
" Dewa kamu kenapa duduk di sini?." tanya WITA yang menyusul Dewa keluar.
Dewa masih mengatur nafas nya, ia harus tetap bisa mengontrol emosi nya untuk menghadapi WITA
" Oh cari angin saja, ini sudah malam, ayo aku antar pulang, aku mau pulang." ucap Dewa, sebenarnya WITA masih ingin di sini, tapi Dewa mengajak nya pulang jadi WITA hanya mengangguk kan kepala nya saja.
Di sepanjang perjalanan pulang Dewa dan WITA tidak ada pembicaraan sama sekali.
WITA melirik Dewa. " Kenapa tidak ada reaksi obat itu di tubuh Dewa, apa obat yang aku kasih kurang." ucap WITA dalam hati nya.
" ah gagal deh, tapi gue nggak mau gagal untuk mendapatkan Dewa." ucap WITA lagi.
" Kalau begitu aku langsung pulang ya Wit, salam buat ke dua orang tua mu, Assalamualaikum." ucap Dewa setelah WITA turun dari mobil nya, bahkan Dewa tidak memberi kesempatan WITA untuk berbicara.
" Sialan lo dewa, gue nggak terima Lo turunin gue begitu saja, setelah ini gue akan bikin Lo bertekuk lutut di hadapan gue, dan Lo pasti nya akan memohon mohon pada gue." ucap WITA masuk ke dalam rumah sambil menghentak hentakan ke dua kaki nya.
Sedangkan Dewa yang berada di dalam mobil langsung menghubungi pak Ari.
" Assalamualaikum pak, bapak ada dimana Sekarang ya pak." ucap Dewa.
" Waalaikumsalam, ini kami sekarang ada Rumah Sakit Pelita nak." jawab Pak Ari.
__ADS_1
" Baik pak, saya ke sana sekarang, terima kasih pak, assalamualaikum." ucap Dewa segera menutup telepon nya setelah mendengar salam dari pak Ari
" Assalamualaikum pak Bu." ucap Dewa dengan mencium punggung tangan pak Ari dan Bu Rosa.
" Waalaikumsalam." jawab pak Ari dan Bu Rosa.
" Bagaimana pak dengan waiters tersebut." tanya Dewa.
" Masih di tangani sama dokter, kamu ke kantin saja dulu nak, sama teman teman putri bapak." ucap pak Ari.
Beberapa saat kemudian
Pintu UGD terbuka.
" Dok, bagaimana kondisi pasien?." tanya Pak Ari.
" Alhamdulillah, sudah mendingan, tapi pasien harus rawat inap dulu, agar kami bisa observasi terlebih dahulu, ini kalau boleh tahu bagaimana cerita nya?." tanya Dokter.
" Saya juga tidak tahu pasti nya Dok, tapi ini tadi putri saya dan teman teman menemukan pasien sudah dengan kondisi seperti itu dokter." jawab pak Ari.
__ADS_1
Dewa hanya diam saja, ia tidak berani bercerita ke dokter, rencana ia lebih baik bercerita ke pak Ari
" untung saja pasien di bawa ke sini tepat waktu, ia meminum obat pe rang sang dengan dosis yang tinggi, bahkan kalau kondisi orang yang meminum nya sedang tidak sehat, pasti akan membuat pasien gila." ucap Dokter.
Deg..
Dewa begitu terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang dokter, kenapa WITA bisa begitu kejam terhadap nya, bahkan WITA memberikan obat itu sebelum kita menikah, apa maksud nya ini semua, gue harus segera bertanya ,tapi sebelumnya gue harus memiliki bukti." ucap Dewa dalam hati nya.
" Nak kamu kenapa?." tanya pak Ari.
" Eh, tidak apa apa pak." jawab Dewa
" Ya sudah kalau begitu, kalau emang kamu perlu teman untuk bicara, saya siap untuk menjadi teman sekaligus ayah kamu, anggap saja saya ini sebagai ayah kamu nak." ucap pak Ari menepuk bahu Dewa dengan pelan.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...
__ADS_1