
Bunda dan KIA berpamitan kepada Bu Ningsih dan bik Darmi, bahkan Bu Ningsih juga membawakan kue dan masakan yang banyak, itu membuat bunda suka, karena nanti di rumah bunda tidak akan masak lagi.
Di rumah keluarga Dewangga memang ada asisten rumah tangga, tapi mengenai masakan dan kebersihan kamar di bersihkan oleh bunda dan untuk kamar Kia, KIA sendiri yang membersihkan nya.
" Assalamualaikum Bu." ucap Dewa yang baru masuk ke dalam rumah.
" Waalaikumsalam." jawab Bu Ningsih.
" Habis ada tamu Bu?." tanya Dewa yang melihat ada 3 cangkir minuman di atas meja ruang tamu.
" Iya nak, dan ibu senang banget nak, ada kabar baik untuk kita." ucap Bu Ningsih dengan wajah yang berbinar.
__ADS_1
" Wah yang benar, apa dong Bu, bagi bagi berita baik nya dong Bu, jangan di simpan sendiri, apa ibu mau menikah lagi." goda Dewa dengan menaik turun kan ke dua alis nya.
" Kamu itu ngomong apa sih nak, ibu itu sudah tua, ibu juga masih mencintai almarhum ayah kamu, ibu sudah bahagia ada kamu di sisi ibu ini." ucap ibu dengan memukul bahu Dewa pelan.
" ha ha ha oke oke oke Bu, Alhamdulillah Dewa senang mendengar kalau ibu begitu mencintai ayah, Dewa juga berdoa semoga kelak Dewa juga mendapatkan pasangan seperti ibu, yang menerima keadaan, saling melengkapi dan penuh rasa cinta dan kasih sayang." ucap Dewa dengan memeluk sang ibu
" Ibu mau cerita, kalau gadis kemarin yang nolongin ibu tadi ke sini lagi dengan ibu nya, dan yang bikin ibu senang itu bunda dari gadis itu memesan kue dan masakan ibu banyak, kata nya di buat arisan." ucap ibu dengan senyum
" Dan yang ini berita lebih senang lagi." ucap ibu
" Wah ada yang lebih senang lagi Bu?." tanya Dewa.
__ADS_1
" Iya, ayah nya kata nya mau mempromosikan masakan dan kue ibu ke teman dan kolega nya, tapi sekarang ayah nya masih sibuk, kalau nanti sudah tidak sibuk, mereka akan bertemu dengan kita, jadi kalau mereka mau bertemu dengan kita, ibu mohon kamu ikut ya nak, dampingi ibu." ucap Bu Ningsih.
" Alhamdulillah wah kuliner ibu melebarkan sayap ini cerita nya, In Sha Allah ya Bu, kalau tidak ada jadwal lain, Dewa pasti temani ibu untuk bertemu mereka, semoga ini awal langkah yang bagus buat usaha ibu ke depa nya, Amiiinnnn." ucap Dewa.
Dewa segera memeluk sang ibu, di saat beliau menitikan air mata nya, Dewa sebenarnya tidak menyukai kalau sang ibu sampai mengeluarkan air mata nya, sudah cukup air mata ibu keluar saat sang ayah meninggal kan mereka berdua, tapi ini bukan tangisan sedih melainkan tangisan bahagia, Dewa berjanji pada diri nya sendiri, kalau kerjasama ini benar benar terjalin dan usaha ibu nya semakin maju, ia akan mencari orang untuk membantu sang ibu, bahkan kalau bisa ibu hanya duduk manis dan memberikan instruksi saja, agar ibu tidak capek, Dewa tidak mau kalau ibu nya sampai sakit, karena ia hanya memiliki sang ibu saja di dunia ini.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak