
Mobil Elvano kini telah sampai di parkiran rumah sakit besar itu .
Amyra menghela nafas nya . Mencoba menenangkan dirinya yang tengah gugup .
" Tenang lah . Semua akan baik baik saja . " ucap Elvano memegang tangan Amyra mencoba menenangkan Amyra yang memang terlihat gugup .
Amyra melirik tangan nya dan menarik nya perlahan . Amyra mencoba melepaskan genggaman tangan Elvano . Elvano merasa kalau sejak pagi Amyra menghindari nya , namun dirinya tidak terlalu memikirkan nya .
Elvano dan Amyra berjalan menuju lantai 4 rumah sakit itu untuk bertemu dengan dokter yang akan menangani tes DNA yang akan mereka lakukan .
Disana terlihat kalau mama Rosa dan Papa David sudah menunggu mereka .
" Amyra . " ucap mama Rosa senang langsung memeluk Amyra hangat .
" Mama . " ucap Amyra membalas pelukan calon mertua nya itu .
" Gimana kabar mu ? mama kangen banget . " ucap mama Rosa .
" Amyra baik ma , mama gimana kabar nya ? Amyra juga kangen mama . " ucap Amyra dengan senyuman nya .
" Kalo aja papa dan El gak larang mama , pasti mama udah jenguk kamu kemarin . " ucap Mama Rosa melirik dua pria yang berada di sana , yaitu papa David dan Elvano .
" Kalo mama datang , berarti Amyra gak bakal bisa istirahat . " ketus Elvano .
" Tuh kan , gitu tuh sama mama sendiri . " ucap mama Rosa . Amyra tersenyum .
Tak lama kemudian dokter datang menghampiri mereka .
" Bisa kita lakukan tes nya sekarang ? " tanya dokter .
" Baiklah . " ucap Elvano .
" Sekarang saya akan mengambil sampel tuan Elvano . Dan kemudian akan mengambil sampel darah janin yang ada di kandungan nona Amyra . " ucap Dokter .
Amyra meremas erat baju nya .
" Apa sakit dok ?" tanya Amyra ragu .
" Tidak , nona . Anda tidak akan menyadari nya karena akan ada pembiusan di bagian yang akan di ambil . " ucap Dokter .
" Tenanglah sayang . " ucap mama Rosa menguatkan Amyra . Amyra pun mengangguk .
Elvano pun berjalan masuk ke sebuah ruangan untuk diambil sampel darah , rambut dan lain nya .
Hanya butuh 15 menit untuk Elvano berada di dalam ruangan itu . Elvano pun telah selesai . Elvano berjalan keluar dari ruangan itu .
" Sekarang giliran mu ,Ra . " ucap Elvano .
Dengan ragu Amyra perlahan berjalan masuk menuju ruangan itu .
" Berbaringlah . " ucap dokter .
Amyra pun berbaring di tempat tidur rumah sakit itu . Terlihat beberapa alat yang tidak Amyra mengerti . Alat alat rumah sakit yang begitu asing di pikiran Amyra namun juga membuat Amyra takut .
Ada juga alat USG dan beberapa alat seputar kehamilan di sana yang sudah terpasang rapi . Ruangan yang cukup luas dengan latar putih khas rumah sakit .
__ADS_1
Amyra merasa takut dan juga gugup dengan apa yang akan dia lalui saat ini .
Dokter mengoleskan semacam krim ke perut Amyra kemudian menempelkan alat USG itu di perut Amyra . Terlihat layar mesin itu menunjukan gambar yang tampak tak jelas namun Amyra tau kalau gambar itu adalah gambar janin yang ada di perut nya .
Amyra merasa terharu melihat nya , hati nya tersentuh melihat gumpalan gumpalan gambar yang samar itu , Amyra yakin kalau itu adalah bayi nya .
Usia kehamilan yang hampir 4 bulan itu terlihat dengan perut Amyra yang mulai membuncit walaupun tidak besar namun mulai terlihat .
Amyra terlihat antusias memperhatikan layar dari alat USG itu .
Beberapa waktu dokter terus memutar mutar alat itu di perut Amyra untuk menemukan posisi yang tepat .
Salah satu perawat memasangkan selang infus di tangan kiri Amyra . Amyra hanya bisa pasrah dengan apapun yang di lakukan para dokter dan perawat . Amyra hanya berharap semua berjalan lancar .
Salah satu perawat menyuntikan sebuah suntikan berisi cairan merah ke selang infus nya .
Tak lama kemudian kesadaran Amyra pun hilang , karena infus yang di masukan adalah obat bius agar Amyra tak merasakan apapun ketika pengambilan sampel .
Dokter pun mulai melakukan tugas nya untuk mengambil sampel darah dari janin yang di kandung Amyra . Dengan Prosedur yang sangat ketat dan ketelitian dokter tak butuh waktu lama untuk dokter handal itu melakukan nya .
Di luar ruangan semua terlihat cemas , termasuk Elvano . Elvano berjalan mondar mandir tak tentu karena cemas akan kondisi Amyra .
Mama Rosa hanya bisa duduk menunggu sambil berdoa berharap calon menantu dan calon cucu nya itu baik baik saja .
Hingga tak lama kemudian Dokter pun keluar .
" Bagaimana dok ?" Elvano segera bertanya .
" Tes nya sudah selesai . Kita hanya perlu menunggu hasil nya . " ucap dokter .
" Nona Amyra masih dalam pengaruh obat , beliau masih tertidur . Dan mungkin akan sadar sekitar satu jam kedepan . Nona Amyra akan di pindah ke ruangan rawat . " ucap dokter kemudian berjalan meninggalkan mereka disana .
" Fiuhh ... " ucap lega Elvano .
Pintu ruangan itu terbuka , terlihat Amyra yang terbaring lelap di ranjang yang didorong oleh 2 orang perawat itu keluar dari sana .
Para perawat memindahkan Amyra ke ruangan yang ada di sebelah , yaitu ruang VIP .
Elvano dan orang tua nya pun mengikuti nya masuk ke ruangan itu .
" Kami permisi tuan . " pamit kedua perawat itu setelah selesai menempatkan ranjang Amyra di sana .
" Dia baik baik saja kan ?" ucap mama Rosa khawatir .
" Dia hanya tertidur , mama jangan panik . " ucap papa David .
" Iya ma , mama jangan bikin panik . " ucap Elvano .
" mama bukan panik . Mama hanya khawatir , emang kamu gak khawatir apa ? yang ada di perut nya itu calon cucu mama . " ucap Mama Rosa .
" Iya aku tau . Aku juga khawatir . " ucap Elvano .
" Kapan hasil nya keluar ?" tanya papa David .
" Mungkin besok atau lusa pa . " ucap Elvano .
__ADS_1
" Kalau gitu , kita lebih baik pulang ma . " ucap papa David .
" Tapi pa . "
" Disini ada Elvano . Lebih baik kita pulang . " ucap tegas Papa David membuat Mama Rosa dengan berat hati pun harus menurut , walaupun sebenarnya dirinya masih ingin menemani Amyra .
" Papa bener ma , lebih baik papa dan mama pulang . Biar Elvano disini , lagian kalo Amyra sudah bangun kita bisa langsung pulang kok . " ucap Elvano .
" Pulang lah ke rumah El . Bawa Amyra juga , tinggal lah di rumah untuk beberapa waktu ini . " ucap papa David .
" Baiklah pa ." ucap Elvano .
Elvano tidak bisa menolak ataupun membantah ucapan papa nya .
Mama Rosa tersenyum karena merasa senang akhirnya Elvano mau untuk tinggal di rumah bersama Amyra .
" Mama pulang dulu , jaga Amyra . " pamit mama Rosa kemudian keluar meninggalkan ruangan itu bersama suami nya .
Elvano duduk di kursi yang berada di samping ranjang Amyra .
" Kamu cuma tidur kan Ra . Jangan lama lama bangun nya , jangan buat aku khawatir . " ucap pelan Elvano mengusap lembut pipi Amyra yang tengah terlelap tidur efek dari infusan bius .
Tak lama kemudian terdengar suara ponsel Amyra berdering . Elvano mencoba mencari sumber suara itu .
Elvano melihat tas kecil yang tadi di bawa oleh Amyra , dan menyadari kalau suara dering ponsel itu berasal dari tas itu .
Elvano pun membuka tas itu kemudian mengambil ponsel Amyra dan melihat nya .
" Sudah kuduga . " ucap malas Elvano ketika melihat nama Bima yang tertera dalam panggilan itu .
Dengan malas Elvano mengangkat telepon itu .
" Halo , Ra ?" ucap Bima di balik telepon .
" Ada apa ?" tanya ketus Elvano .
" Eh lu lagi lu lagi El . Amyra mana ? gimana tes nya ?" Bima terdengar kecewa karena yang mengangkat telepon nya bukan Amyra .
" Udah selesai , ini lagi nunggu Amyra bangun . " ucap Elvano ketus .
" Syukurlah , gimana keadaan Amyra ?" tanya Bima .
" Udah gua bilang , ini lagi nunggu Amyra bangun dari tidur . Banyak tanya ." Elvano langsung menutup telepon itu dengan kesal .
Elvano pun mengembalikan ponsel Amyra kedalam tas nya .
Elvano kembali memperhatikan Amura yang masih terlelap .
" Gua harap setelah semua ini selesai , kita bisa pergi sejauh mungkin biar gak usah ketemu lagi sama si Bima !" ucap Elvano kesal sendiri .
Elvano masih saja seperti anak anak yang tak ingin mainan nya di rebut orang lain . Terlihat kekesalan di wajah Elvano setiap kali Bima berbicara tentang Amyra .
Elvano masih saja kesal setiap kali mengingat kalau selama ini Amyra tinggal di tempat Bima ketika dirinya susah payah mencari Amyra .
Bayangan Elvano semakin membuat dirinya kesal sendiri mengingat Amyra yang menghabiskan waktu berdua dengan Bima selama ini .
__ADS_1
...**********************...