
" KIA emang menarik pak, kita saja sering terpesona dengan Kia, kalau kita tidak sahabat pasti sudah saya pacarin tuh si KIA pak, tapi ayah dan bunda bilang kalau kita tidak boleh pacaran, lebih baik sekolah yang benar biar bisa membanggakan ke dua orang tua kita, dan kalau emang ada yang membuat hati kita cocok kita harus melibatkan Allah di sepertiga malam kita pak, biar Allah yang menjaga jodoh kita, ha ha ha, saya malah seperti menggurui bapak ya." ucap Roy dengan tertawa.
" Tidak apa apa Roy, saya bangga pada kalian ber lima, kalian anak muda yang bisa di katakan lagi mencari jati diri dan ingin mencoba coba semua hal dari yang positif maupun negatif tapi pondasi kalian sangat kuat dan bisa membuat kalian menjadi seperti saat ini, benar apa yang di katakan oleh pak Ari dan Bu Rosa, saya juga mendapat bimbingan dari ibu saya juga seperti itu, namun saya telah melanggar nya dengan berpacaran, huh .... saya malah senang bisa berbicara dengan kamu seperti ini, kita seperti teman Roy bukan seperti guru dengan siswa nya, saya lihat kalian ber lima itu kompak, di tambah lagi dengan Ratna, Tan sekelas dengan KIA, kalau kalian kumpul kumpul ber lima dan waktu saya longgar , kalian bisa ajak saya juga, kelihatan nya asik banget." jawab Dewa.
" Terima kasih pak, kalau begitu saya pulang dulu, nih si bontot nelponin saya terus pak." ucap Roy dengan menunjukkan ponsel nya.
" Bontot?." ucap Dewa.
" Eh, si KIA pak maksud saya, iya Kia itu paling muda dari Kuta ber lima. " jawab Roy
" Oh, ya sudah sana pulang, dan saya minta tolong kirim semua vidio tadi ke no saya ya." ucap Dewa.
" Siap pak, Assalamualaikum." Roy mengucap Salam.
" Waalaikumsalam." jawab Dewa dengan menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
Dewa duduk di situ sambil menikmati secangkir kopi hitam yang belum habis.
" Wa.... Lo di sini, baru saja gue mau telp Lo untuk ketemuan di sini." ucap Zaki.
" Iya, habis bertemu dengan Roy barusan." jawab Dewa, Rendi dan Zaki menganggukkan kepala nya.
" Ada apa Lo berdua cari gue." ucap Dewa
" Oh iya hampir lupa gue, gue ada info tentang WITA." jawab Rendi
" Ternyata WITA itu setiap hari di ......" ucapan Rendi di potong oleh Dewa.
" Di club' 77." ucap Dewa.
" Lo dah tahu Wa?." tanya Rendi
__ADS_1
" Sudah barusan, di kasih tahu sama Roy, gue nyesel bro dah kenal dengan WITA, dan sudah ngecewain ibu gue." ucap Dewa lirih
" sudah bro, Lo sedih, kecewa pasti ada, tapi saran gue Lo harus segera bertindak dan jangan sampai ini berlarut larut, bagaimana pun juga ada ibu Lo yang harus Lo buat tersenyum bukan menangis." ucap Zaki.
" Iya Lo benar, apa kalian nanti malam santai, kalau santai bisa temanin gue ke club' itu." ucap Dewa
" Kita berdua bisa Wa, tenang saja kita berdua selalu ada buat Lo." ucap Zaki dan di anggukin kepala oleh Rendi.
" Terima kasih, karena selalu ada buat gue, gue nggak bisa berkata apa apa kalau tidak ada kalian berdua di hidup gue." ucap Dewa.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...