Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Dilema


__ADS_3

Apa yang lu lakuin disini ! El ." Bima terlihat bingung .


" Cewek yang selama ini gua cari ada di dalam sana bro . " ucap Elvano . Bima tidak terlalu memikirkan ucapan Elvano karena saat ini dirinya sangat mengkhawatirkan Amyra .


Bima langsung mengetuk pelan pintu kamar Amyra .


" Ra , ini aku Bima . Ra . " panggil Bima lembut .


Amyra merasa sedikit tenang mendengar suara Bima . Perlahan Amyra membuka pintu kamar nya dan langsung memeluk Bima .


Elvano terdiam melihat nya .


" Aku takut . " ucap Amyra yang masih terisak .


" Kamu baik baik aja kan Ra ? udah jangan nangis lagi , sekarang ada aku . Ok . Kamu masuk ke kamar dulu , ada yang harus aku selesaikan dulu . " pinta Bima . Amyra mengangguk kemudian masuk kedalam kamar nya .


Wajah Bima kini mulai marah .


" Ikut aku El !" Dengan cepat Bima menarik tangan Elvano menuju ruang depan .


" El ! jangan bilang kalo cewek yang selama ini lu cari tuh dia !" tanya Bima serius .


" Bima , gimana bisa tuh cewe ada di tempat lu ? ya ampun gua udah cari kemana mana tuh cewe . " Ucap Elvano .


BUGH !


Bima memukul wajah Elvano dengan sangat keras . Emosi Bima tidak bisa terbendung lagi .


" Woy ! kenapa lu mukul gua !" Elvano pun terlihat kesal dan marah namun tak berniat membalas pukulan sahabat nya itu .


" kenapa harus elu yang jadi pria bajingan itu El ! " Bima frustasi dengan kenyataan .


" maksud lu ?" Elvano penasaran dan bingung .


" Brengsek Lu El !" Sekali lagi Bima meninju wajah tampan Elvano hingga sudut bibir Elvano berdarah .


" Stop ! apa salah gua sama lu ? kenapa lu mukul gua !" Teriak Elvano yang hendak membalas pukulan Bima .


" Kenapa harus lu yang jadi pria yang udah hamilin Amyra , El !" teriak Bima frustasi .


Elvano tercengang mendengar ucapan Bima .


" Maksud lu !" Elvano seketika berdiri .


Bima terlihat sangat frustasi dan marah . Bima tidak tau apa yang harus dilakukan , Bima mencoba menahan amarah nya saat ini .


" Lu mau tau El ? Amyra telah di hamilin sama cowok yang bahkan dia gak tau nama nya . Dan sekarang kenyataan nya , cowok brengsek bajingan yang udah hamilin dia tuh Elu ! Sahabat gua sendiri !" teriak Bima di depan Elvano .


" Gua emang gak bernah berniat buat cari cowok yang udah hamilin dia , karena gua gak mau sampe dia ketemu lagi dengan cowok brengsek yang udah hamilin dia . Tapi kenapa justru Elu El ! Kenapa harus Elu yang jadi cowok itu ! " Bima benar benar kecewa .


" Bima , jadi dia hamil ? dan itu anak gua ?" tanya Elvano masih tak percaya .

__ADS_1


" Iya ! puas lu sekarang hah !" bentak Bima .


" Gua harus ketemu sama dia !" ucap Elvano hendak menuju kamar Amyra , namun seketika Bima menahan nya .


" Jangan harap kamu bisa ketemu lagi sama dia El ! " ancam Bima .


" Tapi , gua udah cari dia kemana mana bro . Apalagi sekarang dia hamil , dan itu anak gua !" jawab Elvano .


Bima merasa sangat kecewa dan juga sedih .


Bima yang sangat emosi dan bersikeras tidak mau sampai Elvano bertemu Amyra akhirnya menyerah .


Bagaimanapun juga memang Elvano lah ayah dari bayi yang di kandung oleh Amyra saat ini . Bima tidak bisa menyangkal nya .


Walaupun hati nya terasa kacau , namun Bima tetap tidak bisa menjadi egois .


" Gua mohon , gua harus bicara sama dia . " Pinta Elvano .


" Ok ! tapi gak sekarang . Aku yakin saat ini dia gak akan siap ketemu sama lu . " ucap Bima .


" Tapi , "


" Sekarang lu mendingan pulang . El !" ucap Bima berusaha menahan diri .


" Ok , gua pergi . Tapi gua mohon jangan halangi gua buat ketemu sama dia . " ucap Elvano kemudian pergi dari tempat Bima .


Walaupun Elvano sangat ingin bertemu dengan Amyra , namun Elvano juga tidak bisa memaksa keadaan dimana dirinya lah satu satu nya orang yang tidak ingin di temui oleh Amyra .


Bima berjalan lemas menuju kamar Amyra . Terlihat Amyra yang sudah mulai tenang sedang duduk di tepi tempat tidur . Bima pun menghampiri nya .


" Ra ? kamu gak apa apa kan ? " tanya Bima lembut . Amyra mengangguk pelan .


" Dia .. " ucap Amyra ragu .


" Aku tau Ra . Aku tau siapa dia . " ucap Bima memotong ucapan Amyra .


Amyra menundukkan kepala nya .


" Nama nya , Elvano . Dia sahabat ku Ra . " ucap Bima .


Bima menghela nafas panjang .


" Semua harus kita selesaikan Ra . Masalah ini harus kita selesaikan . " ucap Bima .


" Aku takut . " ucap Amyra menggenggam erat tangan Bima .


" Kamu gak usah takut . Ada aku , Ok ?" ucap Bima .


" Jadi benar , dia orang yang udah lakuin itu sama kamu Ra ?" tanya Bima ragu .


Amyra hanya mengangguk pelan dengan menundukkan kepala nya .

__ADS_1


" Kenapa kamu gak cerita Ra ?" tanya Bima kembali .


" Aku gak mau bikin kamu dan Elsa khawatir . " jawab Amyra .


Bima kembali menghela nafas nya .


" Besok Elvano bakal dateng lagi kesini , aku mau semua kita selesai kan ok . " ucap Bima kemudian berlalu pergi menuju kamar nya .


Amyra hanya bisa termenung dan bingung .


Bima masuk kedalam kamar nya dan membaringkan tubuh nya .


Bima tidak bisa berpikir apa apa lagi tentang kejadian ini . Dirinya merasa sangat marah , kecewa , dan juga sedih .


" Ra , kenapa harus Elvano yang udah hamilin kamu ? kenapa juga harus dia !" gumam nya sedih .


Perasaan Bima sangat berkecambuk . Dimana dirinya harus memilih antara sahabat dan juga orang yang dia cintai . Bima frustasi di buat nya .


" Aku gak bisa lepasin kamu Ra , tapi aku juga tau sela ini Elvano cari kamu . Aku tau Elvano memang bukan orang jahat , tapi kenapa hati ku gak bisa begitu saja nerima semua ini . " gumam Bima .


****


Di tengah perjalanan Elvano menghentikan mobil nya di pinggir jalan . Elvano tak kalah frustasi nya dengan Bima .


" Kenapa harus orang yang sama !" ucap Elvano memukul kemudi mobil nya .


" Gua sudah ngehamilin dia , dan parah nya justru sahabat gua sendiri yang mau bertanggung jawab ! **** ! " Elvano benar benar kesal dengan kenyataan .


" Tapi gua gak bisa lepasin dia gitu aja . Gua udah hampir gila cari dia . " tekad Elvano .


" Pikiran gua gak bisa lepas dari tuh cewe ! Sampe gua gak bisa main main sama cewe lain gara gara inget wajah tuh cewe ! tapi kenapa harus si Bima sih . Arrghhh !!!! " Elvano benar benar merasa kacau . Dia mengacak acak rambut nya sendiri .


Sejenak Elvano menyandarkan kepala nya ke sandaran jok mobil nya .


" Apa yang harus gua lakuin sekarang ?" gumam nya dalam hati .


Memang semenjak kejadian Cinta satu malam antara Elvano dan Amyra . Elvano tidak pernah lagi berkencan dengan wanita manapun .


Disaat dirinya sudah berada di ranjang yang sama dengan seorang wanita , pikiran dan hati nya tak bisa terlepas dari bayangan Amyra .


Tak sekali Elvano mengusir para wanita yang mencoba merayu nya .


Apalagi sekarang dirinya telah menemukan Amyra , wanita yang selama ini dia cari . Elvano benar benar tidak bisa melupakan Amyra .


Elvano mengambil ponsel nya dan mengetik pesan .


-Kita benar benar harus bicara Bima !-


Elvano mengirim pesan pada Bima .


Walaupun Elvano sangat menginginkan Amyra , tapi dirinya juga tidak mau kehilangan sahabat yang sudah sejak kecil bersama nya dan Theo .

__ADS_1


...*******************************...


__ADS_2