
" Kamu tidak haus Wa, dari tadi kok minuman kamu masih utuh." ucap WITA
" Eh iya, ini aku minum." jawab Dewa.
Dewa segera meminum minuman itu dengan sekali minum langsung habis.
Sedangkan WITA tersenyum puas setelah melihat Dewa meminum itu sampai habis.
Di meja lain Kia dan Salsa di bantu dengan Roy, El dan Bayu membantu seorang waiters yang sedang kepanasan.
Mereka ber lima bingung mau ngapain, karena laki laki tersenyum ingin membuka baju nya dan berkata kalau kepanasan.
" KIA, Lo panggil ayah Lo deh, mungkin ayah Lo bisa bantu." ucap Bayu.
" Oke oke, kalau begitu gue ke ayah dulu." ucap Kia.
------
" hah hah hah, Ayah bantu KIA." ucap Kia dengan nafas ngos ngosan.
" Kamu kenapa Kia, kamu itu dari mana saja, dari tadi bunda dan ayah cariin kamu." ucap bunda.
__ADS_1
" Aduh bunda nanti saja Kia jawab nya, sekarang tolong KIA sebentar." jawab Kia.
" Minta tolong apa?." tanya ayah
" Ayo ikut KIA ayah bunda." ucap Kia menarik tangan ayah nya.
bunda yang merasa tidak enak, segera minta maaf kepada teman teman nya lalu menyusul KIA dan suami nya.
" Ini kenapa?." tanya ayah yang bingung setelah sampai di tempat dan melihat kondisi seorang waiters.
" Tidak tahu yah, tiba tiba kakak ini begini, kasihan yah, tolong bantu dia, kalau bisa kita bawa aja ke Rumah Sakit." ucap Kia.
" Ayo kita ke bawa ke Rumah Sakit." jawab ayah.
Dewa yang melihat siswa nya serta pak Ari dan Bu Rosa keluar dengan tergesa merasa penasaran.
Dewa bangkit lalu menghampiri mereka.
" Pak Bu, ini ada apa? kok ramai ramai." tanya Dewa.
" oh ini, KIA dan teman teman nya melihat ada seorang waiters seperti orang mabuk, dia berusaha membuka baju dan bilang kepanasan, seperti dia minum obat pe rang sang nak Dewa." ucap Pak Ari lirih.
__ADS_1
Dewa segera melihat siapa waiters tersebut, dan betapa terkejutnya Dewa, ternyata orang yang di maksud oleh pak Ari adalah laki laki yang ia kasih minuman tadi.
" Pak Bu, saya pamit ke dalam dulu, nanti saya ikut ke Rumah sakit." ucap dewa.
" baik nak, nanti kalau sudah sampai di rumah sakit kamu bapak kabarin, kalau begitu kami duluan." ucap pak Ari segera masuk ke dalam mobil dan Dewa hanya menganggukkan kepala nya saja.
Dewa ternyata tidak masuk ke dalam lagi melainkan duduk di tepi jalan dengan mengusap wajah nya dengan kasar.
" Alhamdulillah ya Allah, Engkau menyelamatkan hamba dari marabahaya, ternyata apa yang di ucapkan KIA benar, astaghfirullah WITA, kenapa kamu berbuat seperti itu kepada ku, apa aku salah melangkah selama ini, apa ini adalah jawaban dari setiap sujud ku, langkah apa yang harus aku ambil Ya Allah." ucap Dewa lirih.
" Dewa kamu kenapa duduk di sini?." tanya WITA yang menyusul Dewa keluar.
Dewa masih mengatur nafas nya, ia harus tetap bisa mengontrol emosi nya untuk menghadapi WITA
" Oh cari angin saja, ini sudah malam, ayo aku antar pulang, aku mau pulang." ucap Dewa, sebenarnya WITA masih ingin di sini, tapi Dewa mengajak nya pulang jadi WITA hanya mengangguk kan kepala nya saja.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...