Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Ajeng Vs Dewa


__ADS_3

" Kamu tahu Kia meminta uang kepada saya tadi? padahal tadi saya melihat tidak ada orang satu pun yang melihat kita berdua, jangan bilang kalau kamu sedang menata matai saya dengan Kia." ucap Dewa dengan tatapan lebih tajam, bahkan Ajeng saat ini sulit untuk bernafas.


Gleg


" Em.... sa saya tadi tidak sengaja melihat nya pak." jawab Ajeng dengan terbata bata.


" Oh, saya kira kamu sedang memata matai saya." ucap Dewa.


" Sekali lagi saya bilang ke pak Dewa, lebih baik bapak jauhin Kia dari pada nanti nama bapak menjadi jelek." ucap Ajeng


" Mengenai itu, kamu tidak usah ikut campur dalam urusan pribadi saya, bahkan kalau tidak perlu lagi bertanya atau mencari cari info tentang saya dan KIA, lebih baik kamu urus hidup kamu sendiri, jadilah seorang perempuan yang memiliki harkat dan martabat yang tinggi, dan jangan dengan mudah dekat laki laki, kasihan ke dua orang tua kamu, mereka bekerja keras untuk menjadikan hidup kamu lebih baik lagi." ucap Dewa dengan datar serta pandangan mata yang menatap luas lapangan yang ada di ruang guru.


Dewa melangkah kan kaki nya untuk menjauhi Ajeng.


Sedangkan Ajeng mengepalkan ke dua tangan nya karena sedang menahan amarah nya.

__ADS_1


Di balik tembok ada seseorang yang tersenyum dengan lebar, ya seseorang itu adalah Kia, sebenarnya tadi Kia mau kembali untuk melihat wajah Ajeng serta mau mengatakan kalau diri nya lah pemenang nya, namun langkah kaki nya berhenti disaat suara Dewa yang penuh penekanan, KIA yang penasaran langsung mendekat agar bisa mendengar apa yang di ucapkan oleh Ajeng kepada Dewa.


KIA tersenyum karena Dewa tidak sedikit pun percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Ajeng.


Ajeng membalikkan badan nya, tujuan nya saat ini adalah kelas nya namun langkah kaki nya terhenti di saat seseorang memanggil nama nya


" Ajeng..." panggil KIA


KIA langsung menghadang Ajeng yang akan melangkahkan kaki nya


Ajeng langsung melotot mata nya, rasa kesal yang tadi Dewa buat belum reda malah sekarang di tambah dengan musuh bebuyutan nya.


" Apa mau Lo?." tantang Ajeng,


" Gue, gue gak mau apa apa, cuma gue menyangkan atas apa yang Lo perbuat barusan, kita berdua bermain dengan Fair kenapa Lo nusuk gue dari belakang." ucap Kia.

__ADS_1


" Apa maksud Lo?." tanya Ajeng, Ajeng sangat takut kalau tadi Kia mendengar apa yang dia ucapkan kepada Dewa.


" Lo jadi cewek gak usah munafik, apa yang Lo katakan kepada pak Dewa semua nya gue dengar, bahkan Lo di tolak kan sama pak Dewa." ucap Kia.


" Lo harus sadar Jeng, kalau Lo sudah kalah dari gue, masih ingat kan apa perjanjian kita saat itu." lanjut KIA.


Ajeng tidak mengeluarkan sepatah kata pun, Ajeng hanya mendengar apa yang Kia ucapan kepada nya, dan benar apa yang di katakan oleh Kia kalau diri nya sudah kalah, dan Ajeng harus menerima konsekuensi dari apa yang telah ia perbuat.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2