Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Bukti Bayangan


__ADS_3

" Pak, KIA boleh bertanya?????." tanya KIA.


" tanya saja, ngapain ijin segala, seperti di kelas saja." ucap Dewa dengan tersenyum dan kembali lagi senyuman Dewa membuat hati Kia berdebar.


" Em, calon nya bapak apa punya kembaran atau memang berhijab ya pak?." tanya KIA dengan penuh hati hati, takut menyinggung perasaan Dewa.


" Tidak punya kembaran, WITA selalu pakai hijab sejak dulu, emang kenapa?." tanya Dewa yang menyimpan pertanyaan banyak di benak nya, Dewa melihat kalau Kia mengetahui sesuatu tentang WITA.


" Em, tidak apa apa kok pak, cuma tanya saja, ayo ke depan lagi, takut di cari sama ayah dan bunda, nggak enak kalau kita pergi lama lama." ajak Kia.


Dewa menjawab dengan anggukan kepala nya saja


" Apa kamu tahu sesuatu Kia, kenapa kamu tidak bilang saja kepada ku, biar bisa buat ku pertimbangkan, bagaimana pun hubungan ku dengan WITA harus di pikirkan lagi, aku tidak mau salah melangkah dan akan mengakibatkan buruk untuk kedepan nya." ucap dewa dalam hati.


" Cie cie pak Dewa dan Bontot jalan bareng, mangka nya tadi mau ikut nggak di bolehin sama 3 bodyguard ini " ucap Salsa, setelah melihat Kia dan Dewa berjalan mendekat ke arah mereka.


" Resek Lo, emang gue sama pak Dewa ngapain juga, lawong kita berdua hanya duduk cari angin saja, empet gue lihat muka Lo." ucap Kia.


" Resek Lo, emang ya, kalau bukan sayang dah gue buang Lo ke danau." ucap Salsa.

__ADS_1


" Apalagi gue, lo gue tendang ke planet dan nggak usah kembali lagi." jawab Kia.


Semua nya di sana tertawa.


" Nak Dewa jangan kaget ya, lihat tingkah mereka ber lima, kalau mereka lagi kumpul suka pasti berantem dan seperti pasar, tapi kalau tidak ada satu saja pasti di cari." ucap Pak Ari.


" Saya sudah paham banget pak sama mereka." jawab dewa.


" ya Ayah ketinggalan berita, begini begini ya yah, kita itu setiap hari jadi pasien pak Dewa bahkan sejak pertama pak Dewa masuk jadi guru kita." ucap Kia


" Dasar kamu anak nakal ya." ucap Ayah yang menarik ke dua pipi KIA.


" Hati hati ya pak di jalan sama si doi." ceplos Salsa, KIA yang mendengar itu langsung menginjak kaki Salsa.


" Aduh, sakit KIA." ucap Salsa sambil mengelus elus kaki nya.


" Diam, ngapain juga cerita ke pak Dewa." Jawab Kia sambil melotot kan ke du mata nya.


" Emang kenapa saya harus berhati hati dengan kekasih saya Sa?." tanya Dewa yang penasaran dengan ucapan Salsa barusan.

__ADS_1


" Saya pernah tahu kalau kekasih atau calon istri bapak di mall tidak pakai hijab dan lagi jalan sama om om perut buncit, dan tidak hanya satu kali pak, sudah sering dan om om nya ganti ganti terus dan......." Cerocos Salsa, KIA langsung membekap mulut Salsa.


" Jangan di dengerin ucapan Salsa pak, dia pasti lagi ngantuk, ayo pulang Sa, jangan resek Lo." ajak KIA menarik tangan Salsa menjauh dari Dewa.


" Lho, gue nggak ngatuk KIA, itu benar kan, lawong kamu yang mergoki calon istri nya pak Dewa, sekarang malah gue yang salah ngomong." cerocos Salsa.


" Sudah ayo masuk ke mobil, dah di tungguin sama mereka ber 3." KIA dengan cepat menarik tangan Salsa.


" Kalau begitu kami pamit ya nak Dewa." ucap Pak Ari yang merasa hawa yang tidak enak.


Dewa menganggukkan kepala nya setelah mencium punggung tanga pak Ari dan Bu Rosa bergantian.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2