KIA maju ke depan lalu menghadap ke arah teman teman nya dan mengucapkan rumus rumus kimia dengan sangat mudah.
Setelah mengucapkan rumus nya, KIA mau kembali duduk tapi bukan duduk melainkan maju ke arah meja Dewa.
__ADS_1
" Bapak tahu tidak apa beda nya bapak dengan Alkana? kalau Alkana rumus nya CnH2n+2, kalau bapak rumus nya C1n+4 \= Cinta." ucap Kia lalu kembali ke tempat duduk nya.
suara riuh dari teman teman nya menggema di dalam kelas tersebut.
Dewa hanya bisa bengong melihat itu.
Bel istirahat telah berbunyi menandakan kalau jam istirahat telah datang.
" Semua siswa telah berhamburan keluar di kelas tinggal beberapa siswa dan Dewa yang masih merapikan buku buka di datangi oleh KIA.
" Pak Dewa, tadi sudah di makan?." tanya KIA.
" Ih, calon imam kok begitu sih sama calon istri nya, sarapan yang tadi pagi kia letakkan di meja pak Dewa!!!." ucap Kia dengan sedikit tinggi.
" Oh, belum." jawab Dewa datar.
" Kok belum?, tidak suka ya, kalau tidak suka jangan di makan deh pak, di buang saja, eh jangan di buang, kasihkan ke siapa gitu pak, mubadir, nanti kalau sampai bapak buang, ayam di rumah bapak nanti mati loh, kata oma KIA seperti itu pak." ucap Kia.
__ADS_1
Dewa tertawa lepas mendengar ucapan KIA barusan, sedangkan Kia terpesona dengan tawa Dewa, terlihat sangat manis, apalagi lesung pipi nya, uhhh so sweet banget.
" Pak, pak Dewa jangan tertawa begitu pak, nanti di lihat teman teman tahu." ucap Kia dengan sebal.
" Emang kenapa dengan tawa saya, aneh gitu menurut kamu?." tanya Dewa.
" Bukan begitu pak, senyum dan tawa bapak begitu so sweet, bikin hati kia meleleh pak, dan KIA itu sebel kalau senyum dan tawa bapak dilihat oleh orang lain, jadi jangan tunjukkan senyum dan tawa bapak ke orang lain, cukup ke Kia saja, janji pak." ucap Kia sambil menunjuk jari kelingking KIA.
" Emang kenapa saya harus janji kepada kamu, emang nya kamu siapa saya?." tanya Dewa.
" Bapak kan calon imam KIA, kita nikah yuk pak." ajak KIA dengan senyum genit nya.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...