Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
ibu adalah segala nya


__ADS_3

" Wa, Lo jangan gegabah, kita berdua masih lagi cari info tentang WITA, meskipun kita ber dua ini sahabatan tapi jangan sampai ini membuat hubungan Lo berakhir." ucap Rendi.


" Bukan nya gue gegabah, tapi hubungan ini memang harus segera di akhiri." jawab Dewa lalu menceritakan kejadian kejadian, dari awal sampai akhir, bahkan Rendi dan Zaki tidak menyangka kalau WITA yang mereka kenal akan berbuat sejauh itu.


" Tunggu kabar dari penyelidikan kita berdua dulu wa, kalau hanya sekedar itu gue yakin WITA masih bisa berkilah lagi." saran Rendi.


Dewa menganggukkan kepala nya, ia juga harus berhati hati untuk mengurus ini semua, ia takut kalau WITA akan macam macam dengan keluarga nya, terutama kepada ibu, karena bagi Dewa ibu nya adalah segala gala nya.


" Kenapa gue bisa bertindak gegabah seperti ini." keluh Dewa.


" Yang sudah berlalu biarlah berlalu Wa, sekarang yang kamu fikirkan adalah bagaimana kamu bisa lepas dari WITA, tanpa harus menyakiti nya, kalau bisa bicarakan dengan baik baik." saran Zaki.


Setelah saling cerita Dewa memilih untuk pulang, ia akan membicarakan ini dengan ibu, ibu nya wajib mengetahui nya meskipun nanti ibu nya akan kecewa dengan nya.


" Assalamualaikum." Dewa mengucap salam saat membuka pintu rumah nya.

__ADS_1


" Waalaikumsalam, kenapa kamu pulang larut malam nak, apalagi ponsel kamu juga tidak aktif, ibu khawatir sama kamu.." ucap ibu yang langsung menghampiri putra nya.


Bu Ningsih yang melihat wajah lelah anak nya langsung mengajak Dewa untuk duduk lalu memberikan minum dan membawa sepiring nasi berserta lauk pauk nya.


" Dimakan dulu ya, baru kamu cerita, makan dengan tenang, setelah makan kamu bisa bicara dengan ibu." ucap Bu Ningsih, Dewa hanya bisa mengangguk kepala nya saja, tanpa membantah sedikit pun.


Dewa makan dengan mata yang berkaca kaca, ia ingin menangis saat itu juga, tapi ia tidak mau melihat ibu nya sedih.


Dewa makan dengan lahap, tanpa ad jeda sedikit pun, seperti orang yang beberapa lama tidak makan.


Bu Ningsih yang paham, langsung membelai kepala sang putra nya.


" Tenang kan fikiran kamu dulu, kuat kan hati kamu, ingat selalu ada ibu di sisi kamu, jangan berfikir kalau kamu sendirian, ibu tidak akan memaksa kamu untuk bercerita, tapi kalau kamu sudah tenang dan ingin berbicara sama ibu, ibu akan selalu siap kapan pun kamu mau nak." ucap Bu Ningsih.


" Ibu.... maafkan Dewa." ucap Dewa dengan suara bergetar, Dewa merasa kalau sudah mengecewakan sang ibu.

__ADS_1


" Maaf kenapa? kamu kan tidak membuat kesalahan nak?." ucap ibu.


Dewa langsung menatap sang ibu


" Kamu percaya kalau Allah itu selalu ada untuk umat nya?." tanya Bu Ningsih dan Dewa menganggukkan kepala nya.


" Berseralah diri kepada Nya, ibu yakin segala kegundahan hati kamu akan segera teratasi." ucap Ibu lalu mencium kening sang putra dengan rasa penuh kasih sayang.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2