
" Untuk itu, supaya acara pernikahan berjalan khitmat saya hanya memberikan penasehatan dalam bentuk point-point-nya saja yang mudah untuk diingat. Pada pengantarnya saya menyampaikan bahwa nikah secara Bahasa artinya adalah mengumpulkan dan kebolehan melakukan hubungan suami isteri. Di dalam UU No.1 Tahun 1974, disebutkan perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.Berdasarkan hadis Nabi Saw. supaya kehidupan rumah tangga berjalan dengan baik maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan; pertama, memahami dan memiliki kecenderungan kepada agama. Agama dalam hal ini agama Islam hendaklah dijadikan sebagai dasar dan pedoman dalam kehidupan berumah tangga. Jalankanlah kewajiban-kewajiban yang telah dibebankan kepada kita dengan ikhlas dan taat niscaya akan memberikan kemudahan dan keberkahan dalam kehidupan keluarga. Jika kita jauh dari agama apakah mungkin Allah akan menurunkan Sakinah kepada kita. Pengetahuan dan pengamalan agama kita yang masih minim apakah sudah memungkinkan kita untuk mendapatkan keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. Jika terjadi perbedaan pendapat, perselisihan dan pertengkaran dalam keluarga, jadikan agama sebagai standar dan rujukan dalam menyelesaikan masalah. Bila pendapat pribadi, ego dan nafsu yang kita kemukakan maka tentu tidak akan ada titik temunya. Berdoa juga sangat penting untuk dikerjakan supaya Allah SWT memberi kemudahan dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Doa adalah kekuatan dan senjata bagi seorang mukmin. Doa dapat memberikan harapan dan menumbuhkan semangat dalam berusaha. Kedua. Berusaha dalam kehidupan. Di samping doa yang telah dilakukan, usaha adalah sebuah kemestian dalam kehidupan berumah tangga. Tanpa ada usaha maka keluarga akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Di dalam agama kita diajarkan bahwa kita harus yakin bahwa rezeki itu dari Allah SWT. Karena tidak ada satu binatang melata pun di bumi ini kecuali Allah akan memberinya rezeki. Namun untuk mendapatkannya perlua adanya usaha supaya dapat memenuhi kebutuhan diri sendiri dan juga keluarga. Ketiga, perlu adanya ilmu pengetahuan. Beliau mengumpamakan bahwa seseorang yang akan berlayar di tengah laut harus mengetahui terlebih dahulu segala hal yang terkait dengannya supaya dapat menjalaninya dengan selamat. Demikian juga di dalam kehidupan ini kita harus lah punya ilmu tentang kehidupan. Berumah tangga juga ada ilmunya, berusaha juga adalah ilmunya. Pokoknya apapun yang akan kita lakukan harus didasarkan kepada ilmu. Jangan melakukan sesuatu tanpa ilmu, nanti akibatnya menjadi tidak baik. Keempat, tawakal kepada Allah SWT. Bertawakal kepada Allah dilakukan setelah berusaha dan berdoa. Semua yang kita lakukan apabila sudah dikerjakan dengan maksimal dan berdoa kepada Allah SWT maka hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT. Tapi jika usaha belum maksimal kita sudah bertawakal kepada Allah SWT, maka penempatan tawakal tidaklah tepat." ucap Penghulu.
" Apa mas Dewa dan mbak Kia sudah paham tentang apa yang saya katakan barusan?." tanya Penghulu
__ADS_1
" Sudah pak." jawab Dewa, KIA hanya mengangguk kan kepala nya saja.
" Mbak Kia, bapak mau bertanya sebentar sama mbak?, apa tugas seorang wanita setelah menikah mbak." tanya Penghulu sambil menatap KIA dengan seksama
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...