
Di rumah Dewa.
" Assalamualaikum putri jelita nya ayah bunda ibu sudah datang." ucap Kia dengan langsung masuk ke dalam rumah.
" Waalaikumsalam sayang, KIA jangan teriak teriak malu sama ibu." ucap Bunda.
" Tidak apa apa Bu, saya senang, bagi saya Kia itu cahaya di rumah ini, rumah pasti akan ramai kalau ada KIA." jawab ibu.
" Ibu saja tidak keberatan Bun, KIA ada kabar buat ibu sama bunda, ah tapi sayang ayah belum datang, tapi tidak apa, biar nanti Kia kasih tahu ayah sendiri saat ayah sudah pulang dari kantor." ucap Kia.
KIA menarik nafas nya lalu membuang nya pelan pelan, sedangkan ibu dan bunda mengamati apa yang di lakukan oleh putri nya, untuk Dewa masih berada di sekolah.
" Kia lulus bunda ibu." ucap Kia dengan berteriak begitu keras, bahkan para Art rumah juga ikut nimbrung di ruang keluarga.
" Alhamdulillah, selamat ya sayang." ucap Bunda yang langsung memeluk putri nya.
__ADS_1
" Alhamdulillah selamat ya nak, semoga kamu bisa menggapai mimpi kamu." ucap ibu laku memeluk KIA.
Para Art juga mengucapkan selamat kepada KIA juga.
Sebenarnya bunda, ayah dan ibu sudah di kasih tahu sama Dewa kalau Kia lulus dan berita bagus nya dapat nilai terbaik bahkan di kota ini, namun bunda dan ibu tidak mau melihat wajah putri mereka kecewa, jadi bunda dan ibu membuat seolah olah belum tahu tentang kelulusan nya.
" Terima kasih bunda, ibu dan para bibik, Kia senang." ucap Kia dengan tersenyum manis.
" Setelah ini apa rencana kamu nak?." tanya ibu.
" KIA mau kuliah Bu, KIA mau ambil jurusan ah apa ya, Kia bingung." ucap Kia dengan mengetuk dagu nya.
" Itu sudah pasti Bun, KIA tidak mau menjadi istri dan anak yang durhaka, jadi nanti rencana Kia mau diskusikan dengan mas Dewa setelah itu Kia minta di temani sama mas Dewa bilang sama ayah, bagaimanapun juga saat ini Kia adalah seorang istri, ridho suami akan membuat jalan Kia lancar Bun, apalagi nanti ayah juga mengiyakan apa yang telah menjadi keputusan Kia." ucap Kia.
Dewa yang mendengar itu merasa bahagia, dengan sifat bar bar istri nya itu, ternyata istri nya menempatkan diri nya paling utama meskipun ada ayah nya yang dulu menjadi no 1 di hati nya.
__ADS_1
Bunda dan ibu juga tersenyum dengan apa yang di katakan oleh KIA, bunda merasa bangga telah bisa mendidik Kia menjadi perempuan seperti ini.
" Kalau begitu sana gih, sambut suami kamu, suami datang Kok tidak di sambut." ucap Bunda.
" Ha, mas Dewa pulang, kok Kia tidak dengan suar mobil nya." ucap Kia lalu beranjak dari duduk nya dan memutar tubuh nya.
KIA tersenyum melihat kalau suami nya sudah ada di ruang tamu bahan suami nya itu memberikan senyuman yang begitu indah bagi Kia
" Mas." ucap Kia berlari lalu merentangkan ke dua tangan nya, Dewa yang tahu itu juga ikut merentangkan ke dua tangan nya.
KIA masuk ke dalam pelukan suami nya.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...