Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Harus Menerima


__ADS_3

" Maksud lu apaan ?" Seketika tubuh dan mata Elvano tertuju pada Theo .


" Mampus gua !" gumam Theo yang menyadari kalau dirinya terlalu banyak bicara .


" Jawab gua ! Maksud lu apaan hah !" Elvano semakin kesal karena kini Theo membungkam mulut nya tanpa penjelasan apapun .


Bima masih berusaha untuk mengatur emosi nya . Karena jujur , Bima masih merasa kalau semu karena Elvano yang tidak becus menjaga Amyra .


" Kenapa kalian hanya diam hah ! " Elvano mulai emosi .


" Woy bro bro .. Calm man , Came on . Mendingan kita sekarang masuk dan tunggu tuh cewek , Ok ?" ajak Theo berusaha mencairkan suasana yang kini mulai tegang .


Tanpa sepatah kata pun Bima berjalan kembali masuk ke dalam rumah sakit itu , menuju depan ruangan operasi tempat kini Amyra berada .


Elvano yang masih merasa belum mendapatkan penjelasan akhir nya memberanikan diri untuk bertanya pada Theo dan Bima .


" Bima , Theo ,Gua tau gua salah dalam segala nya . Tapi bisakah kali ini gua dapat sebuah penjelasan ? " ucap Elvano yang mulai putus asa .


Bima masih terdiam .


Akhir nya Theo menceritakan awal dirimya menemukan Amyra di pinggir jalan ,Theo bahkan menceritakan kondisi Amyra saat dirinya menemukan nya . Dan itu sanggup membuat Elvano mengepalkan erat tangan nya .


" Bagja !" gumam nya penuh kemurkaan , karena dia tau kalau semua ini akibat perbuatan Bagja .


" Harus nya gua gak lepasin bajingan itu !" ucap Elvano seraya meninju tembok di samping nya .


" Lalu sekarang apa yang terjadi pada Amyra ?" tanya Elvano yang sedari tadi sangat khawatir tentang Amyra .


Theo hanya memberikan ponsel nya agar Elvano bisa melihat beberapa foto .


DEG !


Jantung Elvano seakan jatuh , pecah tak berkeping ketika melihat foto Amyra yang terbaring tak berdaya dengan luka luka di badan bahkan wajah nya .


" Gua juga sengaja udah buat laporan visum . Jaga jaga siapa tau nanti ada hal hal yang memerlukan bukti . " ucap Theo .


Seketika tubuh Elvano lemas , punggung nya membentur tembok seakan tak percaya bahwa Amyra benar benar mengalami hal yang sangat mengerikan .


Rasa bersalah kini sukses menyelimuti Elvano . Elvano mengusap wajah nya kasar .


" Lalu kenapa Amyra sampai harus di operasi ? bagaimana dengan kandungan nya ?" tanya Elvano serius .


" Itu ,,, mmm " Theo bingung harus menjawab apa .


" Bayi yang ada dalam perut Amyra tidak bisa di selamat kan . Dan harus segera di operasi . " jawaban Bima seketika membuat Elvano semakin frustasi di buat nya .


" Hah !" Elvano benar benar merasa seperti tersambar petir yang tiasa henti nya .


" Tenang El ! yang terpenting sekarang adalah nyawa Amyra . " Theo mencoba menenangkan sahabat nya itu .


" Tapi itu anak gua ! Darah daging gua , Theo !" keputus asaan Elvano terdengar pilu .


" gua tau ! tapi sebaik nya kita sekarang berdoa agar semua baik baik saja . " Ucap Theo .


Elvano berusaha untuk tetap berpikir walaupun kini kepala nya terasa gelap .


" Bagja ! Gua benar benar bakal habisin lu bajingan ! " gumam Elvano penuh kemurkaan .


******


Jam sudah menunjukan pukul 5 pagi . Ketiga sahabat itu masih terjaga di depan ruang operasi itu .


Hingga tak lama kemudian beberapa perawat dan dokter keluar dari ruang operasi itu . Elvano dan Bima segeraeng hampiri nya .


" Bagaimana kondisi nya dok ?" tanya Elvano cemas .


" Operasi nya berjalan lancar . " ucap dokter dengan senyum nya .


Nafas lega terdengar dari ketiga pria tampan itu .

__ADS_1


" Nona akan di pindah ke ruang rawat setengah jam lagi setelah observasi terakhir . " ucap dokter .


" Terimakasih Dok . " ucap Bima , dokter itu mengangguk lalu kemudian berjalan ke luar .


Setidak nya untuk saat ini mereka bisa sedikit lebih tenang .


******


Setelah menunggu , pintu operasi terbuka .


Sebuah ranjang dorong keluar dari sana membawa tubuh lemah Amyra yang masih belum sadar dari bius nya .


Elvano semakin merasa bersalah melihat wanita yang sangat di cintai nya itu kini terbaring dengan kondisi yang memprihatinkan .


Mereka bertiga kemudian berjalan mengikuti para perawat yang membawa Amyra menuju ruang rawat VIP .


Ketika ranjang dorong itu telah memasuki ruang rawat .


" Tunggu . Kita harus bicara El !" ucap Bima seraya menahan tangan Elvano . Elvano pun mengangguk dan mengikuti langkah kaki Bima sedikit menjauh dari sana .


" Lu tau kan kondisi Amyra saat ini ?" ucap Bima serius . Elvano mengangguk .


" ini terakhir kali nya gua lihat Amyra seperti ini , mulai sekarang gua sendiri yang bakal jaga dia . " ucap Bima tegas .


" Tapi gua dan Amyra ... " ucap Elvano terhenti ketika kini kedua tangan Bima memegang erat kerah baju Elvano .


" Gak ! Lu nikahin Amyra hanya karena dia hamil , tapi sekarang semua berbeda El ! " Ucap Bima kesal .


" Semua keputusan ada pada Amyra ! Lu gak bisa memaksa dia buat terus nikah sama lu !" tegas Bima .


" Gua tau ! tapi ,, "


" Bima ! Bima ! " teriak Theo dari dalam ruangan menghentikan ucapan Elvano .


Bima dengan segera berlari masuk ke dalam ruangan , begitu pun Elvano .


" Ada apa ?" tanya Bima khawatir .


Seketika Bima menghampiri nya dan memegangi tangan Amyra yang terasa dingin .


" Ya ,, aku disini Amyra . " ucap Bima lembut seraya mengusap tangan Amyra dan menggenggam nya .


" Bima , tolong . " ucap Amyra lirih dengan mata yang masih terpejam .


" Aku disini Ra . Bertahan lah . " ucap Bima semakin erat menggenggam tangan Amyra .


Elvano hanya terdiam dan terpaku melihat pemandangan itu .


Ada rasa kesal ketika mengetahui kalau orang pertama yang di cari Amyra adalah Bima , namun Elvano juga tak dapat berbuat apa apa selain terus merasa bersalah .


Perlahan mata Amyra terbuka .


Namun hanya air mata yang kini mulai menetes dari sudut mata Amyra .


" Aku takut . " ucap parau Amyra penuh ketakutan . Seketika Bima memeluk Amyra .


" Tenang Ra , aku disini ." ucap Bima mencoba menenangkan Amyra . Tubuh lemah Amyra tak dapat bergerak dan hanya bisa menangis .


Amyra menggerakkan mata nya hingga kini mata nya terhenti pada seseorang , yaitu Elvano yang berdiri terpaku di sana .


" El ?" ucap Amyra lembut .


Elvano perlahan berjalan mendekati Amyra , Bima pun perlahan melepas pelukan nya dari Amyra .


" Maafin aku Ra . " ucapan Elvano terdengar sangat putus asa .


" Maaf karena aku gak bisa jaga kamu , sampai akhirnya ini menimpa mu . " rasa bersalah kini semakin membuat Elvano lemah .


Mata Amyra kembali terpejam tanpa mengatakan apapun lagi .

__ADS_1


" Seperti nya dia belum sepenuh nya sadar , sebaik nya kita biarkan dia istirahat . " ucap Theo . Bima dan Elvano pun mengangguk .


******


Tak lama kemudian ponsel Elvano berdering . Elvano segera keluar dari ruangan itu untuk mengangkat telepon dari mama Rosa .


" Halo , ma . " jawab Elvano lemah .


" El , dimana kamu ? apa Amyra sudah di temukan ? mama sangat khawatir karena kamu tidak bisa di hubungi . " ucap mama Rosa cemas .


Sejenak Elvano terdiam .


" Amyra sudah di temukan ma , dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit . " jawab Elvano .


" dirawat ? apa yang terjadi ? apa kandungan nya baik baik saja ? bagaimana kondisi nya sekarang El ? di rumah sakit mana ?" pertanyaan Mama Rosa yang tiasa habis nya .


" Ma .. "


" Biar nanti El yang jelasin ke mama di rumah , Oke ?" jawab Elvano lirih . Kemudian mematikan telepon nya .


Elvano sebenar nya bingung cara untuk menjelaskan nya .


Elvano berjalan lesu kembali masuk ke ruangan tempat Amyra di rawat .


" El ? lu gak apa apa kan ?" tanya Theo yang mulai khawatir dengan kondisi kedua sahabat nya itu .


" Entahlah . " jawab Elvano seraya menyandarkan kepala nya ke sandaran sofa yang berada di ruangan itu .


" gua harus balik dulu , tolong jaga Amyra . " Pinta Bima pada Elvano , Bima memang sangat mengkhawatirkan Amyra , namun memang Bima harus pulang untuk membawa beberapa keperluan Amyra .


" Gua bakal jaga dia . " jawab Elvano .


" Sorry bro gua gak bisa nemenin , semalaman gua gak tidur . Gua juga cabut dulu . " pamit Theo .


" Makasih bro , udah bantu Amyra ." ucap Elvano .


" Santai aja El , lu berdua kan sahabat gua . " ucap Theo seraya tersenyum kemudian berjalan keluar dari ruangan itu .


" Gua gak bakal lama , gua balik buat bawa barang barang buat Amyra . Kalo lu mau balik gak apa apa kok . Biar gua telepon Elsa buat nemenin Amyra disini . " ucap Bima .


" Gak perlu , biar gua aja yang jagain dia . " tepis Elvano .


" Yaudah , tapi inget El . Gua gak mau sampai ada hal hal yang gak di ingin kan . " ucap Bima .


" Gua tau apa yang gua lakuin !" tegas Elvano .


Bima pun dengan berat hati pergi dari sana .


Elvano berdiri , berjalan mendekati ranjang Amyra . Elvano duduk di samping ranjang Amyra . Menatap wajah Amyra yang masih belum sadarkan diri pasca operasi .


" Amyra ..." ucap lembut Elvano seraya mengusap wajah cantik Amyra .


"El ,," mulut Amyra bersuara lemah dan parau .


" Ya , ini aku Ra . " Dengan sigap El lebih mendekatkan wajah nya agar dapat mendengar Amyra .


Perlahan mata Amyra sedikit terbuka . Amyra menoleh ke arah Elvano , sejenak mata mereka saling bertemu .


" Apakah bayi ku baik baik saja ?" pertanyaan sendu Amyra mampu membuat jantung Elvano seakan jatuh dari jurang dan terhempas ke batu karang yang tajam .


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2