
Saat malam tiba, baik Kia dan Dewa merasa canggung bagaimana tidak canggung kalau malam sebelum nya mereka hanya tidur sendiri, dan malam ini mereka harus tidur ber dua, berbagi tempat tidur.
" Emm, Kia bersih bersih dulu ya mas." ucap Kia dan Dewa menganggukkan kepala nya.
KIA masuk ke dalam kamar mandi dan Dewa keluar menuju balkon kamar Kia.
Di dalam kamar mandi.
Jantung Kia berdebar begitu cepat.
" Kenapa Jantung gue seperti ini." Tanya KIA pada diri nya sendiri, saat ini Kia berada di depan Cermin.
Di balkon kamar
Dewa pun merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan oleh KIA, namun Dewa pintar menyembunyikan nya.
Setelah Kia keluar gantian Dewa yang masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Saat ini mereka berdua sudah duduk di atas tempat tidur.
" Dek, ada yang ingin mas katakan sama kamu." ucap Dewa.
KIA langsung menatap Dewa
" Em, mulai hari ini mas adalah suami adik, dan mulai saat ini juga, apa yang adik lakukan bukan lagi tanggung jawab ayah melainkan sudah menjadi tanggung jawab mas, jadi di sini mas tidak mau menggurui adik, kita jalan bersama ya, kita belajar bersama, apabila mas ada salah adik tegur ya, mas juga kan bukan peramal yang bisa mengetahui isi hati adik, mas ingin menjadi suami yang selalu ada buat istri mas, jadi jangan sungkan kalau menginginkan sesuatu, apabila uang mas belum cukup apa adik mau menunggu untuk uang nya cukup, karena mas tidak mau kalau sampai adik meminta uang sama ayah bunda, karena adik sudah menjadi tanggung jawab saat ini." ucap Dewa dengan memegang ke dua tangan Kia.
" Iya mas, kita belajar sama sama ya, tegur KIA juga apabila sikap, sifat atau yang lain nya tidak sesuai dengan keinginan mas." Jawab Kia.
" Em mas, ada yang mau Kia tanya mengenai........." ucapan Kia langsung di potong
" Mas tidak akan meminta hak mas dalam waktu dekat ini, mas ingin adik merasakan masa remaja adik dengan teman teman adik, mengejar mimpi adik, tapi mas juga tidak bisa memastikan nya, Sampai kapan mas bisa menahan nya, yang terpenting adalah kita pacaran dulu ya, kan mas belum merasakan nama pacaran gimana." ucap Dewa, namun Kia manyun.
" Terus sama Tante WITA itu?." tanya KIA.
" Apa adik mau dengar cerita nya, mas memang pernah pacaran dengan WITA, namun mas selalu menjaga jarak dari dia, mana pernah mas berpegang tangan dengan nya." ucap Dewa.
__ADS_1
" Mas hanya ingin merasakan pacaran secara halal sayang, kalau pun nanti mas ada khilafah nya, itu sudah pahala dan bukan dosa yang mas dapatkan, jadi kita pacaran ya." lanjut Dewa.
Ke dua pipi KIA langsung bersemu merah mendengar ucapan Sayang dari Dewa.
Dewa yang gemes langsung mencubit ke dua pipi KIA
" Ciye istri nya mas malu nih, ah bikin gemes saja." ucap Dewa dengan mencium pipi KIA
Setelah saling berbicara, mereka mengambil air wudhu lalu mereka tidur, Dewa langsung menarik KIA untuk masuk ke dalam pelukannya, tangan Kanan Dewa dijadikan bantal oleh Kia.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...
__ADS_1