Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
124


__ADS_3

" Kenapa ayah kok tiba tiba ngajak kita kumpul di sini?." tanya bunda tiba tiba


" Sebentar lagi Bun, sabar, tunggu minuman dan cemilan datang baru nanti ada yang mau Ayah omongin sama kalian semua di sini." ucap Ayah


" Ehem." ayah berdehem.


" Em, ayah punya rencana kalau akhir tahun besok kita akan pergi ke luar negeri, lebih tepat nya Jepang tempat tinggal ayah di lahir kan." ucap ayah


" Aku mau." jawab KIA.


" Bunda mau yah, kita sudah lama tidak ke sana." jawab bunda.


" Untuk Bu Ningsih bagaimana Bu?." tanya ayah.


" Saya apa kata Dewa saja pak, saya tidak tahu harus jawab bagaimana?." jawab Bu Ningsih.


" Kalau Dewa bisa bisa saja yah, akhir tahun kan bertepatan libur sekolah jadi mudah untuk ikut." jawab Dewa


" Biar semua nya Dewa siapkan yah, ayah tinggal kasih tahu Dewa apa yang perlu di siapkan." ucap Dewa.

__ADS_1


" Semua nya sudah siap, kita tinggal berangkat saja." ucap ayah


" Itu mah bukan rencana yah, tapi itu sudah harus berangkat kita nya " ucap KIA.


" Ha ha ha, putri ayah ini emang tahu betul apa yang di maksud dengan Ayah." ucap ayah dengan tertawa


" Ayah, jangan bikin malu." ucap bunda dengan memukul lengan ayah.


" Ha ha ha, maaf kan ayah ya, maafkan saya ya Bu Ningsih dan Dewa." ucap Ayah, Bu Ningsih hanya mengangguk kan kepala nya saja.


" Oh iya, KIA jadi kuliah dimana?." tanya Ayah.


" KIA sudah lengkapi syarat syarat ke kampus Hijau yah, semoga Kia bisa masuk ya, ya lumayan lah karena masuk nya pakai jalur prestasi." ucap KIA.


" Semoga apa yang kamu inginkan terkabul ya nak, dan jangan pernah lupa sama Allah, tanpa Allah kamu tidak akan ada berada di titik ini sekarang." ucap ayah.


" Iya yah, sudah pasti itu, apalagi sekarang Kia sudah punya satpam yang selalu ingatkan Kia untuk sholat." ucap KIA sambil memandang Dewa dengan tersenyum.


" Ya sudah kalau begitu, Bu Ningsih sama bunda mau ke pasar dulu, kita mau belanja keperluan dapur." ucap bunda.

__ADS_1


" Ayah juga mau ke rumah teman ayah dulu, sudah janjian mau main tenis meja." ucap ayah.


" Sana sana kalian pergi semua saja, KIA sama mas Dewa mau ke kamar saja, dan harap jangan ganggu kita ber dua ya, ayah, ibu dan bunda harus tahu kalau kita adalah pengantin baru." ucap KIA tanpa ada rasa malu sedikit pun.


" Yah, putri kamu tuh, seperti kamu tidak punya malu, dan kalau berkata tidak di saring sama sekali." ucap bunda.


" Gitu gitu juga putri bunda ya, kan bunda yang hamil dan ayah kan hanya tanam benih saja." sanggah ayah.


" Aduh yah, malu sama Bu Ningsih." ucap bunda lagi.


" Bu Ningsih pasti sudah tahu dan Bu Ningsih pasti sudah hafal dengan ayah dan KIA." ucap Ayah.


" Tidak apa apa Bu, apa yang di katakan oleh bapak juga benar, saya sudah terbiasa kok." balas Bu Ningsih


" Tapi saya malu Bu, mereka berdua itu tidak punya rasa malu sedikit pun." ucap bunda.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...


__ADS_2