Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Penasaran


__ADS_3

Bu Ningsih membalikkan badan nya di bantu dengan baik Darmi, tapi ia urungkan karena terdengar suara motor putra semata wayang nya masuk ke dalam halaman rumah.


" Assalamualaikum Bu, bik." ucap Dewa sambil mencium punggung tangan ibu nya.


" Waalaikumsalam, kok baru pulang nak?." tanya ibu


" Lho kaki ibu kenapa?." Dewa balik bertanyalah tanpa menjawab pertanyaan dari ibu nya.


" Oh ini kaki ibu tadi kesleo, dan...." ucapan ibu langsung di potong oleh Dewa.


" Kesleo, kok bisa Bu, terus sekarang bagaimana?." tanya Dewa langsung melihat kondisi kaki ibu nya yang di perban.


" Ih, kamu itu suka sekali memotong pembicaraan ibu, dengerin dulu baru tanya." ucap ibu sambil memukul punggung putra nya


" Maaf Bu, maaf, Dewa khawatir sama ibu, tapi kenapa ibu tidak menelpon Dewa sih." ucap Dewa.


" Ibu sudah tidak apa apa kok." jawab ibu sambil menceritakan mulai kejadian dari awal sampai akhir, bahkan bertemu dengan KIA saja juga di ceritakan oleh sang ibu


Deg....

__ADS_1


" KIA... jangan bilang Kia yang itu." ucap Kia dalam hati nya.


" Jadi taksi tadi yang ada di depan itu orang yang menolong ibu?.." tanya Dewa


" Iya, tapi ibu lupa minta no ponsel nya?, hmm mudah mudahan nanti Kia main ke sini lagi." ucap Bu Ningsih dengan sedih


" Ibu kenapa sedih." tanya Dewa.


" Ibu senang sama Kia nak, dia itu baik baik." jawab Bu Ningsih


" Iya den, bibik saja baru ketemu langsung senang, apalagi ibu." jawab bik Darmi.


Dewa menghela nafas panjang nya.


Setelah keluar dari rumah Bu Ningsih KIA kembali ke supermarket untuk mengambil motor nya dan segera pulang, sesampai nya di rumah, KIA langsung di tunggu bunda dan ayah nya dengan wajah penuh ke khawatiran.


" Assalamualaikum ayah bunda." ucap Kia setelah memarkirkan motor nya.


" Waalaikumsalam, kamu dari mana Kia?." tanya bunda dengan melihat penampilan Kia yang sudah tidak karuan

__ADS_1


" Kenapa kamu dari rumah sakit, apa kamu sakit?." tanya ayah yang tidak kalah khawatir dari sang bunda.


" Kita masuk dulu yuk Bun yah, nanti Kita ceritain ok." ajak KIA dengan menggandeng tangan ke dua orang tuanya.


" Sekarang kita sudah duduk, coba ceritakan, ayah melihat ada pengeluaran notifikasi dari ATM yang kamu bawa untuk biaya rumah sakit." ucap ayah.


" Iya Kia, ayo cerita ke ayah sama bunda, dari tadi kita sudah khawatir sama kamu, apalagi ponsel kamu tidak aktif." ucap bunda dengan mata berkaca-kaca


" Ayah bunda, tenang saja Kia baik baik saja kok, untuk ponsel maaf ya, KIA lupa semalam tidak nge-charge ponsel kia." ucap Kia lalu menceritakan dengan apa yang kia alami tadi sepulang sekolah, bahkan apa yang terjadi dengan Bu Ningsih tidak lepas dari cerita Kia.


" Alhamdulillah kalau kamu baik baik saja Kia, bunda dan ayah bangga punya putri seperti kamu, dan untuk Bu Ningsih tidak apa apa kan kita?." tanya bunda.


" Alhamdulillah tidak apa apa Bun, ya cuma kaki nya di perban dan mungkin bisa beberapa hari lagi Barus bisa jalan, Astaghfirullah KIA lupa, sebentar Bun yah." ucap Kia berlari ke depan, KIA lupa untuk membawa masuk oleh oleh dari Bu Ningsih tadi.


" Bun, ini oleh oleh dari Bu Ningsih, beliau juga bilang minta maaf untuk ayah dan bunda karena membuat ayah dan bunda khawatir." ucap Kia


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2