
2 bulan kemudian
Baik Dewa, KIA bahkan WITA menjalani hidup mereka masing masing, tidak ada satu pun dari mereka menggangu, bahkan Kia dan Dewa yang notaben nya 1 sekolah tidak saling menyapa bisa di katakan saling menghindar dan bahkan saling tidak mengenal.
" KIA...." panggil teman kelas Kia yang bernama Arif.
" Oi, ada apa?." tanya KIA.
" Tadi Lo di panggil sama pak Dewa, Lo di suruh ke ruang guru sekarang." ucap Arif.
" Oke, thank bro." jawab Kia.
" Tot, Lo perlu teman nggak untuk temui pak Dewa." ucap Roy.
" Nggak usah Roy, gue bisa sendiri kok, tenang aja, kalau pak Dewa nanti macam macam bisa gue ajak nikah aja sekalian ha ha ha." ucap Kia dengan tertawa
" dasar Lo Kia, kalau emang Lo ajakin pak Dewa nikah, terus pak Dewa mau, gimana?." tanya Salsa.
" Ya nikah lah, ngapain lagi, kalau emang pak Dewa ya Ayuk aja." Jawab Kia.
__ADS_1
" Permisi pak Bu." ucap Kia
" Eh KIA, cari siapa? pak Jaya ya, tapi pak Jaya tidak di sini, beliau sedang di lapangan belakang." ucap Bu Siska.
" Oh tidak kok Bu, saya ke sini untuk bertemu dengan pak Dewa." jawab Kia.
" oh pak Dewa, itu orang nya, masuk saja." jawab Bu Siska.
" Permisi pak, apa benar bapak cari saya?." tanya KIA setelah sampai di depan meja Dewa
" Oh, sudah sampai Kia. duduk ada yang mau saya tanyakan sama kamu?." ucap dewa.
" Ada apa ya pak? saya hari ini tidak terlambat loh pak, kenapa bapak mencari saya, saya juga tidak bikin keributan hari ini." ucap Kia.
" Hah......!!!!!!." ucap Kia.
" Hah hah hah, itu bukan jawab Kia." ucap Dewa.
" oh, kalau nanti malam saya bisa pak, tapi sepulang dari pengajian ya, ya setelah sholat Magrib gimana pak." tanya KIA.
" Iya tidak apa apa kia, nanti saya jemput kamu ya di rumah." ucap Dewa.
__ADS_1
" Eh eh eh tidak perlu pak, nanti saya bisa naik ojol saja pak." jawab kia.
" Tidak tidak, saya tidak mau kamu naik ojol, kamu datang ke rumah saya atas permintaan saya, jadi saya juga harus bertanggung jawab atas keselamatan kamu." jawab Dewa.
" Ah terserah sama bapak aja deh, KIA males debat sama orang, kalau begitu saya pamit pak." jawab Kia lalu pergi dari ruang guru.
Dewa hanya menggeleng kan kepala nya saja, melihat tingkah KIA, Bu Siska yang melihat itu hanya tersenyum.
" Awaas jatuh cinta sama Kia pak." ucap Bu Siska
Dewa mengernyitkan dahi nya.
" KIA itu pesona nya luar biasa pak, meskipun bandel tapi banyak sekali yang menyukai nya, bahkan anak anak kelas X saja sering kasih hadiah buat Kia, namun Kia tidak pernah aji mumpung pak, saya bangga sama mereka bahkan satu geng nya juga." ucap Bu Siska.
Dewa hanya menganggukkan kepala nya, apa yang di ucapkan oleh Bu Siska emang benar.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...