Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Sah..... Sahhhhhhhhhhhhhhh


__ADS_3

" Pak Ari silahkan berjabat tangan dengan mas Dewa nya." ucap penghulu untuk mempersilahkan Pak Ari dengan Dewa untuk berjabat tangan.


" Saudara Dewangga Pradipta bin Yusuf Pradipta Almarhum, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Azkia Dewangga Binti Ari Dewangga dengan mas kawinnya berupa uang sebesar 180 juta dan sebuah bangunan berbentuk Cafe Spin tunai." ucap Ari


" Saya terima nikahnya dan kawinnya Azkia Dewangga Binti Ari Dewangga dengan mas kawinnya berupa uang sebesar 180 juta dan sebuah bangunan berbentuk Cafe Spin tunai." Balas Dewa.


" Bagaimana para saksi Sah?.Tanya penghulu.


" SAHHHHHHHHHH." Jawab semua orang yang ada di sana.


" Alhamdulillah." ucap Penghulu.


Dewa memasangkan cincin ke tangan Kia, tangan Dewa sangat terlihat kalau sedang gemetar, karena baru kali ini Dewa memegang tangan Kia.


Setelah Dewa memasang kan cincin ke jari manis nya, sekarang ganti KIA yang memasangkan cincin ke tangan Dewa lalu mencium tangan Kia.


Setelah Kia mencium tangan nya, Dewa langsung memegang kepala Kia, Dewa mendaratkan ciuman di kening KIA dengan begitu lembut lalu beralih ke ubun ubun KIA dengan mengucapkan doa


" بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ


Bârakallâhu laka wa bâraka ‘alaika wa jama‘a bainakumâ fî khairin


Artinya: “Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan.”


KIA langsung meneteskan air mata nya setelah mendengar doa yang di ucapkan oleh suami nya itu


" Jangan nangis, kamu cantik sekali sayang." ucap Dewa dengan menghapus air mata Kia.


" Selamat menempuh hidup baru untuk mbak Kia dan mas Dewa, semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, semoga kalian juga di karuniai anak anak yang lucu." ucap penghulu


" Amiinnn, terima kasih pak " jawab Kia dan Dewa.


" Kalau begitu saya pamit dulu, karena tugas saya sudah selesai, Assalamualaikum." ucap pak penghulu lalu pergi dari sana setelah berpamitan dengan tuan rumah.


KIA dan Dewa saat ini sudah berada di depan ibu Ningsih untuk minta restu.


" Ibu." ucap Kia dan Dewa.


Dewa langsung bersimpuh di hadapan seorang ibu yang telah melahirkan nya di dunia.


" IBU, hari ini kami bersimpuh di hadapanmu, untuk merasakan kembali kasih sayangmu, untuk melebur kesalahan yang kami lakukan padamu, dan memohon segala doa restumu.

__ADS_1


IBU, masih tergambar jelas dalam ingatanmu, perjalanan hidup kami sejak engkau mengandung kami. Sembilan bulan waktu yang singkat saat Anda harus merasakan kepayahan, keterikatan dan kenyamanan. Namun semua rasa itu kau jaga untuk kau tukar dengan bahagia.


IBU, belum hilang pula dari ingatanmu, suatu kondisi antara hidup dan mati, sakit yang tiada tara, cucuran keringat dan air mata, bercampur haru dan bahagia, saat melahirkan kami. Give cinta kasih yang hanya kami dapatkan darimu.


Kemudian, entah berapa malammu yang hilang, siangmu yang gersang, waktumu yang terbuang, saat menjaga menjaga kami, mendidik kenakalan kami, merawat kami, menghapus tangisan kami, dan mendengarkan curhatan kami.


IBU, kesabaran, ketabahan dan pengorbananmu menghadapi kami, berbagai hal yang tidak pernah memberikan menerjang karang, berbagai embung yang kesejukan datang terik siang, dan berbagai gunung kokoh yang menjulang tinggi, semua itu untuk kami, anak-anakmu.


IBU, kini kami telah dewasa. Kami sadar kami belum mampu melukis senyum senyum di bibirmu, memercik binar bahagia di matamu bahkan berbakti di atas semua jasa-jasamu itu. Hari ini kami akan memulai sunnah Rosul yang mulia, dalam sebuah mahligai rumahtangga.


IBU, ajari kami untuk mencinta, cinta yang bermuara pada Allah semata. Bimbing kami untuk bersabar, kesabaran yang tidak lekang diterpa coba. Arahkan kami untuk memahami, memahami hidup dalam berbagi suka dan duka.


IBU, kami haus dengan segala doamu, doa yang menguatkan, doa yang meneguhkan kesabaran, doa yang mengikhlaskan, masih berdoa yang memberikan kesembuhan, doa yang menunjukkan cinta dan kasih sayang, yaitu doa dalam sujud-sujud panjang tahajjud, agar kami bisa menggapai sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sungguh senyuman kami adalah senyuman kebahagiaanmu juga." Ucap Dewa.


" Ibu merestui mu nak, jagalah istri mu, sayangi istrimu, bahagia kan dia, jangan sampai kamu membuat nya menangis hanya pekara sedih, selalu ingat kepada ibu mu kalau kamu mau memarahi, Insha Allah, Allah akan melembutkan hati mu di kala hati sedang tidak tenang." Jawab mencium kening Dewa dengan penuh kasih sayang.


Setelah Dewa kini gantian Kia yang bersimpuh di hadapan Bu Ningsih.


" IBU, ini adalah persimpuhan pertama kami di pangkuanmu, ketika kami telah menjadi putra-putrimu, ketika kami telah masuk ke dalam bagian kehidupanmu, ketika kami telah menjadi dari keluargamu. Ibu atas kesempatan terbaik yang ditawarkan kepada kami.


Harapan kami, jangan menganggap kami orang lain bagimu, jangan bedakan kami dengan anak-anak kandungmu. Samakan perlakuanmu seperti kepada mereka. Dukung kami saat kami melangkah dalam kebenaran, ingatkan kami jika melangkah menuju jurang kesalahan.


IBU, ajari kami tentang kasih sayang, kasih sayang yang tidak lekang dimakan usia. Bimbing kami untuk bersabar, kesabaran yang seluas samudra. Arahkan kami agar saling menguatkan, pernikahan dalam bingkai ibadah. Agar kami belajar mendewasakan diri dan membina keluarga berasas Islami.


IBU, ajari kami dengan budaya keluargamu, ajari kami dengan adat istiadatmu, ajakan kami bisa beradaptasi dalam besarmu. Dan jangan lupa kami mohon doa restumu, doakan kami agar bisa menggapai sakinah, mawaddah wa rahmah, dambaan seorang IBU untuk anak-anak. Semoga doa bahagiamu menjadi doa bahagia kami jua." ucap Kia.


" Ibu merestui nya, berbahagialah kamu dengan putra ibu, jangan lah kalian saling menyakiti, apabila suatu saat putra ibu menyakiti hati mu, kata kan lah pada ibu, biar ibu yang akan menegur nya." jawab ibu dengan mencium kening KIA dengan penuh kasih sayang.


Setelah meminta restu kepada Bu Ningsih, kini Kia dan Dewa bersimpuh di hadapan pak Ari dan Bu Rosa.


Dewa bersimpuh di hadapan Pak Ari.


" AYAH, berjuta rasa syukur bisa ikut bersimpuh, ayak, dan memelukmu di hari ini. Hari penyatuan dua hati yang berbeda, yang tidak akan terjadi tanpa izinmu. Juga berdoa memohon restu agar kami menjadi putra-putrimu yang selalu berbakti, membalas budi, dan berbagi kasih sepanjang hidup kami.


AYAH, bahagia rasanya dapat menjadi bagian dari keluarga yang engkau bangun lama, keluarga yang senang dengan canda tawa dan suka cita. Karena itu, jangan bedakan kami dengan anak-anakmu yang lain. Dalam doamu ada nama kami dan dalam doa kami ada namamu.


Sejak hari ini, samakan kami dengan anak-anakmu yang lain dalam tindakan-tindakan. Dukung kami dalam bertindak benar, teguhkan kami dalam memupuk sabar, dan kuatkan kami dalam menjaga ikrar. Nafas zikir kami akan selalu mengingatkan sakinah yang diharapkan untuk kami.


AYAH, ajari kami tentang kerasnya kehidupan, pedihnya cobaan, dan kuatnya kesabaran. Bimbing kami untuk saling menumbuhkan kasih sayang, melengkapi kekurangan, melindungi kelemahan, dan berbagi solusi. Tuntun kami cara terbaik untuk mendidik putra-putri kami kelak, kokohkan tekad kami dalam tanggung jawab.


Doakan kami agar mendapatkan keberkahan hidup dari pernikahan ini. Karena airmata ini adalah airmata bahagia yang menjadi tiket pertemuan kita di surga sana. Aamiin.." ucap Dewa.

__ADS_1


" Ayah merestui kamu nak, ayah menyerahkan putri kesayangannya ayah kepada mu, ayah percaya kalau kamu adalah laki laki yang tepat buat putri kesayangannya ayah, apabila suatu saat nanti putri ayah melakukan kesalahan tegur lah dia dengan baik, dan apabila suatu saat nanti kamu sudah tidak menginginkan putri ayah lagi, datang lah ke rumah kasih tahu ayah, biar ayah langsung yang menjemputnya di rumah mu, jangan sampai kamu kasih tahu putri ayah, biarkan ayah sendiri yang menjelaskan kepada nya." ucap ayah juga mencium kening Dewa.


KIA melakukan hal yang sama kepada bunda nya, namun ke dua wanita itu malah saling memeluk.


" Bunda merestui kalian nak, Dewa adalah laki laki yang baik dan sabar, jadi kamu juga harus bisa mengimbangi suami kamu, hilangkan jiwa kekanakan Kanakan mu, mulai saat ini kamu harus bisa menjadi istri yang baik." jawab Bunda.


Setelah Kia kini Dewa yang meminta restu kepada bunda.


" Terima kasih sudah menerima putri bunda, tolong bimbing KIA ya nak, jaga KIA, KIA adalah permata hati ayah dan bunda." ucap Bunda dengan mencium kening Dewa.


" AYAH, hari ini kami juga bersimpuh di hadapanmu, sebagai tanda bakti kami atas pengorbananmu, sebagai permohonan kami untuk doa restumu, dan sebagai izin kami agar mengambil alihmu membina keluarga yang akan kami bangun.


AYAH, walau apapun yang kami lakukan tidak akan pernah dapat mengobati penat lelahmu, tidak akan pernah membayar cucuran keringatmu, tidak akan pernah dapat menggantikan siang malammu, ketika engkau harus menafkahi kami bisa tumbuh dewasa seperti sekarang ini.


Bahkan saat sakit, tetap bersemangat melangkah mencari maisyah. Tidak ingin melihat kami lapar karena tidak ingin melihat kami kedinginan, atau tidak ingin melihat kami menangis karena tidak punya mainan. Semua upayakan untuk melihat kami ceria.


AYAH, kami tahu semua pengorbanan ikhlasmu itu karena ingin menjaga tawa bahagia di hidup kami, gembira dalam canda kami, puas dalam prestasi kami, sopan santun dari perilaku kami, dan kesuksesan saat menghadapi masa depan kami.


AYAH, memang tidak setiap saat engkau memberi belaian, pelukan, dan genggam tangan, tapi selalu mengkhawatirkan kami, berjuang setengah mati mewujudkan pinta kami, kami memastikan dan belajar dengan baik, agar dapat membanggakanmu.


Kini, saat kami belum membayar semua jasa-jasamu, kami malah harus kembali merepotkanmu untuk hadir di sini sebagai wali yang menikahkan kami. Bila kelak kelak engkau tidak bisa lagi selalu berada di dekat kami, kami tetap mengharap doa terbaikmu agar kami kuat mengayuh bahtera rumah tangga kami.


AYAH, bekali kami tangan kokoh seperti tanganmu yang memberi tanpa pamrih, hati tegar seperti memperbaiki tekad baja tak kenal lelah, dan pikiran tenang seperti pikiranmu yang membedakan antara haq dan bathil. kami memiliki syukur darahmu mengalir di tubuh kami.


AYAH, semoga airmata haru yang kau titiskan hari ini adalah ridho Allah untuk kami. Satu tugas besar yang Allah berikan untukmu pun telah kau tunaikan dengan menikahkan kami, tanpa kami, dan melengkapkan tentang keIslaman kami.


Kami pasti akan selalu mengingat nasehat-nasehatmu dan akan kami teruskan kepada anak-anak kami. Dan karena doa anak-anak untuk orangtuanya adalah amalan jariyah, semoga kita akan kembali bersatu bersama di surga-Nya kelak. Aamiin..." ucap Kia sambil memeluk sang ayah.


" Hai sayang, putri kesayangannya ayah sudah jadi istri ya sekarang, padahal ayah merasa baru kemarin menggendong kamu, begadang sampai pagi dan ternyata sekarang kamu sudah menjadi istri, ayah cuma berpesan, kamu harus patuh sama suami kamu nak." ucap Ayah lalu mencium seluruh wajah putri nya.


Semua orang yang di sana mata nya berkaca kaca melihat kedua keluarga itu.


Setelah meminta restu kini para tamu undang serta anak panti asuhan memberikan ucapan selamat kepada ke dua mempelai.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2