Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran
??????


__ADS_3

Semua orang di sana melongo, kenapa ada begitu banyak Art di rumah ini.


" Kenapa wajah ayah, bunda ibu kok begitu?." tanya Dewa


" Nak, kenapa Art di rumah ini banyak sekali." ucap ibu


" Dewa sengaja buk, Dewa tidak ingin baik ibu, bunda dan KIA capek." jawab Dewa.


" Tapi badan ibu sakit semua kalau tidak bekerja, setidak nya ya memasak." ucap ibu


" benar nak, apa yang di katakan Bu Ningsih." ucap Bunda.


" Kalau ibu sama bunda mau memasak ya tinggal masak saja, tapi kalau sudah capek tolong berhenti dan nanti tinggal di lanjutkan sama Art ok." jawab Dewa, bunda dan ibu hanya mengangguk kepala nya saja, menandakan kepasrahan.


" ibu, ayah dan bunda silahkan istirahat, 1 jam lagi ada sahabat Dewa dan KIA akan datang ke sini, untuk para kerabat hari Minggu saja ya yah, agar kita bisa siap siap." Ucap Dewa.


" Iya nak, tidak apa apa." jawab ayah.


Setelah kepergian ayah, bunda dan ibu ke kamar, sekarang Dewa mengajak sang istri untuk ke kamar mereka.


" Masha Allah, indah sekali mas." ucap kia setelah pintu kamar terbuka.


Dewa segera mengunci kamar nya lalu memeluk KIA dari belakang.

__ADS_1


" Sayang suka?." tanya Dewa dan KIA mengangguk kan kepala nya


" Kamar ini mas desain sesuai dengan keinginan kita berdua, jadi kalau ada yang kurang kamu benahi ya." ucap Dewa dan KIA kembali mengangguk kan kepala nya.


" Mas minta imbalan dong, mas sudah buat kejutan seperti ini, masak mas tidak dapat imbalan." ucap Dewa dengan mengendus endus hidung nya tepat di leher dan belakang telinga Kia.


KIA merasakan jantung nya berdekatan begitu cepat, bahkan badan nya langsung meremang merasakan apa yang di lakukan suami nya itu pada leher dan telinga nya.


" Ma.... maksud mas apa?." tanya KIA dengan terbata bata.


Dewa langsung tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh KIA.


Dewa membalikkan badan Kia, mereka berdua saling berhadapan.


" Mas mau minta hak mas?." tanya KIA


Namun Dewa menggeleng kan kepala nya.


" Terus ap.... ehmmmm." ucapan Kia terpotong karena tanpa aba aba Dewa langsung mencium bibir Kia, tidak hanya kecupan, namun lu ma Tan yang di berikan Dewa kepada Kita, sedangkan Kia hanya bisa diam membisu dan menahan nafas nya.


Dewa melepas lu ma Tan nya lalu menatap KIA.


" Nafas sayang, jangan tidak bernafas, mas tidak mau jadi duda ya, apalagi mas belum merasakan surga dunia bersama kamu." ucap Dewa.

__ADS_1


KIA langsung memukul lengan Dewa.


" Ih, mas itu kenapa sih main nyosor aja, kasih tahu Kia dulu kenapa, kan Kia bisa persiapan." ucap Kia.


" Emang sayang mau Persiapan apa?." tanya Dewa bingung.


" Kan kia belum sikat gigi, seharusnya tuh KIA sikat gigi dulu, apalagi ini itu ciuman pertama Kia mas, bahkan Kia tidak bisa membalas nya." keluh KIA.


Dewa tertawa, bagaimana bisa diri nya lupa kalau sudah menikahi gadis yang masih menginjak remaja, bahkan di luar sana Dewa bisa mengatakan kalau sudah banyak remaja yang bisa berciuman dengan hebat, lha istri nya ini malah Pertama, tapi Dewa beruntung karena diri nya lah yang mengambil ciuman pertama sang istri


" Kenapa mas tertawa?." tanya KIA sambil memicingkan mata nya.


" Mau tahu cara membalas nya?." tanya Dewa dan KIA mengangguk kan kepala nya.


" Ikuti kata kata mas, tutup mata sayang sekarang, ikut apa yang mas lakukan, kalau nanti mas gigit bibir sayang buka ya bibir nya." ucap Dewa.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2