
Apa yang lu lakuin disini ! El ." Bima terlihat bingung .
" Cewek yang selama ini gua cari ada di dalam sana bro . " ucap Elvano . Bima tidak terlalu memikirkan ucapan Elvano karena saat ini dirinya sangat mengkhawatirkan Amyra .
Bima langsung mengetuk pelan pintu kamar Amyra .
" Ra , ini aku Bima . Ra . " panggil Bima lembut .
Amyra merasa sedikit tenang mendengar suara Bima . Perlahan Amyra membuka pintu kamar nya dan langsung memeluk Bima .
Elvano terdiam melihat nya .
" Aku takut . " ucap Amyra yang masih terisak .
" Kamu baik baik aja kan Ra ? udah jangan nangis lagi , sekarang ada aku . Ok . Kamu masuk ke kamar dulu , ada yang harus aku selesaikan dulu . " pinta Bima . Amyra mengangguk kemudian masuk kedalam kamar nya .
Wajah Bima kini mulai marah .
" Ikut aku El !" Dengan cepat Bima menarik tangan Elvano menuju ruang depan .
" El ! jangan bilang kalo cewek yang selama ini lu cari tuh dia !" tanya Bima serius .
" Bima , gimana bisa tuh cewe ada di tempat lu ? ya ampun gua udah cari kemana mana tuh cewe . " Ucap Elvano .
BUGH !
Bima memukul wajah Elvano dengan sangat keras . Emosi Bima tidak bisa terbendung lagi .
" Woy ! kenapa lu mukul gua !" Elvano pun terlihat kesal dan marah namun tak berniat membalas pukulan sahabat nya itu .
" kenapa harus elu yang jadi pria bajingan itu El ! " Bima frustasi dengan kenyataan .
" maksud lu ?" Elvano penasaran dan bingung .
" Brengsek Lu El !" Sekali lagi Bima meninju wajah tampan Elvano hingga sudut bibir Elvano berdarah .
" Stop ! apa salah gua sama lu ? kenapa lu mukul gua !" Teriak Elvano yang hendak membalas pukulan Bima .
" Kenapa harus lu yang jadi pria yang udah hamilin Amyra , El !" teriak Bima frustasi .
Elvano tercengang mendengar ucapan Bima .
" Maksud lu !" Elvano seketika berdiri .
Bima terlihat sangat frustasi dan marah . Bima tidak tau apa yang harus dilakukan , Bima mencoba menahan amarah nya saat ini .
" Lu mau tau El ? Amyra telah di hamilin sama cowok yang bahkan dia gak tau nama nya . Dan sekarang kenyataan nya , cowok brengsek bajingan yang udah hamilin dia tuh Elu ! Sahabat gua sendiri !" teriak Bima di depan Elvano .
" Gua emang gak bernah berniat buat cari cowok yang udah hamilin dia , karena gua gak mau sampe dia ketemu lagi dengan cowok brengsek yang udah hamilin dia . Tapi kenapa justru Elu El ! Kenapa harus Elu yang jadi cowok itu ! " Bima benar benar kecewa .
" Bima , jadi dia hamil ? dan itu anak gua ?" tanya Elvano masih tak percaya .
__ADS_1
" Iya ! puas lu sekarang hah !" bentak Bima .
" Gua harus ketemu sama dia !" ucap Elvano hendak menuju kamar Amyra , namun seketika Bima menahan nya .
" Jangan harap kamu bisa ketemu lagi sama dia El ! " ancam Bima .
" Tapi , gua udah cari dia kemana mana bro . Apalagi sekarang dia hamil , dan itu anak gua !" jawab Elvano .
Bima merasa sangat kecewa dan juga sedih .
Bima yang sangat emosi dan bersikeras tidak mau sampai Elvano bertemu Amyra akhirnya menyerah .
Bagaimanapun juga memang Elvano lah ayah dari bayi yang di kandung oleh Amyra saat ini . Bima tidak bisa menyangkal nya .
Walaupun hati nya terasa kacau , namun Bima tetap tidak bisa menjadi egois .
" Gua mohon , gua harus bicara sama dia . " Pinta Elvano .
" Ok ! tapi gak sekarang . Aku yakin saat ini dia gak akan siap ketemu sama lu . " ucap Bima .
" Tapi , "
" Sekarang lu mendingan pulang . El !" ucap Bima berusaha menahan diri .
" Ok , gua pergi . Tapi gua mohon jangan halangi gua buat ketemu sama dia . " ucap Elvano kemudian pergi dari tempat Bima .
Walaupun Elvano sangat ingin bertemu dengan Amyra , namun Elvano juga tidak bisa memaksa keadaan dimana dirinya lah satu satu nya orang yang tidak ingin di temui oleh Amyra .
Bima berjalan lemas menuju kamar Amyra . Terlihat Amyra yang sudah mulai tenang sedang duduk di tepi tempat tidur . Bima pun menghampiri nya .
" Ra ? kamu gak apa apa kan ? " tanya Bima lembut . Amyra mengangguk pelan .
" Dia .. " ucap Amyra ragu .
" Aku tau Ra . Aku tau siapa dia . " ucap Bima memotong ucapan Amyra .
Amyra menundukkan kepala nya .
" Nama nya , Elvano . Dia sahabat ku Ra . " ucap Bima .
Bima menghela nafas panjang .
" Semua harus kita selesaikan Ra . Masalah ini harus kita selesaikan . " ucap Bima .
" Aku takut . " ucap Amyra menggenggam erat tangan Bima .
" Kamu gak usah takut . Ada aku , Ok ?" ucap Bima .
" Jadi benar , dia orang yang udah lakuin itu sama kamu Ra ?" tanya Bima ragu .
Amyra hanya mengangguk pelan dengan menundukkan kepala nya .
__ADS_1
" Kenapa kamu gak cerita Ra ?" tanya Bima kembali .
" Aku gak mau bikin kamu dan Elsa khawatir . " jawab Amyra .
Bima kembali menghela nafas nya .
" Besok Elvano bakal dateng lagi kesini , aku mau semua kita selesai kan ok . " ucap Bima kemudian berlalu pergi menuju kamar nya .
Amyra hanya bisa termenung dan bingung .
Bima masuk kedalam kamar nya dan membaringkan tubuh nya .
Bima tidak bisa berpikir apa apa lagi tentang kejadian ini . Dirinya merasa sangat marah , kecewa , dan juga sedih .
" Ra , kenapa harus Elvano yang udah hamilin kamu ? kenapa juga harus dia !" gumam nya sedih .
Perasaan Bima sangat berkecambuk . Dimana dirinya harus memilih antara sahabat dan juga orang yang dia cintai . Bima frustasi di buat nya .
" Aku gak bisa lepasin kamu Ra , tapi aku juga tau sela ini Elvano cari kamu . Aku tau Elvano memang bukan orang jahat , tapi kenapa hati ku gak bisa begitu saja nerima semua ini . " gumam Bima .
****
Di tengah perjalanan Elvano menghentikan mobil nya di pinggir jalan . Elvano tak kalah frustasi nya dengan Bima .
" Kenapa harus orang yang sama !" ucap Elvano memukul kemudi mobil nya .
" Gua sudah ngehamilin dia , dan parah nya justru sahabat gua sendiri yang mau bertanggung jawab ! **** ! " Elvano benar benar kesal dengan kenyataan .
" Tapi gua gak bisa lepasin dia gitu aja . Gua udah hampir gila cari dia . " tekad Elvano .
" Pikiran gua gak bisa lepas dari tuh cewe ! Sampe gua gak bisa main main sama cewe lain gara gara inget wajah tuh cewe ! tapi kenapa harus si Bima sih . Arrghhh !!!! " Elvano benar benar merasa kacau . Dia mengacak acak rambut nya sendiri .
Sejenak Elvano menyandarkan kepala nya ke sandaran jok mobil nya .
" Apa yang harus gua lakuin sekarang ?" gumam nya dalam hati .
Memang semenjak kejadian Cinta satu malam antara Elvano dan Amyra . Elvano tidak pernah lagi berkencan dengan wanita manapun .
Disaat dirinya sudah berada di ranjang yang sama dengan seorang wanita , pikiran dan hati nya tak bisa terlepas dari bayangan Amyra .
Tak sekali Elvano mengusir para wanita yang mencoba merayu nya .
Apalagi sekarang dirinya telah menemukan Amyra , wanita yang selama ini dia cari . Elvano benar benar tidak bisa melupakan Amyra .
Elvano mengambil ponsel nya dan mengetik pesan .
-Kita benar benar harus bicara Bima !-
Elvano mengirim pesan pada Bima .
Walaupun Elvano sangat menginginkan Amyra , tapi dirinya juga tidak mau kehilangan sahabat yang sudah sejak kecil bersama nya dan Theo .
__ADS_1
...*******************************...