Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Caffe Spin


__ADS_3

Beberapa hari kemudian bunda Rosa menelpon Bu Ningsih, memberitahukan apakah besok ada waktu untuk bertemu, karena suami nya mengajak untuk bertemu, jawaban dari Bu Ningsih beliau sangat senang dan bisa bertemu, tapi Bu Ningsih juga mengatakan kalau besok ia akan mengajak serta putra nya, dan bunda mengiyakan.


Tepat pukul 19.00 di Caffe Spin bunda Rosa, ayah Ari, Bu Ningsih serta Dewa bertemu.


" Assalamualaikum Bu Ningsih." bunda mengucap salam lalu bersalaman.


" Waalaikumsalam, Bu Rosa dan bapak." jawab Bu Ningsih.


" Ari Bu, Bu Ningsih bisa memanggil nama saya dengan pak Ari." jawab Ayah Ari.


" Oh iya pak Ari, saya minta maaf kalau saya meminta bertemu di sini." ucap Bu Ningsih


" Tidak apa apa Bu, tenang saja, kita bisa menikmati cafe ini ya sebagai mengenang masa muda kita dulu, benar tidak Bun Bu Ningsih." ucap ayah dengan tertawa.

__ADS_1


" Iya yah." jawab Bunda.


Bu Ningsih merasa lega, karena ia tidak menyangka kalau suami dari Bu Rosa se welcome ini dan bisa duduk santai di cafe ya bisa di bilang untuk kalangan menengah ke bawah.


" Loh, kata nya Bu Ningsih sama putra nya, tapi sekarang kok sendiri Bu?." tanya bunda Rosa.


" Oh, itu Bu masih ke toilet sebentar." jawab Bu Ningsih.


" Ibu." panggil laki laki berbadan tinggi tegap, kulit putih, hidung mancung, dan alis tebal.


Kesan pertama dari pak Ari dan Bunda Rosa adalah kagum, anak laki laki yang seusia atau bahkan usia di atas nya mana mungkin mau mencium tangan orang yang lebih tua, tapi semua di kembali kan lagi, semua tergantung dengan cara didikan dari ke du orang tua nya


" Saya Dewa pak Bu, putra dari Bu Ningsih." ucap Dewa.

__ADS_1


" Oh iya, istri saya juga pernah cerita kalau bu Ningsih memiliki putra tapi belum tahu nama nya, senang berkenalan dengan kamu anak muda " jawab pak Ari.


Setelah memesan makanan dan mereka makan, mereka kembali ke suasana yang serius.


" Begini saja ya Bu Ningsih, saya berbicara dengan putra ibu saja bagaimana, bukan nya saya meremehkan ibu, tapi saya lihat dari cara berbicara dan ketanggapan dari putra ibu, saya yakin kalau Dewa pasti bisa saya ajak berbicara tentang kerjasama kita ini." ucap pak Ari.


" Oh, saya tidak keberatan pak Ari, bahkan saya sengaja untuk mengajak Dewa ke sini untuk lebih enak berbicara dengan pak Ari, karena sama laki laki nya dan Dewa juga masih muda, pasti fikiran nya masih bisa di ajak koordinasi, kalau saya hanya bisa buat kue dan masak saja." ucap Bu Ningsih.


" iya Bu, begini Dewa saya mau mengajak kerjasama dengan Bu Ningsih tentang masakan dan kue Bu Ningsih, secara 2x saya merasakan nya, rasa nya sungguh luar biasa, dan saya ingin Bu Ningsih membuatkan 2.000 kotak nasi setiap hari nya, mulai Hari Senin sampai Jumat, dan khusus hari Jumat saya minta 3.000 kotak nasi plus 3.000 kotak kue, terserah Bu Ningsih mau isi berapa kue yang penting.....


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2