Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Wanita Yang Sama


__ADS_3

Kini Amyra bisa menjalani hidup nya dengan lebih tenang . Dirinya kini merasa sangat bahagia karena kehadiran janin berusia kurang lebih 12 minggu di perut nya itu .


Amyra lebih bahagia karena kehadiran Bima dan Elsa yang selalu ada untuk nya .


Pagi itu Amyra terlihat sedang duduk di sofa , Bima yang baru selesai mandi itu pun ikut duduk di samping nya .


" Gimana keadaan mu Ra ?" tanya Bima .


" Baik . " jawab Amyra tersenyum . Bima pun ikut tersenyum .


" Aku ada janji ketemu temen , mungkin pulang agak malam . Kamu gak apa apa kan sendiri disini?" tanya Bima .


" Aku gak apa apa kok , Gausah khawatir . " jawab Amyra yang memang terlihat ceria .


Sesekali Bima melihat raut wajah Amyra yang berseri ketika Amyra mengelus elus perut nya itu .


" Jaga kesehatan kamu dan bayi kamu Ra . Tunggu sampai bayi nya lahir , aku bakal nikahi kamu Ra . " ucap Bima .


" Iya , makasih Bima . " jawab Amyra .


" Ra . "


" Ya ?" Amyra menoleh .


" Boleh aku minta sesuatu ?" tanya Bima .


" Minta apa ?" Amyra penasaran .


Sejenak Bima terdiam , tangan nya mengusap lembut rambut Amyra .


" Aku minta kamu coba buka hati kamu buat aku , setidak nya ada waktu sampai anak kamu lahir . Aku mau nanti kita menikah karena memang kita saling menyukai Ra . " tanya Bima serius . Amyra bingung harus menjawab apa .


Amyra terlihat gugup dan tidak tau harus berkata apa .


" Gausah di paksain Ra . Biar berjalan apa ada nya aja . " Ucap Bima tertawa kecil . Amyra pun tersenyum .


" Aku pasti akan berusaha , Bima . " ucap Amyra .


" Aku harap begitu ,Ra . " ucap Bima merasa masih memiliki harapan .


" Mau makan apa hari ini ? " tanya Bima . Amyra berpikir sejenak .


" Makan apa yaa ?" Amyra masih berpikir .


" Emang kamu gak ada ngidam mau apa gitu Ra , biasanya kan perempuan hamil suka ngidam yang aneh aneh gitu . " tanya Bima . Amyra tertawa .


" Nggak gitu juga sih , tapi ... " ucap Amyra .


" Tapi kenapa ?"


" Sebenarnya memang ada yang mau aku makan ." ucap Amyra ragu.


" Mau makan apa coba , nanti aku beliin . " tanya Bima.


" hmm ,, " Amyra ragu untuk mengutarakan keinginan nya .


" Gausah malu malu , mau apa coba ? aku pasti beliin kok . " Bima semakin penasaran .


Amyra mendekatkan bibir ya ke telinga Bima untuk berbisik .


" Gula kapas ?" Bima aneh mendengar Amyra dan tertawa .


" Ih , kenapa ketawa ?" Amyra cemberut .


" Kamu mau gula kapas ? beneran ?" Bima tertawa geli .


" Bimaaaa ,,,, " Amyra menepuk dada Bima yang dari tadi tertawa karena keinginan Amyra yang seperti anak kecil .


" Iya maaf maaf . Nanti aku coba cari , Ok . " ucap Bima .

__ADS_1


Raut wajah Amyra pun seketika berubah bahagia , hingga tanpa di sadari Amyra memeluk Bima . Bima terdiam .


" Maaf . " Amyra seketika melepaskan pelukan nya .


Namun Bima langsung memeluk nya kembali . Sejenak mereka terdiam dalam posisi berpelukan .


" Sebentar saja seperti ini Ra . " pinta Bima . Amyra pun menuruti nya .


Amyra pun membalas pelukan Bima dengan hangat dan lembut .


" Tetap lah disini Ra . " ucap Bima . Amyra pun mengangguk .


" Aku janji bakal bahagiain kamu nanti , aku gak sabar buat nikah sama kamu Ra . " ucap Bima tulus . Amyra tak menjawab nya .


Amyra merasakan rasa nyaman dan aman dalam pelukan Bima . Namun Amyra merasa kalau hati nya belum bisa menerima Bima sebagai seorang kekasih .


Rasa nyaman yang ia rasakan saat ini terasa canggung . Entah apa yang sebenar nya ada dalam hati Amyra .


" Makasih Ra . " ucap Bima tersenyum .


" Udah peluk pelukan nya ?" tanpa disadari Elsa sudah berdiri di sana melihat pemandangan itu .


Bima seketika melepaskan pelukan nya karena malu .


" Sejak kapan kamu disitu Sa ?" tanya Bima gugup .


" Sejak tadi kalian manis manis nya pelukan , ku tunggu kissing nya tapi gak terjadi juga . Jadi gemes kan liat nya . " ucap Elsa .


" Apaan sih Sa . " Amyra tersipu .


" Belum saat nya , dan pasti nya nanti gak di depan kamu Sa . " ucap Bima tertawa .


" Dasar . " Elsa cemberut .


" Sa , kebetulan kamu datang . " ucap Bima .


" Emang kenapa ?" tanya Elsa .


" Oke siap bos ku . " Elsa menjawab dengan posisi tangan menghormat .


" Hari ini kan minggu , kamu libur kerja kan ? " tanya Amyra .


" Iya dong . Lagian perusahaan punya bapak sendiri , masa iya harus kerja mulu . " Celoteh Elsa .


Mereka bertiga pun tertawa bahagia bersama .


**********


Sore itu Bima baru sampai di sebuah tempat hiburan .


Terlihat ada dua orang pria tampan yang tengah duduk disana , Bima pun menghampiri nya kemudian duduk .


" Nah ini dia si orang sibuk !" ucap seorang pria bernama Theo .


Theo adalah seorang pemilik tempat hiburan itu , di usia nya yang masih muda dengan perawakan atletis dan wajah tampan namun terlihat bad boy itu .


" Sibuk apaan sih Lu , sampe lupa sama temen sendiri . Bener bener !" Celoteh Theo . Bima hanya tersenyum .


" Apa kabar El ? " Tanya Bima pada pria yang tak lain adalah Elvano .


Namun terlihat Elvano hanya melamun dengan memainkan sebatang rokok yang sedang dia pegang . Hingga Elvano tak menyadari kalau Bima sudah datang .


" Woy ! ni anak akhir akhir ini kerjaan nya cuma gitu aja !" Kesal Theo menepuk pundak Elvano .


" Ya , kenapa ?" Elvano terkaget dari lamunan nya .


" Apa kabar ?" tanya Bima .


" Eh , sejak kapan Lu dateng ? Baik , Baik . Lu sendiri gimana ? " jawab Elvano .

__ADS_1


Bima hanya tersenyum .


" Bima , lu tau gak ? ni anak lagi tergila gila sama satu cewek ! Dan gila nya lagi , dia bahkan gak bisa nemuin cewek itu sampe sekarang !" Ledek Theo dengan tawa terbahak bahak .


" El ? cari cewek ?" Bima heran .


" Iya , beneran . Udah kaya mau frustasi tau gak gua lihat ni anak tiap dateng cuman ngelamun dan marah marah !" lanjut Theo .


" Baru kali ini gua denger seorang Elvano cari cewek disaat para cewek nyari nyari dia . " Bima tertawa .


" Kalian bisa diem gak ! Pusing gua denger nya . Bukan nya bantuin , malah pada ngeledek !" Elvano kesal .


Bima dan Theo tertawa melihat tingkah laku sahabat nya itu .


" Eh , ngomong ngomong sibuk apaan sih Lu ? udah lama gua gak denger kabar Lu . " tanya Elvano .


" Biasa lah , cuma melukis . " jawab Bima .


" Masih betah diem di sanggar sama anak anak jalanan itu ?" tanya Theo .


" Yaa ,, " Jawab Bima .


" Eh ya , kaya nya bentaran lagi gua mau nikah . " ucap Bima .


" What ?" Theo kaget begitupun Elvano .


" Nikah ? Asli ?" Theo semakin aneh .


" Iya . " jawab Bima singkat kemudian meneguk minuman yang di sediakan di sana . Di saat para sahabat nya meminum minuman beralkohol , Bima masih tetap seperti dulu . Hanya meminum Bir atau sekadar soda saja.


" Gila kali ya , beberapa bulan gak kumpul . Tiba tiba mau nikah aja . Jangan jangan Lu hamilin anak orang ya ?" tanya Theo .


" Emang . " jawab Bima tenang .


" Wah , bener bener gila ni anak . Gak nyangka gua . Si bujang sejati kaya Lu bisa bisa nya hamilin anak orang !" Theo terlihat antusias . Bima tersenyum .


" Beneran lu hamilin anak orang ?" tanya Elvano .


Bima tersenyum .


" Sebenar nya bukan gua yang hamilin . Tapi gua janji bakal nikahi dia . " jawab Bima jujur , karena memang sejak bersahabat dengan mereka tak pernah ada kebohongan atau pun rahasia diantara mereka . Hal sekecil apapun pasti bisa mereka cerita kan satu sama lain .


" Ngapain lu repot repot tanggung jawab ? emang gak ada cewek lain apa ?" tanya Elvano .


" Gua udah terlanjur suka sama dia dari sebelum dia hamil . Dan juga dia gak tau siapa yang udah hamilin dia . So , aku bisa punya kesempatan buat jadi ayah dari anak nya . " jawab Bima .


" Wah bener nih si hati malaikat , secantik apa sih tuh cewek ? kenalin dong !" ucap Theo semangat .


" Nanti gua kenalin , tapi gak sekarang . " jawab Bima .


" Emang siapa namanya ?" tanya Theo .


Sebelum Bima menjawab , ponsel Elvano berdering ada panggilan masuk .


" Gua angkat telepon dulu bro . " pamit Elvano mencari tempat yang senyap untuk mengangkat panggilan masuk itu .


" Eh iya tadi siapa nama cewek lu ?" Theo kembali bertanya .


" Nama nya Amyra . " jawab Bima .


" Amyra ?" Theo sejenak berpikir .


" Nama nya kaya gak asing , pernah denger dimana ya ? " ucap Theo mencoba mengingat ingat .


" Udah lah , lu juga gak bakal kenal . Karena dia cewek polos yang gak mungkin kenal sama kadal kaya lu . " ledek Bima .


" Kadal kadal gini cewek gak ada yang pernah nolak ! Iya gak ?" ucap Theo percaya diri .


" kadal ya kadal !" ucap Elvano yang kembali duduk bersama mereka .

__ADS_1


Mereka bertiga pun menghabiskan waktu bersama karena memang sudah lama tidak berkumpul karena kesibukan masing masing .


*************


__ADS_2