
" Nak kamu kenapa?." tanya pak Ari.
" Eh, tidak apa apa pak." jawab Dewa
" Ya sudah kalau begitu, kalau emang kamu perlu teman untuk bicara, saya siap untuk menjadi teman sekaligus ayah kamu, anggap saja saya ini sebagai ayah kamu nak." ucap pak Ari menepuk bahu Dewa dengan pelan.
Dewa melihat pak Ari dan Bu Rosa bergantian.
Bunda yang paham akan tatapan dari Dewa langsung berdiri.
" Yah, bunda susul anak anak dulu ya, takut nya mereka nanti bikin onar di kantin." ucap Bunda Rosa.
__ADS_1
" Iya Bun, hati hati ya, ayah tunggu di sini saja." jawab Ayah Ari dan bunda langsung berdiri, berjalan menuju kantin Rumah Sakit meninggalkan mereka berdua.
" Bapak paham kalau kamu sedang gelisah, sedang banyak pikiran, kalau memang kamu percaya sama bapak, In Sha Allah bapak akan menjadi pendengar yang baik buat kamu." ucap pak Ari.
Dewa menimang nimang apa yang di tawarkan oleh pak Ari, sebenarnya ia sungkan, tapi ia mau cerita ke siapa, bahkan selama kenal pak Ari, ia seperti menemukan sosok ayah yang selama ini ia butuhkan, meskipun sang ayah tidak akan tergantikan oleh siapa pun.
" Em, saya ada cerita sedikit pak, dan saya mohon untuk memberikan saran atau nasehat, agar saya bisa mengambil langkah pak." ucap Dewa.
" Saya punya seorang teman dekat perempuan lebih tepat nya kekasih, saya dekat baru beberapa bulan ini, awal nya saya hanya ingin menghindari seseorang pak, lalu saya menjalin hubungan dengan nya, saya kagum sama dia pak, dia wanita yang menurut saya yang baik tutur kata nya, sopan dan menyayangi, beberapa waktu lalu saya di kasih saran sama ibu saya, saya suruh sholat istikharah meminta petunjuk kepada Allah, namun sampai kemarin saya hanya mendapatkan petunjuk seperti hubungan saya ini semakin jauh, dan hari ini saya mendapatkan petunjuk berbeda yang membuat saya bingung, langkah apa yang harus saya ambil." Dewa bercerita dengan lirih, pak Ari bisa melihat kegalauan dari Dewa.
" Maaf nak, kalau bapak boleh tahu, kenapa kamu menghindari seseorang tersebut dan kalau boleh tahu petunjuk seperti apa yang hari ini kamu dapat?" tanya pak Ari.
__ADS_1
" Seorang perempuan yang bisa di membuat saya membagi kasih sayang saya yang awal nya hanya ibu saya tapi saya menyayangi nya, tapi saya sadar pak, sebelum terlanjur rasa sayang kepada nya lebih baik saya mundur, kita ber dua bagaikan bumi dan langit, dia anak orang kaya sedangkan saya seorang anak yatim yang lagi merintis usaha saya pak, saya takut kalau saya tidak bisa membahagiakan dia, dan mengenai petunjuk hari ini itu, perempuan yang lagi dekat dengan saya sekarang, ternyata membuat saya tidak mengenali nya lagi, pasien di dalam itu adalah ulah dari saya pak, saya tahu dari seorang yang memberitahukan saya, saya juga bingung apa tujuan nya berbuat seperti itu." jawab Dewa
Hah, Pak Ari membuang nafas
" Bapak kasih saran nak, lebih baik kamu jauhin perempuan itu, dia sudah tidak baik, padahal kalian belum menikah, dan untung nya kamu tahu sebelum kalian menikah, tapi bapak kembalikan kepada kamu nak, kamu memiliki Allah dan Bu Ningsih." ucap Pak Ari
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...