Cinta Satu Malam Amyra

Cinta Satu Malam Amyra
Kenyataan pahit


__ADS_3

Bima berlari masuk ke ruang IGD rumah sakit itu setelah mobil nya dia parkir sembarangan di depan lobby rumah sakit itu . Bima ingin segera melihat kondisi Amyra .


Namun langkah kaki nya terhenti ketika Theo kini menahan nya .


" Tunggu Bro . " ucap Theo menahan langkah Bima .


" Theo . Dimana Amyra ? Gimana kondisi nya sekarang ?" tanya Bima cemas .


" Emhh ,, anu Bim .. " Theo bingung cara menjelaskan nya .


" Anu apa ? Apa yang terjadi ? dia gak apa apa kan ?" Bima semakin cemas dibuat nya .


" Duh , gimana jelasin nya coba gua !" gerutu Theo seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal .


Sebelum sempat Theo menjelaskan . Seorang Dokter wanita datang menghampiri mereka berdua .


" Keluarga nona Amyra ?" tanya dokter tersebut .


" Ya saya , dok . Bagaimana kondisi beliau dok ?" dengan cepat Bima menjawab .


" Apa anda suami nya ?" tanya Dokter kemudian . Sejenak Bima terdiam , karena memang sebenar nya dia bukan lah siapa siapa , karena mungkin saat ini orang yang lebih berhak adalah Elvano .


" Iya dia suami nya dok . " jawab Theo seraya mengisyaratkan agar Bima mengaku suami Amyra karena sekarang kondisi nya sangat darurat . Bima menoleh pada Theo , dengan sekali anggukan mereka pun sudah mengerti .


" Baiklah , bisa ikut keruangan saya . Ada beberapa hal yang harus saya sampai kan mengenai kondisi nona Amyra . " ucap dokter yang kemudian berjalan di ikuti oleh Bima untuk masuk ke dalam ruangan dokter tersebut .


Bima duduk bersebrangan dengan dokter itu . Terlihat raut wajah Bima yang semakin cemas melihat dokter yang terlihat serius . Bima menduga akan ada kabar yang mengejutkan .


" Sebelum nya saya minta maaf tuan , saya sudah berusaha sebaik mungkin . Tapi ,, "


" Tapi apa dok ?" sebelum dokter selesai menjelaskan , Bima sudah memotong pembicaraan nya .


" Bayi yang nona kandung tidak dapat kami selamatkan ."


DEG !


Bagai kaca yang di lempar batu , perasaan Bima hancur . Sakit juga sesak yang di rasakan Bima bisa terlihat dari raut wajah nya yang memucat . Seakan tidak percaya , dalam beberapa saat otak nya tidak bisa bekerja dengan baik .


" Tidak mungkin dok , lakukan yang terbaik . Berapapun biaya nya akan saya bayar . Saya mohon !" ucap Bima terdengar putus asa .


" Maafkan saya tuan . Saya sudah melakukan yang terbaik . Saya harap anda bisa menerima nya , karena sekarang ada yang lebih penting yang harus kami lakukan , dan kami harus mendapat persetujuan dari anda . " jelas dokter .


Bima yang masih tak percaya mau tak mau harus menerima kenyataan itu . Walaupun bukan dirinya lah ayah dari bayi yang ada di dalam perut Amyra , namun Bima merasa hancur mendengar kenyataan bahwa bayi itu tidak dapat di selamatkan .


" Apa itu dok ?"


" Janin yang ada di dalam perut nona Amyra harus segera diangkat , dalam kondisi nona Amyra yang saat ini masih belum sadarkan diri , kita harus segera melakukan tindakan operasi . " jelas sang dokter .


Bagai di serang petir yang tiada henti nya , pikiran dan perasaan nya terasa kacau .


" Lakukan yang terbaik . " Singkat namun jelas Bima berucap . Bima menghela nafas nya berat menandakan bahwa ada sebuah tanggung jawab yang kini di tanggung nya .


Dokter segera menelepon untuk segera mempersiapkan operasi Amyra . Dengan langkah yang berat Bima keluar dari ruangan itu . Bima duduk di kursi panjang dengan menumpu kepala nya dengan kedua tangan nya . Sesekali Bima mengusap kasar wajah dan rambut nya .

__ADS_1


" Bagaimana ? Apa yang di katakan dokter ?" tanya Theo yang melihat bahwa sahabat nya itu kini sedang frustasi .


" Dokter bilang bayi Amyra tidak bisa di selamatkan dan harus segera di operasi . " jawaban Bima dengan nada rendah penuh penyesalan .


Theo memegang pundak Bima .


" Dokter pasti lakukan tindakan yang memang seharus nya . " ucap Theo mencoba menenangkan Bima .


Tapi gimana gua jelasin ke Amyra nanti ?" tanya Bima putus asa .


" Lu bilang Amyra cewek baik kan , gua rasa dia pasti ngerti dengan semua keputusan yang lu buat . " ucap Theo .


" Semoga . "


" Gimana sama si El , haruskah gua telepon dia sekarang ? " tanya Theo .


" Biar gua yang kasih tau dia . " jawab Bima .


Tak lama kemudian ponsel Bima berdering , dan panggilan itu dari Elvano .


Dengan lemas Bima mengangkat nya .


" Bima ! Bisa gila gua cari Amyra ! Apa lu udah dapat info ? ini udah jam 3 pagi dan Amyra masih belum gua temuin . " ucap El putus asa .


Sejenak Bima Terdiam , kemudian menghembuskan nafas nya berat .


" Gua tau Amyra dimana . " ucap Bima .


" Dimana? gimana keadaan dia sekarang ? Kirim lokasi lu sekarang . Gua kesana . " ucap Elvano terlihat semangat .


Elvano bernafas sedikit lega mendengar kabar dari Bima kalau Amyra telah di temukan .


" Rumah sakit ?" gumam Elvano heran namun juga penasaran karena Bima mengirimkan lokasi rumah sakit pada nya . Pikiran Elvano mulai berlarian kemana mana . Elvano mulai berpikir tentang kondisi Amyra .


Namun Elvano segera menepis semua pikiran buruk nya , yang dia harapkan hanyalah Amyra berada dalam kondisi yang baik baik saja .


Perlahan namun pasti , kini Elvano telah sampai di lobby rumah sakit itu . Ketika Elvano turun dari mobil , seseorang menepuk pundak nya .


" El . "


" Theo ? ngapain lu disini ?" tanya Elvano yang kaget dan heran melihat salah satu sahabat nya berada di sana .


" Harus nya lu bilang terimakasih kek , apa kek . Gua yang nemuin tuh cewek trus bawa dia ke sini . " ucap Theo bangga .


" Seriusan lu ? kenapa lu gak bilang ke gua ?" tanya Elvano kesal .


" Dasar gila ! tadi gua udah telepon lu ! eh lu nya malah ngamuk ! yaudeh gua telepon aja si Bima . " ledek Theo .


Di dunia bisnis atau pun dunia luar , Gavin Elvano Reynard terkenal sebagai seorang pria tampan bertubuh bak seorang atlet dengan wajah yang tampan sempurna , tak sedikit wanita yang berlomba untuk hanya sekadar dekat dan berbincang dengan nya .


Apalagi di usia nya yang masih terbilang muda , Elvano sudah menjadi seorang pengusaha konstruksi terkenal dengan kekayaan yang sudah pasti tak di ragukan lagi .


Namun sikap nya yang terkenal kejam dalam bisnis membuat nya di segani banyak orang terutama para lawan bisnis nya , Elvano yang sangat profesional dan hebat dalam berbisnis membuat nya dapat dengan mudah mengalahkan lawan lawan bisnis nya .

__ADS_1


Namun berbeda jika Elvano tengah berada bersama kedua sahabat nya itu , sifat kejam dan dingin nya itu bisa hilang seketika . Bahkan Elvano bisa menunjukkan sifat kekanakkanan nya hanya di hadapan Bima dan Theo .


" Coba kalo tadi lu dengerin gua , kan pasti yang sekarang bertanggung jawab jadi suami nya tuh cewek tuh lu El . " ucap Theo .


" Maksud lu ?" tanya Elvano bingung .


" Iya , tadi kan atuh dokter cari suami nya tuh cewek . Lah masa iya gua yang ngaku suami nya , ya so pasti si Bima dong yang ngaku suami nya . Terus dokter jelasin kalo tuh cewek ,,,, Ups . Sorry ." ucapan panjang Theo tiba tiba terhenti ketika hampir saja dirinya keceplosan mengatakan kondisi Amyra saat ini .


Kesal memang Elvano mendengar nya , namun memang benar kalau selalu Bima lah yang menjadi orang pertama yang menolong mereka dalam situasi apapun . Dan memang saat ini memang itu adalah pilihan terbaik , mengingat kalau dirinya pun masih bukan siapa siapa Amyra sama seperti Bima .


" Cewek tuh apa ? lu kalo ngomong yang jelas woy !" ucap Elvano yang masih penasaran .


Tak lama kemudian .


BUGH !


Sebuah bogem mentah mendarat tepat di pipi kanan Elvano hingga Elvano tersungkur . Sejenak Elvano dapat merasakan perih dn sakit di bagian sana karena memang pukulan itu mampu membuat luka di sudut bibir nya .


Elvano meringis mengusap darah segar yang keluar dari sudut bibir nya hingga akhir nya dia menyadari kalau yang memberi nya pukulan itu adalah Bima .


" Lu kenapa mukul gua hah !!" teriak Elvano .


Bukan nya minta maaf , Bima malah kembali mendekati Elvano yang baru saja berdiri .


" Itu karena lu udah hamilin Amyra ! "


" Dan ini karena lu gak bisa jagain Dia !!" ucap Bima penuh amarah seraya tangan nya kembali memukul wajah Elvano .


Elvano tak membalas nya karena memang dirinya bersalah atas semua nya .


" Gua tau gua salah ! " ucap Elvano ragu .


Theo seketika menahan Bima agar berhenti memukul Elvano .


" Weeeyyyy , tenang bro tenang . Gak ada guna na lu berdua kayak gini , dengan lu mukul Elvano . Gak bakal bikin bayi tuh cewek balik lagi . " ucap Theo .


" Maksud lu ?" ucap Elvano bingung .


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2