
" Lo kenapa Wa." ucap Zaki yang masuk ke dalam ruangan Dewa.
" Bisa ucap salam dan ketuk pintu tidak!!!." seru Dewa.
" Gue udah ya, tapi tidak ada Jawa dari Lo dan gue dengar Lo ketawa ya langsung masuk saja." sanggah Zaki
Dewa mengangguk anggukkan kepala nya.
" Sorry." ucap Dewa
" Lo kenapa ketawa seperti itu, kayak orang gila tau." ucap Zaki yang duduk di depan Dewa.
" Kepo, jadi orang jangan kepo, nanti cepet mati nya." jawab Dewa.
" Resek Lo, nih laporan cafe dalam Minggu ini, dan ini adalah bahan bahan yang sudah mau habis dan segera saja untuk beli bahan nya lagi." Ucap Zaki dan Dewa mengangguk kan kepala nya.
Di rumah
Dewa sedang duduk sama ibu di ruang keluarga sambil menonton televisi.
__ADS_1
" Nak bagaimana dengan rencana kamu?." tanya Ibu.
" Alhamdulillah sudah hampir selesai Bu, tinggal tunggu hari H saja." jawab Dewa.
" Terus gaun nya?." tanya ibu
" Sudah bu, bahkan Kia sangat cantik saat pakai gaun nya." jawab Dewa dan ibu mengerutkan dahi nya
Dewa yang melihat ekspresi ibu nya langsung mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan kiriman dan Bu Rosa siang tadi.
" Masha Allah, ini kia nak? cantik sekali, eh Kia emang cantik kok, di tambah pakai gaun ini tambah cantik." jawab Ibu.
" Siapa dulu calon suami nya, Dewa tidak salah pilih kan Bu?." tanya Dewa.
" Ibu mau kemana? masih sore Bu kok sudah mau tidur saja." ucap Dewa.
" Tunggu sebentar." jawab Ibu.
Tidak lama ibu kembali lagi dengan buku kecil dan tipis.
__ADS_1
" Ini, kamu pakai ya nak, ibu hanya punya ini untuk kamu." ucap Ibu sambil menyerahkan buku itu, dan ternyata itu adalah buku tabungan.
" Lho, ini kan tabungan ibu? buat apa Bu?." tanya Dewa.
" Buat pernikahan kamu nak, ibu yakin kalau kamu menguras tabungan kamu untuk nikahan kamu, jadi ibu memberikan ini buat kamu, maaf kan ibu hanya bisa memberikan ini kepada kamu nak, itu adalah hasil jualan ibu beberapa bulan ini." jawab ibu.
" Ibu, memang benar kalau Dewa menguras tabungan Dewa, tapi tabungan Dewa tidak sampai habis kok Bu, Dewa masih punya tabungan untuk menghidupi KIA nanti nya, jadi ibu pegang saja ya, dan ibu tenang saja ok." jawab Dewa.
" Tapi nak." ucap Ibu.
" Ibu tenang saja, ibu tidak usah khawatir dengan Dewa, Dewa tahu kalau ibu khawatir kalau nanti nya Dewa tidak bisa membahagiakan Kia dan nanti nya akan membawa Kia dalam hidup kekurangan." jawab Dewa dengan tersenyum.
" Ibu dengar ya, sejak Dewa berani meminta Kia sebagai istri Dewa kelak, Dewa sudah mempersiapkan semua nya Bu, bahkan Dewa juga sudah membeli rumah untuk kita semua, nanti kita ber lima tinggal serumah, serta bibi dan pak satpam juga ikut." jawab Dewa.
" Ru rumah...." ucap Ibu
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...