
Sedangkan di tempat Kia
Setelah berpamitan dengan teman dan yang lain nya, Kia bunda dan Ayah pulang ke rumah nya.
Di sepanjang jalan Kia selalu di goda sang ayah, sampai sampai Kia cemberut di samping bunda nya.
" KIA, bunda yakin deh, setelah ini pasti nak Dewa akan mengajak kamu nikah? apa kamu sudah siap kalau sewaktu waktu atau bahkan dalam waktu dekat ini??" tanya bunda.
" KIA Siap, bahkan besok pun kia siap." jawab Kia.
" Aduh kamu kok seperti ingin banget nikah sih nak, jadi perempuan tuh yang agak jual mahal dikit Napa." ucap bunda.
__ADS_1
" Aduh bunda, coba bunda pikir ya, selama ini Kia tidak pernah dekat dengan laki laki manapun selain 3 orang itu, dan ini pak Dewa juga sudah tunangan sama Kia, ya tunggu apa lagi, KIA tidak mau jalani hidup dengan tidak ada kepastian, kalau emang pak Dewa serius sama Kia, lebih baik menikah saja, tapi kalau hanya main main saja atau bahkan dari tunangan ini lama lebih baik Kia batalkan saja, KIA males kalau ujung ujung nya nanti Kia malah jagain jodoh orang lain, bahkan jodoh Kia takut nya nanti malah mundur kalau sudah tahu Kia sama pak Dewa." jawab Kia.
" Oke, jawaban yang bagus nak, perempuan harus bisa berjuang, namun ayah minta kamu harus bisa menjadi wanita yang berkualitas, perempuan yang berpendidikan, bagaimana pun juga nanti kalau kamu menikah dan punya anak, kamu adalah madrasah bagi anak anak kamu sebelum anak anak kamu mengenal dunia luar." ucap Ayah
" Siap yah, KIA sudah siap bahkan Kia pasti akan saat Kia kuliah dalam keadaan hamil, KIA mau menjadi bunda yang tidak bisa di remehkan sedikit pun, dan anak anak Kia kelak bisa bangga mempunyai seorang bunda seperti Kia." ucap Kia.
" Siip, itu baru anak ayah, kalau emang kamu berjodoh dengan Dewa dan sudah dipastikan kalau sebentar lagi tanggung jawab atas kamu akan berpindah ke pundak Dewa, Ayah akan mempercayakan permata hati ayah ini kepada Dewa, tapi kalau sampai Dewa membuat kamu menangis sedikit saja, sudah ayah pastikan, kalau ayah akan membawa kamu pulang." ucap ayah
" Bagaimana kalau kita tinggal bersama." usul KIA.
" Terus Bu Ningsih bagaimana nak, kasihan Bu Ningsih, dan sebagai seorang istri harus ikut dimana pun suami nya berada." ucap bunda.
__ADS_1
" Ya kita tinggal sama sama, di rumah ada ayah, bunda, ibu, pak Dewa dan KIA, bahkan bibik dan pak satpam juga ikut." ucap Kia.
Ayah dan bunda tersenyum, mereka begitu bangga kepada putri mereka, di usia nya yang masih belum genap 20 tahun ini sudah berfikir sangat dewasa, bahkan sampai memikirkan kebahagiaan ke dua orang tua nya.
KIA memandangi cincin yang tersemat kan di jari manis nya, ia tidak menyangka kalau pak Dewa memberi kejutan seperti tadi, tapi Kia besok akan mengajak pak Dewa untuk bertemu, untuk mengatakan hubungan ke depan nya, KIA ingin kejelasan dari hubungan nya dengan pak Dewa, semoga saja besok pak Dewa bisa di ajak bertemu pikir Kia.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...