
Tatapan Dewa kepada Kia semakin dalam, bahkan Kia merasakan isi lagu tersebut lewat sorot mata Dewa.
Kia menjadi salah tingkah setelah beberapa menit mata Dewa terus memandangi nya, di saat lampu sudah hijau mobil di belakang Dewa membunyikan suara klakson.
" Pak, ayo jalan, jangan bengong saja " ucap Kia yang langsung menyadarkan Dewa.
" Eh, iya ya." jawab Dewa.
Tiba di rumah Kia.
Mobil Dewa terparkir cantik di halaman megah rumah Kia.
" Ehem." seseorang berdehem
Kia yang baru turun dari mobil langsung menatap suara yang berdehem.
" Ayah, ayah ngapain di situ?, apakah dehem dehem segala." ucap Kia
" ayah tidak dehem, tadi ayah habis batuk." kilah ayah, yang tidak mau ketahuan oleh anak nya dan Dewa.
__ADS_1
Pak Ari tadi melihat kalau Dewa membukakan pintu untuk Kia, dan melihat jam yang berada di tangan nya, pak Ari memuji ketepatan waktu nya untuk mengantarkan Kia pulang, padahal tadi pak Ari tidak berkata kalau di rumah harus sebelum jam 21.00.
Berarti Dewa orang yang sangat bertanggung jawab.
" Assalamualaikum pak." Dewa mengucap salam.
" Waalaikumsalam, masuk dulu nak." ajak Pak Ari.
" Untuk saat ini tidak dulu pak, karena waktu juga tidak baik untuk bertamu pak, ibu juga kasihan di rumah hanya dengan baik Darmi." jawab Dewa.
" Baik kalau begitu bapak selalu menunggu kedatangan kamu nak, salam buat ibu kamu ya." ucap pak Ari.
" Baik pak, kalau begitu saya pamit, terima kasih telah memberikan ijin kepada Saya untuk mengajak keluar KIA, In Sha kalau ada waktu saya akan datang ke rumah Assalamualaikum." jawab Dewa.
" Hati hati pak, jangan mikirin Kia ya, salam rindu buat ibu sama bik Darmi." Ucap Kia yang berada di samping pak Ari
Dewa hanya tersenyum sedangkan pak Ari hanya menggeleng kan kepala nya saja.
Jam berganti hari, Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan, sudah 2 bulan ini Dewa sering main ke rumah pak Ari mulai dari membicarakan tentang cafe dan resto sampai mengajak Kia untuk keluar, hati pak Ari dan Bu Rosa mulai was was, bagaimana tidak was was, Dewa adalah laki laki dewasa sedangkan Kia adalah gadis yang baru saja mengerti dunia luar, baik pak Ari dan Bu Rosa takut kalau terjadi apa apa dengan putri nya
__ADS_1
" Yah, bunda merasa kok tidak enak gini ya, ya meskipun bunda sebenarnya yakin kepada Dewa kalau Dewa tidak akan bertindak macam macam kepada Kia, bahkan Dewa pasti bisa melindungi Kia." ucap Bunda Rosa.
" Ayah juga berfikir seperti itu Bun, sudah kita berdoa saja." ucap pak Ari
Tidak lama terdengar suara mobil di depan rumah, dengan segera ayah dan bunda langsung membuka pintu rumah.
" Assalamualaikum, ayah bunda." ucap Kia lalu mencium punggung ke dua orang tua nya, Dewa yang berada di belakang Kia juga ikut mengucap salam serta mencium tangan pak Ari dan Bu Rosa
" Waalaikumsalam, ayo masuk dulu, duduk di dalam ya." ucap bu Rosa.
KIA langsung ke dapur membuka oleh oleh yang di dapat dari bu Ningsih.
Dewa dan pak Ari dan Bu Rosa duduk di ruang tamu.
" Nak Dewa." panggil pak Ari.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...