Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Keinginan Kia


__ADS_3

" Hai mas, sudah lama?." tanya KIA yang baru saja turun dari tangga


" Oh, baru saja kok." jawab Dewa dengan tersenyum


Bunda merasa senang karena Kia sudah mengganti nama panggilan nya kepada Dewa, Kia akan memanggil Dewa dengan Pak saat berada di sekolah saja.


" Bun yah, Kia sama mas Dewa ke taman dulu ya, ayo mas." ajak KIA.


" Ada apa dek?." ucap Dewa setelah mereka ber dua duduk di taman


" ehh,." ucap Kia yang kaget


" Kenapa, nggak apa apa kan kalau mas panggil kamu adik atau panggil sayang saja." goda Dewa.


Ke dua pipi Kia langsung bersemu merah.


" Terserahlah mas mau panggil apa, em begini mas ada yang ingin Kia katakan sama mas, sebelumnya Kia meminta maaf kepada mas, bukan nya Kia menjadi wanita yang agresif, bukan nya Kia menjadi wanita yang kurang bersyukur, tapi Kia hanya butuh kejelasan mas." ucap Kia

__ADS_1


" Maksud nya?." tanya Dewa sambil mengerutkan dahi nya.


" To the poin aja ya mas, kita sudah tunangan, KIA hanya ingin berkata kalau emang mas serius sama Kia, kita nikah saja." ucap Kia dengan sedikit malu, karena Kia adalah perempuan.


Dewa tersenyum dengan apa yang di ucapkan oleh kekasih nya ini.


Tangan Dewa ingin mengangkat sambil membelai rambut Kia ,tapi Dewa tidak berani, tangan Dewa langsung kembali ia turun kan.


" Sudah benar berarti apa yang gue siapkan." ucap Dewa dalam hati nya.


" Harta bisa di cari bersama mas, Kia bisa kok di ajak sengsara, asal kita berdua selalu bersama, apa pun keadaan nya Kia siap untuk melalui mas, mas ingatkan Allah tidak akan menguji umat nya melebihi kekuatan dari umat nya, Maaf kalau Kia se agresif ini, tapi kia tidak mau menjaga jodoh seseorang, Kia hanya ingin kalau emang mas serius kepada kia, ya sudah ayo nikah." ucap Kia


Kembali Dewa tersenyum.


" Baik lah, kalau begitu tunggu Adik sampai lulus bagaimana? apa adik siap?, mas punya alasan tersendiri, mas hanya ingin adik tidak malu kalau menikah saat adik menikah saat masih duduk di bangku sekolah." ucap Dewa.


" Kia tidak malu." jawab Kia langsung.

__ADS_1


" Adik tidak malu, tapi mas yang tidak ingin buat adik malu, sudah tunggu sampai lulus sekolah ya, kalau emang kita berjodoh pasti akan bertemu dan akan menikah ok, kalau begitu mas pamit pulang dulu ya, sudah jam segini kasihan ibu yang ada di rumah." ucap Dewa dan Kia hanya mengangguk kan kepala nya..


Di depan rumah hanya ada pak Ari saja, sedangkan Kia sudah masuk ke dalam karena ingin ke toilet.


" Bagaimana?." tanya pak Ari.


" Benar apa yang kita pikirkan pak, kalau begitu hari Jumat besok saya akan menikahi putri bapak secara sah." ucap Dewa


Pak Ari hanya mengangguk, semua nya sudah siap tinggal tunggu finis nya saja.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2