
Ajeng dan KIA berjalan ke ruang guru.
Tok.... Tok.... Tok .....
" Permisi Bu, apa pak Dewa ada di sini?." tanya KIA, sedangkan Ajeng berdiri lumayan jauh dari ruang guru, namun Ajeng masih bisa melihat dan mendengar apa yang di lakukan oleh KIA.
" Itu pak Dewa, masuk saja Kia." ucap guru yang bernama Sarah
" Pak Dewa di cari KIA ini, ciye di apelin sama...." ucap Pak Jaya.
" KIA mau apelin pak Jaya, KIA rindu pak... I Love You pak Jaya, Muah." sahut KIA dengan memberi cium jauh untuk pak Jaya
Semua guru di sana langsung tertawa mendengar apa yang di ucapkan oleh KIA, semua orang di sana sangat tahu, bagaimana pak Jaya dan Kia, seperti anak dan ayah, meskipun setiap hari Kia selalu membuat ulah dan nama nya selalu ada di daftar buku BP, Pak Jaya tidak pernah sekalipun marah terhadap Kia.
Dewa yang melihat interaksi antara Kia dan Paka Jaya ikut tersenyum, bahkan Dewa tidak sedikitpun menaruh rasa cemberu kepada Pak Jaya
Dewa melangkah kan kaki nya keluar, karena posisi Kia berada di ambang pintu.
" Ada apa?." tanya Dewa yang sudah berdiri di depan Kia.
__ADS_1
Dewa dan KIA berdiri depan ruang guru otomatis Ajeng bisa melihat interaksi Dewa dan KIA.
" He he he, KIA lupa tidak bawa uang, KIA boleh pinjam pak? besok Kia balikkin uang nya." ucap Kia dengan wajah imut serta tangan yang mengadah kepada Dewa.
Dewa tersenyum sambil menggelengkan kepala nya. namun dengan segera Dewa mengeluarkan dompet yang ada di saku celana nya
" Mau berapa?." tanya Dewa.
" 1 lembar saja." jawab Kia
Namun Dewa memberi Kia uang 3 lembar warna merah.
" 1 saja pak, besok Kia kembalikan." Ucap Kia sambil menyerahkan 2 lembar uang kepada Dewa
" Terima kasih pak, pak Dewa baik banget." ucap Kia dengan tersenyum.
" Sama sama, sana buruan pergi nanti keburu masuk, ingat jangan makan yang pedas pedas, nanti lambung kamu sakit." jawab Dewa dengan mengusap kepala kia .
KIA langsung pergi dari sana dan Ajeng hanya bisa bengong, tapi Ajeng tidak kalah cara, dia segera menghampiri Dewa setelah Kia tidak terlihat.
__ADS_1
" Pak Dewa." panggil Ajeng.
Dewa yang semula tersenyum langsung menormalkan raut wajah nya dingin.
" Iya ada apa?." tanya Dewa.
" Em, begini pak, tadi saya melihat bapak dengan Kia, bapak apa tidak takut kalau nama baik bapak ikut jelek karena dekat dengan Kia." ucap Ajeng yang memanas manasi Dewa.
" Oh iya, apa Kia seperti itu? saya kok tidak tahu ya." ucap Dewa.
" Iya pak, bahkan 1 geng nya itu juga sama seperti Kia, cewek yang suka buat keributan, cewek yang tidak tahu sopan santun, bahkan tadi minta uang ke bapak kan?." tanya Ajeng.
Dewa langsung menatap Ajeng dengan intens, bahkan tatapan Dewa menakutkan, seperti akan makan orang.
" Kamu tahu Kia meminta uang kepada saya tadi? padahal tadi saya melihat tidak ada orang satu pun yang melihat kita berdua, jangan bilang kalau kamu sedang menata matai saya dengan Kia." ucap Dewa dengan tatapan lebih tajam, bahkan Ajeng saat ini sulit untuk bernafas.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...