
Di sekolah.
Hari Senin, dimana hari yang membuat para siswa dan siswi bosan dan ingin lanjut untuk liburan, bahkan tidur seharian di kasur empuk mereka.
" Tot." panggil Roy yang di ikuti oleh Bayu dan El, tidak lama Salsa juga ikut jalan di belakang mereka.
KIA berhenti lalu membalikkan badan nya.
" Apa!!!!." seru KIA.
" Kita barengan aja ke kelas nya." jawab Roy
Mereka berlima berjalan beriringan, di sepanjang perjalanan banyak sekali mata yang memandang mereka, banyak sekali dari mereka yang mengangumi mereka semua, bahkan Kia dan Salsa banyak yang ingin mendekati dan menjadikan mereka kekasih nya, namun sahabat laki laki seperti Roy, El dan Bayu selalu akan mendatangi laki laki yang mendekati KIA dan Salsa, begitu pun sebaliknya, karena mereka ber lima sudah berjanji kalau tidak akan pacaran, kalau emang mau serius mereka akan langsung menikah tanpa ada pacaran.
" pagi Pak Rendi, pak Bayu." sapa mereka ber lima bersamaan.
" pagi juga, tumben tidak telat hari ini, apa kalian sudah mendapatkan hidayah?." tanya Rendi dengan kekehan.
" Wah pak Rendi lagi ngajak bercanda ini, eh tapi ada benar nya juga loh kalau hari ini kita jadi anak yang baik." jawab Bayu.
" Em, ya sudah sana ke kelas, persiapan untuk upacara." ucap Zaki.
" Siap pak." Jawab mereka berlima kompak serta memberikan hormat.
Rendi dan Zaki lagi lagi menggelengkan kepala nya, menurut mereka ber dua sehari saja tidak bertemu mereka ber lima seperti hambar, tidak ada semangat sama sekali untuk mengajar.
__ADS_1
Tet tet tet
Bel telah berbunyi, semua warga sekolah tah berkumpul jadi satu di lapangan, mereka semua akan melaksanakan upacara.
Upacara dilaksanakan dengan penuh hikmad, tidak ada adegan siswa yang pingsan atau berbicara.
Setelah upacara selesai semua siswa masuk ke dalam kelas nya.
Roy yang melihat sekilas ada Dewa langsung segera menghampiri.
" Gue ke toilet dulu ya." ucap Roy kepada teman teman nya.
Niat Roy bukan membohongi teman teman nya ,tapi ia ingin menemui Dewa dan mengatakan sesuatu, meskipun Kia sudah melarang nya, tapi Roy tidak mau kalau Dewa salah pilih.
Roy melihat kanan kiri melihat kalau teman teman nya sudah tidak terlihat, dengan segera ia menghampiri Dewa yang sedang duduk di depan ruang guru bersama dengan Zaki dan Rendi.
" Iya Roy, ada apa? ada yang bisa saya bantu?." tanya Dewa.
" Em, begini pak apa bapak ada waktu, ada yang ingin saya bicarakan sama bapak?." tanya Roy
Dewa menatap Roy,
" Kapan? kalau nanti sore bagaimana, sepulang sekolah, untuk tempat bisa kamu yang memilih nya." ucap Dewa.
" Baik pak, di cafe spin saja Bagaimana pak?." tanya Roy.
__ADS_1
" Baik, nanti sore jam 4 kita bertemu di cafe spin." ucap Dewa.
" Iya pak, kalau begitu saya pamit dulu untuk masuk ke kelas, terima kasih pak." ucap Roy dan Dewa menganggukkan kepala nya.
" Ada apa?." tanya Rendi setelah melihat Roy pergi
" Roy ngajakin pertemuan." jawab dewa
" Oh." jawab Rendi.
-----------
Di cafe spin.
" Pak Dewa." panggil Roy yang sudah sampai duluan di cafe spin.
" Roy." ucap Dewa lalu duduk.
" Ada apa Roy, seperti nya penting banget, sampai sampai kamu mengajak saya bertemu di sini." ucap Dewa.
" Em,, ini pak." ucap Roy sambil memberikan ponsel nya kepada Dewa....
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...