
KIA mengangguk kan kepala nya lalu pergi meninggalkan Dewa yang masih di balkon untuk menikmati udara Sepoi Sepoi yang begitu menyejukkan di badan Dewa.
" Mas masih di sini? kenapa tidak masuk mas, nanti malah sakit kalau mas lama lama di sini." ucap Kia yang berdiri di sebelah Dewa.
Dewa menarik tangan Kia lalu Dewa berdiri tepat di belakang Kia dengan kepala berada di pundak KIA.
KIA yang mendapat perlakuan seperti itu jantung nya langsung berdetak begitu cepat.
" Angin nya enak kan, kita nikmati dulu ya waktu ini." ucap Dewa.
" Iya mas, tapi mas bisa tidak badan mas mundur sedikit." ucap Kia.
" Kenapa hemmm, apa sayang masih gerogi?." tanya Dewa.
KIA semakin salah tingkah setelah mendengar apa yang di kata kan oleh Dewa.
Dewa yang tidak mendapatkan jawaban dari Kia langsung membalikkan tubuh Kia dan saat ini mereka sedang saling berhadapan.
" Apa masih gerogi?." tanya Dewa lagi dan salah satu tangan nya memegang dagu Kia dan satu nya lagi memegang pagar besi yang ada di balkon tersebut.
" Ti tidak." jawab Kia dengan terbata bata.
__ADS_1
Dewa tersenyum dengan apa yang dia dengar dari KIA.
" Kalau tidak gerogi kenapa tadi jawab nya terbata bata?." goda Dewa.
" Siapa yang gerogi, KIA tidak gerogi ya mas." sanggah KIA dan itu membuat Dewa tersenyum.
" Baik kalau tidak gerogi, jadi mas minta bukti nya dong sayang." ucap Dewa.
" Bukti????." tanya KIA.
" Iya dong bukti, mas ingin lihat istri mas ini kalau tidak gerogi itu bagaimana?." tanya Dewa.
" Bukti nya seperti apa? KIA tidak paham mas, bahkan mas kan tahu sendiri kalau Kia tidak pernah pacaran, tapi kalau dalam sekolah dan ujian, saat Kia gerogi, KIA buat ngoceh aja." jawab Kia.
" Praktek, mas nyuruh Kia untuk ngoceh gitu, ya mana mau Ki......" ucapan Kia langsung di potong oleh Dewa karena Dewa langsung membenamkan bibir nya ke bibir Kia.
Tanpa banyak bicara lagi, Dewa langsung menarik tengkuk KIA dan tangan satu nya lagi langsung menarik pinggang KIA.
Mereka berdua menikmati ci u man itu dengan begitu santai, bahkan mereka berdua sampai lupa kalau mereka berdua masih berada di balkon kamar.
Dewa yang merasa kalau mereka masih di balkon dengan segera mengajak Kia untuk ke masuk tanpa melepas ci u man mereka berdua.
__ADS_1
" Habis nafas ku." keluh KIA
" Kamu sudah pintar untuk membalas nya sayang." ucap Dewa.
" Gimana tidak pintar mas, mas kan ngajarin KIA, apalagi kalau ngajarin setiap saat dan tanpa mengenal tempat pula." ucap Kia.
" Bahkan ukuran cup bra aku saja sekarang juga berubah mas, ini semua gara gara mas." lanjut KIA
Ha ha ha.
Dewa tertawa mendengar apa yang di ucapkan oleh istri nya.
" Berarti mas pintar ya, sampai bisa membuat ukuran cup bra sayang berubah menjadi lebih besar." ucap Dewa.
KIA langsung mengerucut kan bibir nya.
" Sayang harus berterima kasih kepada mas, nanti kalau anak anak kita sudah lahir, mereka sudah siap karena cup bra bunda nya sudah besar dan siap memproduksi ASI banyak." ucap Dewa.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...