
" Bapak kasih saran nak, lebih baik kamu jauhin perempuan itu, dia sudah tidak baik, padahal kalian belum menikah, dan untung nya kamu tahu sebelum kalian menikah, tapi bapak kembalikan kepada kamu nak, kamu memiliki Allah dan Bu Ningsih." ucap Pak Ari
Dewa hanya mengangguk kan kepala nya saja, menandakan kalau ia mengerti apa yang di maksud oleh pak Ari
Di tempat lain, lebih tepat nya di kantin Rumah Sakit.
" Lho, bunda kok ada di sini? terus ayah bagaimana?." tanya KIA yang melihat bunda datang seorang diri
" Ayah lagi sama teman nya, kalian pesan apa, kok minum saja?." tanya bunda.
" Ya Bun, kita sudah kenyang, gimana Bun sama kakak tadi?." tanya Roy.
" Iya Bun, gimana, sakit apa sih kakak itu Bun? kok KIA baru tahu ada orang seperti itu?." tanya KIA dengan polos nya.
" Eh KIA, tadi itu kena obat perangsang tahu." ucap Bayu.
__ADS_1
" obat Perangsang gimana?." Tanya KIA.
" Buset deh, emang benar kalau Kia tuh di panggil sama kita bontot, dia mah jadi anak lurus lurus saja, nggak tahu apa apa." ucap El
" Stop, kalian belum saat tahu tahu begituan, yang penting sekarang kalian belajar yang rajin biar nanti bisa masuk ke universitas impian kalian." ucap bunda.
" Tuh dengerin apa kata bunda, KIA kan emang anak baik dan pasti nya kesayangan bunda dan ayah, wekkkkkkk." ucap kia dengan menjulurkan lidahnya kepada ke empat teman teman nya, El, Bayu, Roy dan Salsa hanya menggeleng kan kepala nya saja, KIA yang dari luar nya seperti anak liar, ternyata dia tidak tahu apa apa tentang usia 18+.
" Kak, kopi nya." ucap seorang pelayan rumah sakit.
" Terima kasih mbak." jawab Kia.
" laki laki, sudah itu saja, bunda minta punya kamu saja, kasihan ayah sama teman nya kalau kamu pesan minuman lagi, ayo ke ayah." ajak bunda.
Mereka ber lima mengangguk patuh atas ajakan sang bunda.
__ADS_1
Mereka berjalan ber lima sedangkan bunda berada di depan mereka, bunda hanya bisa menggelengkan kepala nya mendengar celotehan mereka semua, apabila orang lain tahu pasti menganggap kalau mereka adalah saudara, mereka berteman sudah lama, bahkan tidak hanya anak anak nya saja yang berteman, para orang tua juga berteman baik, sejak awal mereka sudah saling membantu, tidak ada yang pernah menjatuhkan, semua pasti akan selalu ada untuk yang lain nya juga
Di tempat Pak Ari dan Dewa
" Saya sangat berterima kasih atas saran yang telah bapak berikan kepada Saya, jujur setelah saya bertemu dengan bapak, saya merasa memiliki seorang ayah lagi, meskipun posisi ayah saya tidak akan bisa tergantikan oleh siapa pun, saya merasa mendapat kasih sayang dari seorang ayah, dulu saya hanya berfikir sendiri, karena saya tidak berani membebani ibu saya pak, sudah cukup ibu saya menderita di saat di tinggal sama bapak saya, jadi saya sebagai anak harus bisa memberikan kebahagiaan terhadap ibu nya, apalagi saya anak laki laki, dan saya bisa melihat seperti nya ibu saya juga kurang suka terhadap kekasih saya." ucap dewa.
" Sama sama nak, saya juga seperti kamu, saya merasa memiliki seorang anak laki laki yang bisa di ajak berbagi cerita, ingat pesan bapak ya, libatkan Allah di setiap urusan mu, dan selalu ingat akan ada doa seorang ibu yang selalu menyertai langkah mu." ucap pak Ari.
" Ayah..." panggil KIA.
Dewa langsung membalikan badan nya setelah mendengar seseorang memanggil ayah, karena suara nya sangat familiar untuk Dewa.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...