Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Bab 130


__ADS_3

" Oma opa, kenapa tidak berdiri, apa tidak rindu dengan Kia." ucap KIA dengan berteriak dan posisi nya masih jauh dari posisi Oma dan opa


Oma dan Opa membalikkan badan nya dan langsung berdiri.


" KIA....." Ucap Oma dan Opa bersamaan.


" Ini benar Kia kan pa, kita tidak sedang mimpi kan?." ucap Oma


" Iya ma ini benar Kia." jawab opa.


" Emm, kalau sudah ada KIA, anak sendiri di lupakan." ucap ayah Ari.


" Nak...." ucap opa.


" Assalamualaikum ma pa." ucap Ayah lalu mencium tangan ke dua orang tua nya lalu memeluk bergantian.


di belakang ayah di ikuti oleh bunda.


" Rosa...." ucap Oma.


" Mama, Rosa kangen." ucap Rosa manja.


" Kalau sudah begini Ari pasti jadi anak tiri." ucap Ayah dengan bersendekap.


" Ha ha ha, syukurin ayah tidak di sayang Oma opa." ejek Kia.


" Itu siapa Ar....???." tanya Oma yang melihat Dewa dan Bu Ningsih.

__ADS_1


" Oh, Ari sampai lupa ma, yang laki laki itu adalah cucu menantu mama dan papa, kalau perempuan itu nama nya Bu Ningsih, besan Ari." ucap Ayah.


" Sini nak." panggil Oma kepada Bu Ningsih dan Dewa.


" Assalamualaikum Oma Opa pak Bu." ucap Dewa dan Bu Ningsih.


" Waalaikumsalam, Sini ngapain kalian diam di sana." ucap Oma


" Kalian tidak usah takut, anggap saja rumah sendiri ok." ucap opa.


" Ayo masuk." ucap Oma.


" Bik, tolong masak yang banyak ya, jangan lupa telur mata sapi nya 4, cah kangkung, ayam goreng serta sambal tomat nya." ucap Oma kepada bibik yang ada di dapur.


" Siap nyonya." Jawab bibik.


" Enak saja, itu kesukaan ayah ya." jawab Ayah.


" Kalian berdua itu dimana saja selalu berantem, kalian tidak malu apa sama Dewa dan Bu Ningsih." ucap Oma.


" Setiap hari itu ma, Bu Ningsih tahu KIA selalu berantem sama ayah nya." jawab bunda.


Semua orang yang berada di sana hanya bisa menggelengkan kepala nya saja.


Malam hari nya.


KIA dan Dewa berada di balkon kamar.

__ADS_1


" Enak ya mas di sini, taman itu adalah taman favoritku, Oma selalu merawat taman itu dengan baik, aku jadi ingin seperti Oma." ucap KIA


" bagus dong, nanti di rumah juga buat taman ya, taman yang seperti kamu ingin kan." jawab Dewa.


" Eh ngapain ini????." tanya Kia dengan waspada, bagaimana tidak waspada kalau Dewa saat ini sedang mencium bahu Kia yang terbuka, saat ini Kia hanya memakai baju tidur tipis tanpa lengan.


" Kamu yang menggoda ku sayang." Jawab Dewa.


" Siapa yang godain mas." ucap KIA.


" Ini bukti nya." ucap Dewa dengan meremas salah satu buah melon nya.


" Ah..." desah KIA.


" Mas...." ucap Kia yang begitu kecewa dengan bibir nya sendiri yang selalu tidak bisa terkontrol.


" Kamu menikmati nya sayang, jangan coba coba untuk bilang tidak." Jawab Dewa dengan senyum smrikkk nya.


" Mas, berhenti dong, jangan begitu terus, KIA itu ingin menikmati taman di malam hari." ucap KIA.


" Sudah nikmati saja, mas juga ingin nikmati yang ingin mas Nikmati." ucap Dewa yang masih dengan aktivitas tangan nya.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...


__ADS_2