Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
Otw Rumah Baru


__ADS_3

Sudah satu bulan Kia dan Dewa sah menjadi suami istri, tepat hari ini Dewa akan memboyong keluarga besar nya pindah ke rumah yang telah ia siapkan, Dewa yang sebelumnya tinggal di rumah mertua nya, bisa melihat mata yang sedang berkaca kaca untuk melepaskan putri semata wayang mereka, Dewa tahu kalau ayah dan bunda sedang menahan air mata itu agar tidak jatuh, Dewa tahu kalau mereka tidak ingin jauh dari putri nya, namun ayah dan bunda tidak mau egois, bagaimana pun juga putri mereka saat ini sudah berkeluarga, mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas ayah dan bunda harus melepaskan putri untuk di boyong oleh suami nya, dan untung nya Dewa sudah mengantisipasi hal ini jauh jauh bulan sebelum nya ,jadi Dewa Beberapa bulan sebelum menikah sudah membeli rumah yang bisa menampung semua anggota keluarga, jadi Ayah bunda tetap bisa berada di samping putri semata wayangnya, dan Dewa juga tidak meninggalkan ibu nya seorang diri di rumah.


Dewa membeli rumah itu dengan uang yang ia hasil kan dari Restoran dan Cafe yang ia dirikan atas kerjasama dengan ayah mertua nya, meskipun ayah mertua nya tidak pernah meminta bagi hasil namun Dewa juga harus tahu diri dalam hal itu.


Dewa ingin membahagiakan mereka semua, Dewa juga ingin mereka semua merasakan hasil kerja nya.


" Assalamualaikum ayah bunda." Dewa mengucap salam


" Waalaikumsalam, masuk nak." ucap bunda.


Dewa duduk di ruang tamu, di sana sudah ada ayah, bunda, ibu, bahkan istri nya juga sudah ada di sana pula, malam ini bunda memang sengaja ingin makan malam bersama dengan besan dan menantu nya, karena sudah 3 Minggu Kia tinggal dengan Dewa di rumah besan nya.


" Ini mas minum dulu." ucap Kia dengan menyerahkan segelas air putih, selama menikah Kia banyak belajar dari ibu untuk mengetahui kebiasaan, kesukaan dan apa yang suami nya tidak suka.


Ternyata ayah dan suami nya sama, mereka lebih memilih minum air putih dari pada kopi, teh atau susu, karena setiap di tawarin pasti jawab nya tadi sudah saat bertemu dengan klien atau saat di sekolah, jadi saat di rumah cukup air putih saja.


" Iya sayang, terima kasih." Ucap Dewa dan langsung meminum hingga habis.

__ADS_1


" Ayo makan dulu, keburu dingin nanti makanan nya." ucap bunda.


Mereka ber lima langsung menuju meja makan, KIA dengan sigap menyiapkan makan untuk suami dan mertua nya, sedangkan ayah di siapkan oleh sang bunda, tadi Kia juga sudah menawarkan namun ayah tidak mau, biar bunda saja kata ayah.


Mereka makan dengan tenang, tidak ada pembicaraan di sela sela makan mereka, karena ayah sudah membuat aturan di larang berbicara dan berantem saat di depan makanan.


" Em, ayah bunda, ibu dan kamu sayang, ada yang ingin saya katakan." ucap Dewa setelah mereka duduk santai di ruang keluarga.


" Apa nak." ucap ayah.


" pindah kemana mas?." tanya KIA


" Kita semua akan pindah ke rumah yang sudah mas siapkan untuk kita semua, kita akan jadi satu di dalam rumah itu, mas tidak mau melihat kamu menahan rindu kepada ayah dan bunda, begitu pun sebaliknya, jadi mas sudah putuskan untuk membuat rumah yang bisa kita tinggali bersama sama." ucap Dewa.


" Tapi kenapa harus pindah, kan tinggal di sini juga bisa nak? kamar banyak yang kosong." ucap Bunda.


" Dewa mohon maaf sebelumnya kepada ayah dan bunda, bukan nya Dewa tidak bersyukur namun Dewa ingin tidak ada rasa canggung untuk ke depan nya, rumah ayah dan bunda memang besar dan bisa di tempat oleh banyak orang, namun di sisi lain, Dewa juga mempertimbangkan perasaan ibu, meskipun ibu tidak pernah mengatakan nya dan pasti nya ayah dan bunda menerima dengan tangan terbuka, tapi ibu pasti akan merasakan canggung, begitu pun dengan sebalik nya, jadi Dewa sudah memutuskan untuk membeli rumah dan di sana baik ayah bunda dan ibu tidak akan merasa canggung, karena di sana kita sama sama orang baru." ucap Dewa.

__ADS_1


Ayah yang mendengar ucapan Dewa bangga, ayah merasa sangat di hormati dan di perhatikan oleh menantu nya.


" Terus rumah ini dan rumah Bu Ningsih bagaimana nak?." tanya bunda


" Rumah ibu, Dewa buat kantor pesanan kue dan catering ibu Bun, dan rumah ini rencana mau Dewa tanyakan kepada ayah." ucap Dewa.


" Kalau begitu kita semua akan pindah ke rumah baru, dan untuk rumah ini biar kita jadikan panti asuhan saja, bagaimana?." tanya ayah kepada bunda.


Bunda mengangguk kan kepala nya dan bunda meras bahagia bisa berkumpul dengan putri nya lagi.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2