
Sudah tiga hari dari kejadian di club' 77, Dewa semakin yakin akan pilihan nya, apalagi sang ibu adalah sumber kebahagiaan serta kekuatan nya.
Dewa sudah berjanji akan lebih selektif lagi untuk memilih calon istri, tidak harus dari cover nya saja, tapi harus dengan akhlak nya juga.
Apabila jodoh nya nanti adalah perempuan yang tidak berpakaian tertutup, Dewa akan tetap menerima nya.
Sudah cukup bagi Dewa membuat ibu nya sedih dan kecewa, sudah cukup Dewa berbuat dosa, dan sudah cukup Bagi Dewa jauh dari Allah SWT.
" Bismillahirrahmanirrahim." ucap Dewa setelah ia Merapikan penampilan nya.
" Sudah siap nak?." tanya ibu setelah melihat putra semata wayang nya duduk di meja makan.
" Sudah bu, kan putra ibu ini sudah ganteng." jawab Dewa dengan senyum tampan nya.
" Kamu ini nak, narsis nak, percuma ganteng kalau masih saja sendiri, kalau sudah cocok segera bawa ke sini, jangan lama lama sendiri nak, dan sebelum nya kamu harus selesaikan urusan kamu dulu dengan WITA nak, agar ke depan nya masalah kamu dan WITA tidak menggangu kamu nak." ucap ibu
" Iya Bu, hari Sabtu besok rencana nya Dewa akan berbicara dengan WITA, Dewa juga tidak mau berlarut larut." Jawab Dewa.
Setelah sarapan, Dewa bergegas berangkat ke sekolah.
Di sekolah.
" Selamat pagi anak anak." ucap Dewa saat di dalam kelas Kia.
" Selamat pagi pak." jawab mereka serempak.
__ADS_1
" Baik kalau begitu, segera buka paket kalian halaman 67, bapak akan menjelaskan dan setelah itu kerjakan soal soal pada halaman 69." ucap Dewa.
Semua siswa memperhatikan apa yang di jelaskan oleh Dewa dengan baik.
------------
Bel berbunyi menandakan pelajaran telah usai, semua siswa berbondong bondong keluar dan pasti nya menuju kantin sekolah.
Sedangkan Kia dan Ratna masih di dalam kelas, sedangkan Dewa masih merapikan buku buku nya.
Dewa secara tidak langsung melihat Kia.
" Cantik." guman Dewa lirih
" Astaghfirullah." Dewa menggelengkan kepala nya.
Hari Jumat
Dewa yang sedang berbaring di atas tempat tidur nya segera mengambil ponsel nya dan mendial no seseorang.
" Assalamualaikum, Dewa apa kabar nya?." tanya WITA di seberang sana.
" Waalaikumsalam, kabar aku baik." jawab Dewa, Dewa masih merasakan suara WITA yang sangat menyejukkan hati nya, namun dengan segera Dewa menghilangkan pikiran tersebut.
" Em Wit, besok kamu ada waktu nggak?." tanya Dewa.
__ADS_1
" Ada Wa, jam berapa? kamu jemput aku kan?." tanya WITA.
" Iya, besok aku jemput kamu jam 14.00 siang." jawab Dewa.
" Baik Wa, kamu lagi senggang ya? tumben tumben nan kamu bisa menghubungi aku?." tanya WITA.
" Hmmm." jawab Dewa
" Ya sudah aku tutup telp nya Wit, sampai ketemu besok, Assalamu'alaikum." ucap Dewa lalu menutup telepon nya setelah WITA membalas salam Dewa.
Ke esokkan hari nya.
Dari pagi WITA sudah bersiap siap, mulai menyiapkan baju dan aksesoris yang akan ia pakai saat bertemu dengan Dewa nanti, tidak lupa pula WITA juga membawa sesuatu di dalam tas nya.
" Cantik banget gue pakai baju seperti ini, ini kesempatan bagus untuk memiliki Dewa seutuhnya, gue tidak mau kehilangan Dewa lagi, gue ingin segera menikah dengan Dewa." ucap WITA.
------------
Mohon maaf ya kak, beberapa hari ini up nya sedikit, karena saya lagi persiapan lomba sholawat untuk hari Minggu besok, semoga tim saya menang ya kakak kakak semua.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...