
" KIA tidak mau tunangan." ucap Kia tiba tiba dengan membawa 3 gelas minuman sambil melangkah kan kaki nya.
" Maksud kamu gimana nak?." tanya Bunda.
" Kalau pak Dewa serius dengan KIA, KIA mau langsung menikah saja dari pada tunangan." ucap Kia yang menatap Dewa dengan intens.
" Maksud kamu apa Kia?." tanya ibu dengan terkejut setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh putri nya.
pak Ari dan Bu Rosa malu atas apa yang di ucapkan KIA, bagaimana tidak seorang perempuan bukan nya menerima hal positif dengan senang, malah menantang laki laki tersebut dengan gaya slengean.
Sedangkan Dewa merasa tertantang dengan apa yang di ucapkan oleh KIA.
" Ha ha ha, ayah bunda dan pak Dewa kena Prank, ha ha ha." ucap Kia dengan tertawa sakit kencang nya sampai memegang perut nya.
__ADS_1
" Kamu itu perempuan KIA, ucapan nya di jaga, bagaimana kalau nak Dewa malah ilfil sama kamu?." ucap bunda.
" Ya biarin saja Bun, kalau emang pak Dewa ilfil sama kia, ya urusan pak Dewa, KIA itu emang perempuan yang apa ada nya Bun, KIA tidak mau memakai topeng, orang yang kenal, dekat bahkan sama kia pasti akan menerima kia apa ada nya, yang slengean ya bisa di katakan urakan." ucap Kia.
Dewa yang mendengar ucapan Kia barusan merasa ingin segera pulang dan mengatakan kalau Inging segera menikahi KIA, dewa sudah tidak tahan ingin mencubit pipi KIA saking gemas nya.
" Nak Dewa jangan pikirkan ucapan Kia barusan, KIA itu emang seperti itu, jadi jangan di ambil hati ya." ucap pak Ari.
" Tidak apa apa pak, saya malah suka dengan sikap Kia, tidak ada yang di tutupin, kalau emang suka ya suka kalau tidak suka ya tidak suka, lebih baik begitu dari pada memakai topeng, emmm permisi pak, apa boleh saya minta waktu berdua sama kia, ada yang mau saya tanyakan sama Kia pak Bu." ucap Dewa.
" Baik, silahkan, KIA ajak nak Dewa ke taman samping rumah." pinta ayah.
" Siap yah bun, ayo pak kita ke taman samping rumah." ajak Kia.
__ADS_1
Dewa dan KIA duduk di gazebo yang bawah nya ada kolam ikan, Dewa sungguh takjub dengan rumah pak Ari, menurut Dewa pak Ari dan Bu Rosa sangat pandai menata rumah nya.
" Pak Dewa mau bicara apa?." tanya KIA.
" Em, sebelum nya saya minta maaf, kalau tidak mengajak kamu di tempat yang romantis, namun hanya bisa di tempat gazebo dan ikan saja, bahkan ini rumah kamu." ucap Dewa.
Dewa menarik nafas nya.
" bismillahirrahmanirrahim, dengan niat tulus saya, apa kamu mau menjadi pendamping hidup saya Kia, saya bukan laki laki yang romantis atau puitis yang dengan mudah mengatakan kata kata romantis untuk mengatakan cinta kepada orang yang di cinta, namun dengan tanpa kata kata romantis itu, Saya Dewangga Pradipta ingin menjadikan Azkia Dewangga untuk menjadi pendamping hidup saya, sampai akhir hayat saya, bagaimana Kita?." tanya Dewa
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...